Nasional

IPW: Tiga Kelompok akan Gagalkan Pelantikan Jokowi-Amin

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 08 October 2019 16:57   244 kali

JAKARTA (BK): Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober mendatang. Menjelang pelantikan, kepolisian diminta untuk mewaspadai pergerakan tiga kelompok yang dinilai bertujuan untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf.

 

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, Polri dan jajaran intelijen perlu mewaspadai adanya manuver politik dari tiga kelompok yang ingin menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai presiden periode kedua.

 

"Manuver itu akan mereka kamuflase dengan aksi-aksi demo anarkis untuk menolak UU KUHP, UU KPK dan lainnya," ujar Neta kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

 

IPW menjelaskan, kelompok itu akan memperalat oknum mahasiswa dan kalangan preman dalam menggulirkan aksinya. Ketiga kelompok itu dijelaskannya, yakni koalisi kelompok radikal keagamaan dan koalisi kelompok sekuler yang tidak puas dengan pemerintahan Jokowi karena kepentingannya tidak terakomodasi serta kelompok yang mencoba memainkan bargaining posisi dengan Jokowi.

 

"IPW yakin manuver ketiga kelompok itu tidak akan menuai hasil, tapi jajaran kepolisian tetap perlu mencermatinya agar aksi aksi yang dikamuflase ketiga kelompok itu tidak menimbulkan kekacauan dan kerusakan di ibukota Jakarta," tuturnya.

 

Menurut dia, aksi demo di sejumlah kota di Papua yang berujung pada terjadinya kerusuhan sosial membuat konsentrasi Polri terbelah. Begitu juga penempatan personil menjadi terbelah antara mengamankan Papua dan berkonsentrasi mengantisipasi keamanan situasi Jakarta.

 

"Dalam mempersiapkan keamanan Jakarta saat pelantikan Jokowi sebagai presiden, Polri perlu meminta tambahan dukungan personil TNI dalam mengamankan objek objek vital," tutur Neta.

 

Selain itu, ungkapnya, intelejen kepolisian perlu memantau kantong-kantong radikalisme di seputar Jabodetabek serta memburu penyandang dana aksi demo yang berniat menggagalkan upaya pelantikan Jokowi sebagai presiden, 20 Oktober mendatang.

 

Dia menegaskan, tindakan persuasif, preventif dan antisipatif yang tegas perlu dilakukan jajaran kepolisian, jauh sebelum pelantikan presiden dilakukan. "Polri harus berani bersikap tegas demi menjaga keamanan masyarakat luas dan sikap tegas Polri itu pasti akan didukung masyarakat," katanya.

 

(sindonews/bk-1)

 

 

Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
18 Nov 2019 / dibaca 199 kali
MANADO (BK) : Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mendampingi Menteri Sosial Juliari Batubara saat melakukan kunjungan kerja ke...
Nasional
18 Nov 2019 / dibaca 164 kali
JAKARTA  (BK):  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membantah pernah mengatakan agar proses Pemilihan Kepala Daerah...
Nasional
18 Nov 2019 / dibaca 314 kali
PURWOKERTO (BK): Ketua Bawaslu Abhan menyatakan, mekanisme perekrutan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) harus jelas dan terukur. Hal itu...
Nasional
16 Nov 2019 / dibaca 151 kali
JAKARTA (BK): Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan penyebab Maluku kerap diguncang gempa, seperti yang terjadi di...
Nasional
15 Nov 2019 / dibaca 272 kali
TERNATE (BK): Sejumlah bangunan di Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara (Malut) rusak akibat gempa M 7,1 tengah malam tadi. Kerusakan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.