Nasional

Cara Lantamal VIII Manado Peringati Hari Dharma Samudera 2019

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 14 January 2019 23:50   518 kali
Komodor Yos Sudarso. (tirto.id)
MANADO (BK) : Pertempuran hebat terjadi di Laut Arafuru, ketika Angkatan Laut Indonesia merebut Irian Barat dari tangan penjajah Belanda, 15 Januari 1962. Untuk mengenang pertempuran tersebut, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Dharma Samudera.
 
 
Tahun ini, upacara peringatan Hari Dharma Samudera 2019 akan digelar Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Manado dengan Inspektur Upacara (Irup), Wakil Komandan Lantamal VIII, Kolonel Laut (P) Rumpoko. Kemudian dilanjutkan dengan upacara Tabur Bunga di Dermaga Samla Bitung.
 
 
“Upacara Tabur Bunga akan dipimpin Danlantamal, Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta,” ujar Kadispen Lantamal VIII, Mayor Laut (T) Jusuf Ali melalui rilis yang diterima beritakawanua.com, Senin (14/1/2019).
 
 
Menariknya, pada malam harinya akan dilaksanakan pemutaran film Pertempuran Laut Arafuru dan Doa Bersama di seluruh Satuan AL di Indonesia secara serentak di gedung Yos Sudarso Mako Lantamal VIII Manado. “Kegiatan ini juga akan dipimpin Danlantamal VIII, tepat pukul 20.00 WITA,” lanjut Ali.
 
 
Film Pertempuran Laut Arafuru, menceritakan tentang pertempuran hebat yang terjadi di Laut Arafuru pada tanggal 15 Januari 1962. Meski dengan kemampuan alutsista yang terbatas, Angkatan Laut Indonesia berhasil merebut kembali Irian Barat yang dikuasai penjajah Belanda.
 
 
 
 
KRI Macan Tutul. (wikipedia)
 
 
Dalam pertempuran itu, Komodor Yos Sudarso gugur dan tenggelam bersama KRI Macan Tutul yang diawakinya. Sebelum tenggelam, Yos Sudarso yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1973 ini sempat menyerukan pesan terakhirnya yang legendaris, yaitu : “Kobarkan Semangat Pertempuran”.
 
 
“Pesan beliau itu mampu mengobarkan semangat prajurit Angkatan Laut untuk gagah berani tampil membela Tanah Air, untuk tetap tegaknya NKRI, dan bahkan dengan rela mengorbankan nyawanya sendiri untuk Bumi Pertiwi,” terang Kadispen Jusuf Ali.
 
 
Menurutnya, nobar merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk mengingatkan kembali dan menularkan semangat pertempuran Komodor Yos Sudarso dalam merebut Irian Barat.
 
 
“Kami berharap, penonton bisa meneladani semangat pertempuran Komodor Yos Sudarso dan pengorbanannya demi menjaga wibawa NKRI serta demi tegaknya NKRI. Dan ini harus diteruskan kepada generasi penerus Bangsa Indonesia saat ini,” pungkasnya.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
10 Dec 2019 / dibaca 271 kali
JAKARTA (BK): Kapolres Minahasa Selatan (Minsel) AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, diganjar penghargaan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur...
Nasional
05 Dec 2019 / dibaca 274 kali
CIANJUR (BK) : Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Ny. Nurhayati Andi Iqbal menghadiri rapat pengurus...
Nasional
28 Nov 2019 / dibaca 414 kali
JAKARTA (BK): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan pihaknya sedang mengkaji penghapusan Ujian Nasional (UN)....
Nasional
24 Nov 2019 / dibaca 348 kali
JAKARTA (BK): Pendaftaran seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) tahun 2019 yang berlangsung sejak 11 November 2019 masih...
Nasional
22 Nov 2019 / dibaca 255 kali
JAKARTA (BK): Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero)....
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.