Nasional

Ingin Melapor Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak? Gunakan Aplikasi Ini

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 06 July 2018 19:03   339 kali
Menteri PPPA Yohana Yembise saat menghadiri Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado, Jumat (6/7/2018). (foto : ist)
MANADO (BK) : Banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah yang tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Masyarakat juga enggan melaporkan karena takut mendapat malu.
 
 
Menyikapi kejadian seperti ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berinovasi dengan mengeluarkan aplikasi berbasis online agar masyarakat dapat melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan cepat dan mudah.
 
 
Aplikasi tersebut adalah “LAKER” atau Lapor Kekerasan. Inovasi ini muncul karena selama ini masyarakat enggan melaporkan kekerasan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), karena jarak yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
 
 
Kepala Dinas PPPA Provinsi Sulut, Mieke Pangkong mengatakan, aplikasi LAKER telah diluncurkan sejak Januari 2018 dan mulai efektif digunakan oleh masyarakat sejak Juni 2018. Menurutnya, aplikasi ini membuat masyarakat lebih berani melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
 
“Hal ini terbukti dari 89 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terlapor di P2TP2A sejak Januari 2018, 20 kasus diantaranya dilaporkan melalui aplikasi LAKER,” ujar Mieke pada Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado, Jumat (6/7/2018).
 
 
Menurutnya, aplikasi ini tidak hanya dapat dimanfaatkan di Sulut saja, namun juga masyarakat di seluruh Indonesia yang menggunakan gawai android. Karena masyarakat dapat mengunduh aplikasi ini melalui Google Play Store.
 
 
“Nantinya laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak akan ditindaklanjuti oleh P2TP2A, nantinya Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang berada di wilayah tersebut akan menanganinya,” tandas Mieke.
 
 
Sementara itu, Menteri PPPA Yohana Yembise, mengapresiasi aplikasi yang diluncurkan Dinas PPPA Provinsi Sulut. Menurutnya, aplikasi ini harus dipertahankan dan dikembangkan untuk mempermudah masyarakat jika mengalami atau melihat kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
 
Suatu Negara, katanya, tidak bisa maju apabila perempuan dan anaknya belum berada di garis aman. Untuk itu, dengan adanya inovasi seperti ini, kaum perempuan diharapkan lebih mudah dan berani untuk melaporkan tindak kekerasan, baik fisik, psikis, dan seksual.
 
 
“Saya juga berharap aplikasi LAKER dapat diadopsi oleh daerah–daerah lain di Indonesia,” harap Menteri Yohana yang juga hadir dalam acara Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
09 May 2018 / dibaca 438 kali
BIAK NUMFOR (BK) : Desa Manswam Kabupaten Biak Numfor, menjadi salah satu daerah di Provinsi Papua yang perempuannya masih kurang aktif dan...
Nasional
08 May 2018 / dibaca 202 kali
TANGERANG (BK) : Rapat Koordinasi Teknik (Rakortek) Perlindungan Hak Perempuan di Tangerang Banten, berakhir. Sejumlah rekomendasi berhasil...
Nasional
07 May 2018 / dibaca 140 kali
TANGERANG (BK) : Satu dari tiga perempuan usia 15 - 64 tahun atau sekitar 28 juta orang, pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan...
Nasional
07 May 2018 / dibaca 134 kali
JAKARTA (BK): Pemerintah telah menetapkan penyesuaian Hari Cuti Bersama Idul Fitri melalui SKB 3 Menteri yang ditetapkan tanggal 18 April...
Nasional
04 May 2018 / dibaca 145 kali
YOGYAKARTA (BK) : Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Permen PPPA) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Industri Rumahan,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.