Nasional

Cara Kementerian PPPA Bangun Sinergi untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak di Papua

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 07 June 2018 22:58   365 kali
“Tanah itu ibu, laut dan hutan adalah susu ibu yang menghidupi bumi Papua”.
 
 
ITULAH ungkapan masyarakat Papua untuk menggambarkan sosok perempuan yang dianggap istimewa dalam kehidupan sosial karena mereka adalah sumber kehidupan bagi masyarakat. Meski sejumlah fakta menunjukkan kualitas hidup dan perlindungan perempuan dan anak terhadap berbagai bentuk kekerasan di Papua perlu ditingkatkan.
 
 
Pada acara Temu Dengar Pendapat tentang Perempuan dan Anak bersama Tokoh Adat dan Lembaga Masyarakat di Kabupaten Nabire, Papua, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise mengatakan otonomi khusus untuk Provinsi Papua seperti yang termaktub dalam Undang-undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001, serta Provinsi Papua Barat dalam UU Nomor 35 Tahun 2008, memberikan perhatian khusus kepada tiga hal yakni masyarakat adat, agama dan perempuan.
 
 
“UU tersebut juga mengamanatkan pada keberpihakan, perlindungan, dan pemberdayaan orang asli Papua.  Hal ini menjadi penting sebagai landasan pemerintah dan seluruh stakeholder untuk mengupayakan peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak di Papua,” ujar Menteri Yohana, Kamis (7/6/2018).
 
 
Di Provinsi Papua katanya, adat dan agama merupakan institusi sekaligus aktor yang memiliki peran penting untuk mendorong pembangunan dan pemberdayaan orang Papua. Hal tersebut karena kedua institusi ini melebur dalam struktur kehidupan masyarakat di Pulau Papua.
 
 
 
 
Kepatuhan masyarakat terhadap adat dan agama juga memberikan keuntungan tersendiri, dimana adat dan agama dapat ditransformasikan sebagai institusi yang memiliki fungsi kontrol kehidupan sosial masyarakat di Papua. Namun dalam konteks pemberdayaan perempuan, keberadaan struktur adat dan agama di masyarakat pesisir Papua tidak memberikan posisi tawar (bargaining position) bagi perempuan.
 
 
Relasi dan ikatan patriarki yang begitu dominan berlaku di masyarakat pesisir Papua menyebabkan posisi perempuan kerap terdominasi dalam struktur adat maupun agama. Ini kemudian menjadi tantangan terbesar baginya untuk mengubah ‘mind set’ agar laki-laki dan perempuan bisa setara dan saling mendukung dalam proses pembangunan.
 
 
“Tanah Papua akan maju jika kaum perempuan juga diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Jangan biarkan perempuan terus menjadi korban. Semoga Nabire bisa menjadi daerah yang ramah perempuan dan anak,” tegas Menteri Yohana.
 
 
Guna menyikapi kompleksnya permasalahan perempuan dan anak, Kementerian PPPA juga telah menetapkan prioritas pembangunan untuk mengakhiri 3 hal yang disebut Three Ends. Three Ends yang dimaksud adalah akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang, dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan.
 
 
“Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menangani permasalahan perempuan dan anak, terutama yang terjadi di sekitar kita. Tentu sangat membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk tokoh adat, agama, dan lembaga masyarakat sesuai fungsi, kapasitas, dan keahlian mereka di wilayah masing-masing,” terang Menteri Yohana.
 
 
Menteri Yohana meyakini banyak tokoh masyarakat, adat, dan agama di Papua yang memiliki kepedulian dan telah melakukan sesuatu yang berharga bagi perempuan dan anak. Ia mengatakan jika dapat menghimpun segala potensi dan menggerakkan mereka untuk bekerja secara kolaboratif dan bersinergi, maka akan memberikan kekuatan yang luar biasa dalam upaya mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak.
 
 
“Pertemuan ini menjadi sangat strategis karena dapat membangun komitmen, menyamakan persepsi, dan menggugah kepedulian mereka tentang berbagai permasalahan yang dihadapi perempuan dan anak,” lanjutnya.
 
 
Komitmen yang sudah terbangun dan persepsi yang sama dalam menyikapi permasalahan tersebut, katanya lagi akan menjadi bekal berharga untuk berkolaborasi dan bersinergi, baik dengan pemerintah pusat dan daerah, maupun sinergi antara tokoh adat, agama, dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak di Papua.
 
 
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim. Meski ia meyakini perempuan merupakan aset pembangunan, namun mereka kerap mengalami hambatan, bahkan kekerasan.
 
 
Dia mengatakan hal tersebut terjadi karena berbagai faktor, diantaranya masih kentalnya budaya patriarki dan kurangnya pengetahuan, serta keterampilan. Untuk itu, katanya, Pemda Nabire melakukan berbagai upaya guna meningkatkan peran, kedudukan, dan kesejahteraan perempuan dan anak di wilayah Nabire.
 
 
Diantaranya adalah memberikan kesempatan berkiprah di ruang publik, mengembangkan usaha produktif, menyediakan sarana dan prasarana lembaga PPPA, mengembangkan pola asrama bagi anak-anak jalanan dan anak yang terjerumus narkoba. Juga memberikan bimbingan kepada lembaga-lembaga non formal untuk pendidikan gender dan pemenuhan hak anak.
 
 
“Dalam kesempatan ini, saya mengajak peran aktif dan membangun komitmen semua unsur wilayah dalam pembangunan PPPA,” tutur Amirullah.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
30 Apr 2018 / dibaca 298 kali
POSO (BK) : 2 orang tidak dikenal (OTK) berhasil ditangkap di Desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah...
Nasional
27 Apr 2018 / dibaca 96 kali
SAMOSIR (BK) : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menyebut komunitas muda atau yang belum menikah...
Nasional
24 Apr 2018 / dibaca 166 kali
JAKARTA (BK) : Lebih dari 450 narapidana dari 36 Lapas/Rutan se-Indonesia melakoni drama musikal ‘Merah Putih Narapidana, Kami Berkarya...
Nasional
23 Apr 2018 / dibaca 130 kali
MANADO (BK) : Gempa mengguncang perairan tenggara Minahasa Sulawesi Utara. Gempa berkekuatan 5,4 SR dipastikan tidak memicu terjadinya...
Nasional
07 Apr 2018 / dibaca 114 kali
JAKARTA (BK) : 4 M Asia Forum yang diselenggarakan CFI Media Development Prancis, dihadiri sekitar 100 jurnalis dan blogger dari delapan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.