Nasional

Aksi Solidaritas dari Manado untuk Bencana Gempa Lombok

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 06 August 2018 21:26   503 kali
IJTI dan Komunitas Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Sulut menggalang aksi solidaritas untuk korban bencana gempa Lombok. (foto : acha)
MANADO (BK) : Gempa bumi 7 SR di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/2018), mengundang simpati seluruh masyarakat Indonesia. Di Manado, aksi solidaritas dilakukan dalam bentuk penggalangan dana dengan turun ke jalan.
 
 
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Manado melakukan aksi 'long march' dari Manado Town Square (Mantos) 3 menuju Zero Point di Pusat Kota Manado, Senin (6/8/2018).
 
 
Mereka juga mengumpulkan dana dari kerelaan setiap pengguna jalan. Dana yang terkumpul rencananya akan disumbangkan kepada korban gempa di Lombok.
 
 
"Seberapa pun donasi warga yang terkumpul, akan kami serahkan kepada saudara-saudara kita di Lombok," ujar Koordinator Lapangan (Korlap), Anshar Tadete yang juga Ketua KAMMI Daerah Manado.
 
 
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Manado melakukan aksi 'long march' dari Manado Town Square (Mantos) 3 menuju Zero Point di Pusat Kota Manado. (foto : acha)
 
 
Aksi yang sama juga dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Metro Manado di Zero Point, Pusat Kota Manado.
 
 
"Torang samua basudara, Torang samua ciptaan Tuhan. Jika kita bersaudara dan ciptaan Tuhan, mari sisihkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Lombok," kata Fahmi Karim, Ketua Kaderisasi Rayon PMII Metro Manado yang menjadi korlap aksi penggalangan dana.
 
 
Dua organisasi kemahasiswaan ini kemudian bergabung di Zero Point dan melakukan sejumlah orasi untuk menggugah warga Kota Manado untuk memberikan bantuan.
 
 
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Metro Manado di Zero Point, Pusat Kota Manado. (foto : acha)
 
 
Aksi penggalangan dana juga dilakukan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulut bersama Komunitas Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Sulut, di depan Megamall, Kawasan Megamas, Jalan Boulevard Manado. Aksi ini mendapat respon wartawan lainnya yang kemudian bergabung dalam aksi penggalangan dana tersebut.
 
 
Ketua IJTI Sulut yang juga Ketua Wapena Sulut, Amanda Komaling menyebut sebagai jurnalis menganggap perlu melakukan aksi ini, meskipun tugas yang sebenarnya adalah melakukan peliputan. “Kami turun ke jalan karena ingin melihat langsung bagaimana masyarakat Kota Manado ikut dalam keprihatinan dengan bencana yang terjadi di Lombok, NTB,” ucapnya.
 
 
Jurnalis koresponden Metro TV ini menyebut, ada data pekerja pers, para jurnalis yang ikut menjadi korban karena rumahnya luluhlantak dan rata dengan tanah, tapi tetap melaksanakan tugas meliput sebagaimana mestinya. “Itu karena ada rasa tanggungjawab profesi dalam memberikan informasi yang tetap terbaru bagi masyarakat Indonesia,” kata Amanda.
 
 
Amanda yang didampingi Sekretaris Wapena Sulut, Asrar Yusuf, memberikan apresiasi kepada Basarnas, TNI/Polri, serta para dokter, suster, perawat dan relawan yang bekerja untuk kemanusiaan.
 
 
“Kami juga tahu dari laporan dan berita, kalau mereka juga korban bencana, tapi tetap melaksanakan tugas demi tanggungjawab profesi dan rasa kemanusiaan yang tinggi,” tandasnya.
 
 
91 orang dinyatakan meninggal dunia akibat gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/2018) pukul 19.46 WITA. 209 warga lainnya mengalami luka berat. Gempa juga membuat ribuan rumah mengalami kerusakan.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 254 kali
JAKARTA (BK): Kendati nuansa duka kelihatan menyelimuti keluarganya, tetapi paras muka ayah dan ibunda almarhum Hizkia Jorry Saroinsong, 23...
Nasional
02 Nov 2018 / dibaca 248 kali
TANGERANG (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjuk Kota Tangerang sebagai Pilot Project Gerakan...
Nasional
01 Nov 2018 / dibaca 216 kali
JAKARTA (BK): Pemerintah berjanji tidak bakal mengabaikan kelanjutan reformasi ekonomi di tengah gebyar Pesta Demokrasi yang akan...
Nasional
31 Oct 2018 / dibaca 203 kali
KRI BIMA SUCI 945  adalah kapal layar tiang tinggi klas BARK(Barque) buatan galangan kapal Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol. Kapal ini...
Nasional
31 Oct 2018 / dibaca 215 kali
JAKARTA (BK):  Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Clance Teddy, menegaskan, Rancangan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.