Nasional

AJI Manado Kecam Kekerasan Jurnalis di Ambon

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 30 March 2018 23:36   183 kali
MOMEN Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) tercoreng dengan aksi kekerasan dan intimidasi terhadap pers. Dua pekerja pers di Ambon, Provinsi Maluku, dianiaya dan diancam oleh anak buah Calon Gubernur (Cagub) Maluku, Said Assegaf, Kamis (29/3/2018).
 
 
Abdul Karim Angkotasan, kontributor Vivanews.com yang juga Ketua AJI Kota Ambon, ditampar sebanyak dua kali oleh oknum anak buah Said Assegaf. Sementara Sam Usman Hatuina, wartawan Rakyat Maluku diancam dan diintimidasi oleh Cagub Petahana untuk menghapus foto pada gadgetnya.
 
 
AJI Manado kemudian mengecam tindakan itu. Aksi kekerasan tersebut dinilai telah menciderai semangat kebebasan pers seperti yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.
 
 
"Kami mengecam tindakan Cagub Provinsi Maluku karena jelas melanggar konstitusi. Dan demi keadilan serta demokrasi, AJI Manado mendukung upaya hukum, dimana para pelaku harus ditangkap dan diadili," tegas Ketua AJI Manado, Yinthze Lynvia Gunde.
 
 
Sekretaris AJI Manado, Fernando Lumowa juga menyesalkan aksi kekerasan itu. Dia berharap persekusi seperti itu tidak terjadi di Sulawesi Utara yang beberapa kabupaten kota, juga menghadapi Pilkada serentak 2018.
 
 
"Jika dibiarkan kasus kekerasan seperti ini berpotensi kembali terulang. Jangan ciderai demokrasi dengan tindakan-tindakan yang melanggar UU Pers," tukasnya.
 
 
Disebutkan pada Pasal 4 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menegaskan bahwa :
 
(1). Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara;
(2). Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran;
(3). Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan
      menyebarluaskan gagasan dan informasi. 
 
 
Sedangkan Pasal 18 UU yang sama berisi ancaman pidana bagi siapa saja yang melanggar ketentuan pada Pasal 4 UU Pers, khususnya Ayat (2) dan Ayat (3). 
 
“Peran dan perhatian serius aparat kepolisian dalam menangani kasus kekerasan terhadap jurnalis harus jelas. Agar segala bentuk kekerasan yang menimpa jurnalis yang sementara dalam tugas dan karya jurnalistiknya terlindungi,” tambah Koordinator Divisi Advokasi AJI Manado, Asrar Yusuf.
 
 
Lanjutnya, ada ancaman pidana bagi setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan (3), yaitu dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.
 
 
Adapun kronologi tindakan kekerasan terhadap dua jurnalis Ambon tersebut bermula saat korban bersama sejumlah wartawan lain sedang menulis dan mengolah bahan berita di salah satu rumah kopi, di jalan Sam Ratulangi Kota Ambon.
 
 
Di tempat yang sama, di meja yang lain, cagub petahana Said Assegaf bersama tim suksesnya juga berada di sana. Bahkan terlihat beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Kepala Dinas Pemprov Maluku ikut duduk di sisi meja tersebut.
 
 
Melihat pemandangan itu, salah satu jurnalis, Sam Hatuina mengambil gawai lalu memotret/ mendokumentasikan aktivitas cagub bersama tim sukses dan ASN tersebut. 
 
 
Menurut Abdul Karim, para pejabat yang duduk bersama calon gubernur itu diantaranya : Sekda Maluku Hamin Bin Taher, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ismail Usehamu, Kepala Dinas Pendidikan Saleh Thio, dan staf ahli Gubernur Maluku Husen Marasabessy serta beberapa pengurus partai politik pendukung.
 
 
Mengetahui aktivitasnya direkam, staf ahli gubernur Maluku, Husen Marasambessy langsung mengintimidasi Sam untuk menghapus foto tersebut.  "He oce foto-foto apa? Ambil dia Hp itu la hapus foto-foto itu. Sabarang saja, hapus, polisi mana, polisi mana, ini bukan kampanye,” ujar Abdul Karim menirukan perkataan Husen berdialeg Ambon.
 
