Nasional

AJI Targetkan Latih 3000 Fact-Checker untuk Lawan Hoaks

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 14 April 2019 23:49   64 kali
Aliansi Jurnalis Independen (AJI). (gambar : dok)
JAKARTA (BK) : Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar Training Cek Fakta untuk jurnalis, pengelola newsroom dan publik. Tahun ini, program yang didukung Internews dan Google News Initiative ini, menargetkan melatih 3000 pemeriksa fakta (fact-checker) jurnalis media, jurnalis kampus dan publik di lebih dari 25 daerah di Indonesia melalui sejumlah training cek fakta.
 
 
Sekjend AJI Indonesia Revolusi Riza Zulverdi mengatakan training cek fakta memberi dampak perubahan di ruang redaksi. Tahun 2018 lalu, pada program yang sama AJI telah mentraining 2.622 jurnalis media nasional dan daerah serta kampus.
 
 
“Newsroom lebih berhati-hati agar tidak terjebak menyebarkan hoaks yang muncul di sosial media sebagai bahan berita,” katanya, saat pembukaan Training of Trainers (ToT) Google News Initiative 2019, di Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (11/4/2019) lalu.
 
 
Pembukaan training yang dimulai dengan ToT GNI yang berlangsung Kamis-Minggu, 11-14 April 2019, dengan melibatkan 40 jurnalis dari berbagai media, freelance dan perwakilan anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).
 
 
Ia mencontohkan dampak signifikan dirasakan ketika terjadi bencana Palu 2018 lalu. Setelah tsunami Palu terjadi, sulit melakukan verifikasi dan konfirmasi. Tidak berapa lama muncul gambar dan video di media sosial tapi belum dapat dikonfirmasi.
 
 
“Ada kehati-hatian di newsroom memberitakan bencana di Palu, tidak seperti gempa di Jakarta 2017 yang sempat muncul banyak misinformasi,” katanya.
 
 
Program ini diharapkan dapat meningkatkan skill jurnalis dan newsroom melakukan verifikasi konten video, gambar dan informasi yang beredar di sosial media. Setelah itu kemudian memastikan kebenarannya sebelum mendistribusikan kembali ke publik yang lebih luas, agar tingkat kepercayaan masyarakat kepada media tetap terjaga.
 
 
“Kami juga berharap newsroom semakin aktif melakukan cek fakta informasi yang bersumber dari sosial media, terutama saat Pemilu 2019,” ungkap Riza, panggilan akrabnya.
 
 
Melalui program ini, AJI kembali menjalin kerja sama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), newsroom media, dan kampus untuk menyelenggarakan training. Permohonan kerja sama dapat dilakukan dengan mengisi formulir ini: http://bit.ly/Permohonan_TrainingCekFakta_GNI2019.
 
 
Saat ini AJI memiliki 90 jurnalis sekaligus trainer fact checker yang siap dikirimkan ke berbagai daerah untuk memberikan training Cek Fakta di newsroom dan kampus. AJI juga sedang menyiapkan kelas online agar pengetahuan trainer pada perkembangan tools-tools yang digunakan dan akan diberitakan dalam training terus terupdate dan meningkat.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 123 kali
MANADO (BK) : Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, dirasakan sebagai momen spesial bagi Selvi, petugas kebersihan asal Kecamatan Sario...
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 559 kali
MANADO (BK) : Sesosok wanita berhijab terlihat memegang sapu di antara ribuan orang yang sedang melaksanakan aksi bersih-bersih di pantai...
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 115 kali
MANADO (BK) : Istri Kapolri, Tri Tito Karnavian menandatangani Deklarasi Mewujudkan Laut Bersih Laut Indah Menuju Indonesia Bersih di Manado,...
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 135 kali
MANADO (BK) : Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey memimpin apel memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019. Kegiatan...
Nasional
20 Feb 2019 / dibaca 139 kali
MANADO (BK) : 2 kapal perang milik Jepang, JS Inazuma dan JS Kashima bakal singgah di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada 14...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.