Nasional

DPP GMNI Minta Usut Kekayaan Soeharto

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 04 December 2018 09:21   189 kali

JAKARTA (BK): DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) meminta aparat hukum mengusut kekayaan mantan Presiden RI, Soeharto yang diduga didapat melalui hasil korupsi sewaktu berkuasa di era Orde Baru.

 

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum DPP GMNI Robaytullah Kusuma Jaya kepada beritakawanua.com melalui rilis yang dikirim Senin malam.

 

Usut aset-aset Soeharto sebagai wujud supremasi hukum dan pemenuhan rasa keadilan bahwa hukum tidak tumpul ke atas, tajam ke bawah. Siapapun yang terindikasi merugikan keuangan negara harus dihukum, tak boleh pandang bulu. Seperti kasus Supersemar misalnya. Tidak boleh ada orang atau sekelompok keluarga yang mengendalikan proses penegakan hukum di Republik ini,” pungkas Robaytullah.

 


Soeharto secara resmi didakwa Jaksa Agung pada 8 Agustus 2000 karena menggelapkan 571 juta dolar AS dari tujuh yayasan yang diketuainya ketika menjabat sebagai presiden. Dan kasus penyelewengan proyek mobil nasional yang pernah digugat oleh Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), karena dianggap antara lain melanggar pasal memberikan perlakuan dikriminatif.

 

Dengan kata lain, sambung dia, kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme di Orde Baru menjadi legal karena memiliki payung hukum berupa keputusan presiden (keppres).

 


Ia menjelaskan, pengusutan kasus penyelewengan dana yayasan dan proyek mobil nasional (mobnas) menggantung bahkan upaya memburu harta Soeharto ke Swiss, tak ada hasil.

 

Ia berpendapat saat ini kerja-kerja pemberantasan korupsi sudah semakin maju dan sudah banyak kerjasama internasional tentang transparansi keuangan dan pencucian uang. Seharusnya upaya pengusutan aset-asetnya Soeharto sudah dapat kembali dilakukan.
“Infrastruktur pemberantasan korupsi saat ini sudah semakin maju, apalagi sekarang Indonesia dan negara-negara di dunia sudah berkomitmen untuk menjalankan pertukaran informasi keuangan atau Automatic Exchange of Information (AEoI) dan Financial Action Task Force (FATF) untuk memerangi pencucian uang. Seharusnya memudahkan upaya pengusutan kasus korupsi Soeharto secara tuntas”, tegas Robaytullah.

 

Bahkan, menurut Robaytullah, tak lama ini sejumlah nama-nama dari keluarga Cendana seperti dua anak Soeharto, Tommy dan Mamiek Suharto serta Prabowo Subianto namanya terdaftar dalam dokumen Paradise (Paradise Papers), sebuah dokumen yang mengungkap sejumlah nama para politikus, perusahaan multinasional, selebriti dan orang kaya secara individu menggunakan kerumitan struktur yayasan dan perusahaan-perusahaan tertutup untuk melindungi uang mereka dari otoritas pajak atau menyembunyikan transaksi mereka. Adanya dokumen ini menurut Robaytullah, seharusnya menjadi momentum bagi penegak hukum untuk mengusut harta kekayaan dan kasus korupsi Soeharto.

 

“Kemarin sudah ada nama-nama yang tercantum dalam Paradise Papers, mau tunggu apa lagi? Harus segera diusut tuntas demi keadilan hukum dan komitmen kita terhadap cita-cita reformasi”, tutup Robaytullah Kusuma Jaya.

 

(*bk-1)

 

Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 558 kali
MANADO (BK) : Sesosok wanita berhijab terlihat memegang sapu di antara ribuan orang yang sedang melaksanakan aksi bersih-bersih di pantai...
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 115 kali
MANADO (BK) : Istri Kapolri, Tri Tito Karnavian menandatangani Deklarasi Mewujudkan Laut Bersih Laut Indah Menuju Indonesia Bersih di Manado,...
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 134 kali
MANADO (BK) : Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey memimpin apel memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019. Kegiatan...
Nasional
20 Feb 2019 / dibaca 138 kali
MANADO (BK) : 2 kapal perang milik Jepang, JS Inazuma dan JS Kashima bakal singgah di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada 14...
Nasional
15 Feb 2019 / dibaca 81 kali
JAKARTA (BK) : Adanya pernyataan mengenai kebocoran anggaran sebesar 25 persen di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.