 
Tidak hanya stafnya, calon gubernur Maluku Said Assagaff juga ikutan mendesak Sam menghapus gambar tersebut. " Kamu hapus foto itu, sapa suru kamu foto, ambil hp itu lalu hapus foto-foto itu dari dia hp banting akang saja," seru sang Cagub.
 
 
Sembari itu beberapa pria berbaju preman menghampiri Sam dan merampas gawai serta mengintimidasinya. Bahkan memaksa korban membuka kunci tombol gawai miliknya dengam nada emosi. Melihak kejadian itu sejumlah wartawan datang mengampiri Sam.
 
 
Saat sejumlah jurnalis mulai berdiri melihat Sam diintimidasi, mendadak  Abu Bakar Marasabessy alias Abu King memukul Ketua AJI Ambon sebanyak dua kali di bagian wajah. "Beberapa oknum itu mereka terus mencoba dekati saya tapi gagal karna beberapa rekan jurnalis ikut melarai," jelas Abdul Karim.
 
 
Atas kejadian ini, pukul 21.00 WITA pada hari yang sama, korban telah melapor di Polda Maluku dengan dua materi laporan dua laporan. Pertama penganiayaan dan kedua upaya menghalang-halangi kerja jurnalis, sebagimana ketentuan pidana Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
 
 
Dalam laporan tersebut,  Abdul Karim dan Sam Usman Hatuina sebagai korban, sedangkan terlapor adalah Calon Gubernur Maluku, Said Assagaff, Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Politik dan Hukum Husen Marasabessy, serta anggota Tim Sukses Santun, Abu Bakar Marasabessy.
 
 
 
Berikut pernyataan sikap AJI Kota Manado sebagai bentuk solidaritas sesama insan pers :
 
 
1. AJI Kota Manado mengecam tindakan kekerasan yang menimpa jurnalis di Kota Ambon
2. AJI Kota Manado mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut hingga menyentuh semua
    pihak yang terlibat dalam intimidasi dan kekerasan tersebut, dan memproses hukum hingga
    berlanjut ke pengadilan.
3. AJI Kota Manado juga menyerukan agar Semua Pihak untuk tunduk dan patuh pada UU nomor 40
    tentang pers, dan demi tegaknya keadilan di tanah Maluku, maka tak ada alasan pembenaran bagi
    para pelaku.
4. Mengingatkan kepada semua pihak, termasuk seluruh calon kepala daerah, tim sukses, dan awak
    partai politik di semua daerah, untuk tidak mencoba menghalangi kerja jurnalis, apalagi dengan
    tindak kekerasan.
 
 
MANADO, 30 Maret 2018
 
Pengurus AJI Kota Manado
 
Yinthze Lynvia Gunde
Ketua
 
Fernando Lumowa
Sekretaris
 
Asrar Yusuf
Koordinator Divisi Advokasi
 
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
21 Nov 2017 / dibaca 287 kali
MANADO (BK) : Gempa 5,7 Skala  Ritcher (SR) yang terjadi di Laut Halmahera Maluku Utara, Sabtu malam pekan lalu, ternyata mendatangkan...
Nasional
20 Nov 2017 / dibaca 246 kali
LOMBOK (BK) : Hujan dengan intensitas tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mendatangkan bencana. 15 desa di empat kecamatan yang...
Nasional
15 Nov 2017 / dibaca 208 kali
MANADO (BK): Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil sebuah keputusan. Sebab, Presiden pun telah menerapkannya...
Nasional
15 Nov 2017 / dibaca 571 kali
MANADO (BK): Seorang mahasiswa diamankan aparat keamanan di lokasi Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-20 di Graha...
Nasional
15 Nov 2017 / dibaca 394 kali
MANADO (BK) : Kongres Trisakti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-20 di Manado, secara resmi dibuka. Pembukaan ditandai dengan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.