Nasional

DPP GMNI Minta Usut Kekayaan Soeharto

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 04 December 2018 09:21   207 kali

JAKARTA (BK): DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) meminta aparat hukum mengusut kekayaan mantan Presiden RI, Soeharto yang diduga didapat melalui hasil korupsi sewaktu berkuasa di era Orde Baru.

 

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum DPP GMNI Robaytullah Kusuma Jaya kepada beritakawanua.com melalui rilis yang dikirim Senin malam.

 

Usut aset-aset Soeharto sebagai wujud supremasi hukum dan pemenuhan rasa keadilan bahwa hukum tidak tumpul ke atas, tajam ke bawah. Siapapun yang terindikasi merugikan keuangan negara harus dihukum, tak boleh pandang bulu. Seperti kasus Supersemar misalnya. Tidak boleh ada orang atau sekelompok keluarga yang mengendalikan proses penegakan hukum di Republik ini,” pungkas Robaytullah.

 


Soeharto secara resmi didakwa Jaksa Agung pada 8 Agustus 2000 karena menggelapkan 571 juta dolar AS dari tujuh yayasan yang diketuainya ketika menjabat sebagai presiden. Dan kasus penyelewengan proyek mobil nasional yang pernah digugat oleh Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), karena dianggap antara lain melanggar pasal memberikan perlakuan dikriminatif.

 

Dengan kata lain, sambung dia, kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme di Orde Baru menjadi legal karena memiliki payung hukum berupa keputusan presiden (keppres).

 


Ia menjelaskan, pengusutan kasus penyelewengan dana yayasan dan proyek mobil nasional (mobnas) menggantung bahkan upaya memburu harta Soeharto ke Swiss, tak ada hasil.

 

Ia berpendapat saat ini kerja-kerja pemberantasan korupsi sudah semakin maju dan sudah banyak kerjasama internasional tentang transparansi keuangan dan pencucian uang. Seharusnya upaya pengusutan aset-asetnya Soeharto sudah dapat kembali dilakukan.
“Infrastruktur pemberantasan korupsi saat ini sudah semakin maju, apalagi sekarang Indonesia dan negara-negara di dunia sudah berkomitmen untuk menjalankan pertukaran informasi keuangan atau Automatic Exchange of Information (AEoI) dan Financial Action Task Force (FATF) untuk memerangi pencucian uang. Seharusnya memudahkan upaya pengusutan kasus korupsi Soeharto secara tuntas”, tegas Robaytullah.

 

Bahkan, menurut Robaytullah, tak lama ini sejumlah nama-nama dari keluarga Cendana seperti dua anak Soeharto, Tommy dan Mamiek Suharto serta Prabowo Subianto namanya terdaftar dalam dokumen Paradise (Paradise Papers), sebuah dokumen yang mengungkap sejumlah nama para politikus, perusahaan multinasional, selebriti dan orang kaya secara individu menggunakan kerumitan struktur yayasan dan perusahaan-perusahaan tertutup untuk melindungi uang mereka dari otoritas pajak atau menyembunyikan transaksi mereka. Adanya dokumen ini menurut Robaytullah, seharusnya menjadi momentum bagi penegak hukum untuk mengusut harta kekayaan dan kasus korupsi Soeharto.

 

“Kemarin sudah ada nama-nama yang tercantum dalam Paradise Papers, mau tunggu apa lagi? Harus segera diusut tuntas demi keadilan hukum dan komitmen kita terhadap cita-cita reformasi”, tutup Robaytullah Kusuma Jaya.

 

(*bk-1)

 

Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
13 Mar 2019 / dibaca 88 kali
SIBOLGA (BK): Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumut, meledakkan diri dengan bom lontong rakitan. Jasadnya sudah tak...
Nasional
12 Mar 2019 / dibaca 152 kali
TANGGERANG (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu, SE menghadiri Peresmian dan Penghargaan Pasar Rakyat...
Nasional
04 Mar 2019 / dibaca 574 kali
TOMOHON (BK): Sekjen DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyambangi kantor Sinode GMIM, di Tomohon didampingi Ketua DPW...
Nasional
02 Mar 2019 / dibaca 179 kali
LAMPUNG (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menegaskan akan memberikan perlindungan dan memastikan...
Nasional
26 Feb 2019 / dibaca 231 kali
SULUT (BK) : Sulawesi Utara patut bangga memiliki Senator andal Ir Stefanus BAN Liow, MAP. Dalam setiap Raker dengan Kementerian/Kelembagaan RI...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.