Nasional

Ingin Melapor Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak? Gunakan Aplikasi Ini

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 06 July 2018 19:03   477 kali
Menteri PPPA Yohana Yembise saat menghadiri Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado, Jumat (6/7/2018). (foto : ist)
MANADO (BK) : Banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah yang tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Masyarakat juga enggan melaporkan karena takut mendapat malu.
 
 
Menyikapi kejadian seperti ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berinovasi dengan mengeluarkan aplikasi berbasis online agar masyarakat dapat melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan cepat dan mudah.
 
 
Aplikasi tersebut adalah “LAKER” atau Lapor Kekerasan. Inovasi ini muncul karena selama ini masyarakat enggan melaporkan kekerasan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), karena jarak yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
 
 
Kepala Dinas PPPA Provinsi Sulut, Mieke Pangkong mengatakan, aplikasi LAKER telah diluncurkan sejak Januari 2018 dan mulai efektif digunakan oleh masyarakat sejak Juni 2018. Menurutnya, aplikasi ini membuat masyarakat lebih berani melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
 
“Hal ini terbukti dari 89 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terlapor di P2TP2A sejak Januari 2018, 20 kasus diantaranya dilaporkan melalui aplikasi LAKER,” ujar Mieke pada Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado, Jumat (6/7/2018).
 
 
Menurutnya, aplikasi ini tidak hanya dapat dimanfaatkan di Sulut saja, namun juga masyarakat di seluruh Indonesia yang menggunakan gawai android. Karena masyarakat dapat mengunduh aplikasi ini melalui Google Play Store.
 
 
“Nantinya laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak akan ditindaklanjuti oleh P2TP2A, nantinya Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang berada di wilayah tersebut akan menanganinya,” tandas Mieke.
 
 
Sementara itu, Menteri PPPA Yohana Yembise, mengapresiasi aplikasi yang diluncurkan Dinas PPPA Provinsi Sulut. Menurutnya, aplikasi ini harus dipertahankan dan dikembangkan untuk mempermudah masyarakat jika mengalami atau melihat kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
 
Suatu Negara, katanya, tidak bisa maju apabila perempuan dan anaknya belum berada di garis aman. Untuk itu, dengan adanya inovasi seperti ini, kaum perempuan diharapkan lebih mudah dan berani untuk melaporkan tindak kekerasan, baik fisik, psikis, dan seksual.
 
 
“Saya juga berharap aplikasi LAKER dapat diadopsi oleh daerah–daerah lain di Indonesia,” harap Menteri Yohana yang juga hadir dalam acara Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 558 kali
MANADO (BK) : Sesosok wanita berhijab terlihat memegang sapu di antara ribuan orang yang sedang melaksanakan aksi bersih-bersih di pantai...
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 113 kali
MANADO (BK) : Istri Kapolri, Tri Tito Karnavian menandatangani Deklarasi Mewujudkan Laut Bersih Laut Indah Menuju Indonesia Bersih di Manado,...
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 132 kali
MANADO (BK) : Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey memimpin apel memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019. Kegiatan...
Nasional
20 Feb 2019 / dibaca 138 kali
MANADO (BK) : 2 kapal perang milik Jepang, JS Inazuma dan JS Kashima bakal singgah di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada 14...
Nasional
15 Feb 2019 / dibaca 81 kali
JAKARTA (BK) : Adanya pernyataan mengenai kebocoran anggaran sebesar 25 persen di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.