Nasional

Ini Dampak Gempa 6,1 SR di Banten dan Jabar

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 23 January 2018 20:34   316 kali
foto : BNPB
JAKARTA (BK) : Gempa bumi berkekuatan 6,1 SR mengguncang Samudera Hindia, Selasa (23/1/2018) pukul 13.34 WIB. Pusat gempa di kedalaman 64 km dan berjarak 43 km barat daya Kabupaten Lebak Provinsi Banten.
 
 
Guncangan gempa dirasakan di daerah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Meski tidak berpotensi tsunami,  tapi gempa merusak ratusan rumah dan membuat warga berhamburan keluar bangunan.
 
 
Posko BNPB melalui konfirmasi BPBD mencatat gempa dirasakan sangat kuat di Banten selama 10 detik. Masyarakat panik berhamburan keluar rumah.
 
 
“Beberapa rumah dan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui rilis yang diterima beritakawanua, Selasa (23/1/2018) sore.
 
 
foto : BNPB
 
 
Guncangan gempa juga dirasakan kuat di wilayah Jakarta dengan durasi guncangan 10-15 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar bangunan, terutama yang berada di gedung bertingkat.
 
 
Sementara di Jawa Barat, gempa dirasakan kuat selama 5-10 detik. Sedangkan di sebagian wilayah Jawa Tengah dan Lampung bagian selatan, gempa dirasakan lemah.
 
 
Berdasarkan data sementara, ratusan rumah di Kabupaten Cianjur, rusak akibat gempa. Sebanyak 6 pelajar luka berat dan 2 pelajar lainnya luka ringan akibat tertimba genteng yang runtuh di SMK Tenggeung Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
 
 
“Juga terdapat 1 rumah rusak berat di Desa Tanggeung dan 1 rumah rusak berat di Desa Pagermaneuh,” kata Sutopo.
 
 
foto : BNPB
 
 
Di Kabupaten Sukabumi terdapat 9 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, 1 masjid rusak berat, dan 2 fasilitas umum kesehatan rusak ringan. Kerusakan bangunan juga terjadi di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Sukajaya, Kecamata Nanggung, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Caringin, dan Kecamatan Cijeruk.
 
 
“7 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak ringan. Data ini akan bertambah karena diperkirakan masih terdapat bangunan yang rusak,” terang Sutopo.
 
 
Adapun di Pandeglang, beberapa rumah juga rusak serta Aula SMA CMBBS Pandeglang roboh. Dan di Banten terdapat  115 rumah rusak, 1 masjid rusak dan 1 puskesmas rusak.
 
 
“Belum ada korban jiwa. BPBD bersama unsur lainnya masih melakukan pendataan dampak kerusakan akibat gempa ini,” terangnya.
 
 
Dia juga menghimbau masyarakat untuk tenang dan tidak terpancing isu menyesatkan bahwa akan terjadi gempa susulan yang lebih besar. Katanya, Iptek belum mampu memprediksi gempa secara pasti.
 
 
“Wilayah selatan Jawa memang rawan dan sepi terjadi gempa-gempa besar sehingga harus diwaspadai. Saat merasakan guncangan gempa, segera keluar rumah atau mencari tempat yang aman,” pungkas Sutopo.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
15 Nov 2018 / dibaca 267 kali
TANGERANG (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Dr Christiany Eugenia Paruntu SE kembali memperoleh penghargaan dari Kementerian...
Nasional
14 Nov 2018 / dibaca 217 kali
MALANG (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menggelar Pelatihan Integrasi Gender dalam Perubahan...
Nasional
14 Nov 2018 / dibaca 293 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Dr Christiany Eugenia Paruntu SE, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)...
Nasional
09 Nov 2018 / dibaca 266 kali
DENPASAR (BK):  Bendahara Umum (Bendum) APKASI, DR Christiany Eugenia Paruntu SE, mengajak seluruh bupati berperan aktif  dalam...
Nasional
08 Nov 2018 / dibaca 232 kali
JAKARTA (BK) : Rapat Koordinasi Teknis Perlindungan Anak (Rakortek PA) 2018 di Jakarta, berakhir, Rabu (7/11/2018). Ada 4 rekomendasi yang...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.