Nasional

Ini Dampak Gempa di Morotai, Ratusan Rumah Rusak

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 21 November 2017 20:54   436 kali
Satu rumah warga yang rusak karena gempa. (FOTO : IST)

MANADO (BK) : Gempa 5,7 Skala  Ritcher (SR) yang terjadi di Laut Halmahera Maluku Utara, Sabtu malam pekan lalu, ternyata mendatangkan bencana. Ratusan rumah dan bangunan rusak di Kabupaten Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dampak gempa merusak bangunan di 5 desa yaitu Desa Posi-Posi, Leo-Leo Rao, Aru Burung, Lou Madoro, Saminya Mao dan Desa Waya Bula di Kecamatan Morotai Selatan Barat.


“Akibat gempa bumi tersebut, satu orang meninggal dunia dan 294 bangunan rusak,” ujar Sutopo melalui rilis yang diterima beritakawanua.com, Selasa (21/11/2017).


Sutopo merinci kerusakan akibat gempa bumi adalah 160 rumah rusak berat, 11 rumah rusak sedang, 108 rumah rusak ringan, satu Puskesmas Pembantu (Pustu) rusak berat, 12 Gereja dan satu Sekolah Dasar (SD) rusak ringan.


Sebanyak 486 jiwa dari Desa Leoleo Rao dan 75 kepala keluarga dari Desa Aru Burung, serta Lou Madoro saat ini telah diungsikan pemerintah daerah setempat ke tempat yang lebih aman.


Di Desa Posiposi terdapat 2 rumah rusak berat, 2 rusak ringan, dan 3 rusak sedang. Sementara di Desa Leoleo Rao sebanyak 56 rumah rusak berat dan 6 gereja rusak ringan.


Kerusakan juga terjadi di Desa Aru Burung yaitu 50 rumah rusak berat, 4 rusak ringan, dan 2 Gereja rusak ringan, serta satu Pustu rusak berat. Sedangkan di Desa Lou Madoro terdapat 47 rumah rusak berat, 90 rumah rusak ringan, tiga Gereja rusak ringan, satu SD rusak ringan dan 1 Pustu rusak ringan.


“BMKG telah melaporkan bahwa terus terjadi gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil,” kata Sutopo.


Sementara itu, BPBD Kabupaten Morotai juga telah melaporkan dampak gempa kepada Posko BNPB. Saat terjadi gempa, dirasakan kuat di wilayah Pulau Morotai selama 3-5 detik.


Saat bersamaan, gempa mengakibatkan lampu padam dan warga panik berhamburan keluar rumah. Gempa ini juga dirasakan kuat di wilayah Halmahera Utara selama 3-5 detik dan membuat warga panik berhamburan keluar rumah.


“Masyarakat dihimbau untuk tenang dan meningkatkan kewaspadaan dari ancaman gempa,” pungkas Sutopo.


(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 186 kali
JAKARTA (BK): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proses pemeriksaan pesawat atau rampcheck yang dilakukan Direktorat Jenderal...
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 257 kali
JAKARTA (BK): Kendati nuansa duka kelihatan menyelimuti keluarganya, tetapi paras muka ayah dan ibunda almarhum Hizkia Jorry Saroinsong, 23...
Nasional
02 Nov 2018 / dibaca 248 kali
TANGERANG (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjuk Kota Tangerang sebagai Pilot Project Gerakan...
Nasional
01 Nov 2018 / dibaca 217 kali
JAKARTA (BK): Pemerintah berjanji tidak bakal mengabaikan kelanjutan reformasi ekonomi di tengah gebyar Pesta Demokrasi yang akan...
Nasional
31 Oct 2018 / dibaca 204 kali
KRI BIMA SUCI 945  adalah kapal layar tiang tinggi klas BARK(Barque) buatan galangan kapal Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol. Kapal ini...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.