Nasional

Ingin Melapor Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak? Gunakan Aplikasi Ini

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 06 July 2018 19:03   393 kali
Menteri PPPA Yohana Yembise saat menghadiri Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado, Jumat (6/7/2018). (foto : ist)
MANADO (BK) : Banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah yang tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Masyarakat juga enggan melaporkan karena takut mendapat malu.
 
 
Menyikapi kejadian seperti ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berinovasi dengan mengeluarkan aplikasi berbasis online agar masyarakat dapat melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan cepat dan mudah.
 
 
Aplikasi tersebut adalah “LAKER” atau Lapor Kekerasan. Inovasi ini muncul karena selama ini masyarakat enggan melaporkan kekerasan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), karena jarak yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
 
 
Kepala Dinas PPPA Provinsi Sulut, Mieke Pangkong mengatakan, aplikasi LAKER telah diluncurkan sejak Januari 2018 dan mulai efektif digunakan oleh masyarakat sejak Juni 2018. Menurutnya, aplikasi ini membuat masyarakat lebih berani melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
 
“Hal ini terbukti dari 89 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terlapor di P2TP2A sejak Januari 2018, 20 kasus diantaranya dilaporkan melalui aplikasi LAKER,” ujar Mieke pada Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado, Jumat (6/7/2018).
 
 
Menurutnya, aplikasi ini tidak hanya dapat dimanfaatkan di Sulut saja, namun juga masyarakat di seluruh Indonesia yang menggunakan gawai android. Karena masyarakat dapat mengunduh aplikasi ini melalui Google Play Store.
 
 
“Nantinya laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak akan ditindaklanjuti oleh P2TP2A, nantinya Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang berada di wilayah tersebut akan menanganinya,” tandas Mieke.
 
 
Sementara itu, Menteri PPPA Yohana Yembise, mengapresiasi aplikasi yang diluncurkan Dinas PPPA Provinsi Sulut. Menurutnya, aplikasi ini harus dipertahankan dan dikembangkan untuk mempermudah masyarakat jika mengalami atau melihat kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
 
Suatu Negara, katanya, tidak bisa maju apabila perempuan dan anaknya belum berada di garis aman. Untuk itu, dengan adanya inovasi seperti ini, kaum perempuan diharapkan lebih mudah dan berani untuk melaporkan tindak kekerasan, baik fisik, psikis, dan seksual.
 
 
“Saya juga berharap aplikasi LAKER dapat diadopsi oleh daerah–daerah lain di Indonesia,” harap Menteri Yohana yang juga hadir dalam acara Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
13 Aug 2018 / dibaca 150 kali
JAKARTA (BK) : Jumlah korban gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali terus bertambah. Tercatat, hingga Senin...
Nasional
12 Aug 2018 / dibaca 183 kali
LOMBOK (BK) : Memasuki hari ketujuh, penanganan darurat dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan. Data korban terus...
Nasional
11 Aug 2018 / dibaca 140 kali
BANTEN (BK) : Azkia Institute bekerjasama dengan Indonesia Social Justice Network (ISJN) melaksanakan kegiatan yang bertajuk "Social...
Nasional
10 Aug 2018 / dibaca 129 kali
JAKARTA (BK) : Semenjak Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015, Kementerian Agama (Kemenag) melalui...
Nasional
06 Aug 2018 / dibaca 182 kali
MANADO (BK) : Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulut, membuka Posko Aksi Gerakan Kemanusiaan untuk korban bencana gempa bumi Lombok,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.