Nasional

IPW: Tiga Kelompok akan Gagalkan Pelantikan Jokowi-Amin

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 08 October 2019 16:57   177 kali

JAKARTA (BK): Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober mendatang. Menjelang pelantikan, kepolisian diminta untuk mewaspadai pergerakan tiga kelompok yang dinilai bertujuan untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf.

 

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, Polri dan jajaran intelijen perlu mewaspadai adanya manuver politik dari tiga kelompok yang ingin menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai presiden periode kedua.

 

"Manuver itu akan mereka kamuflase dengan aksi-aksi demo anarkis untuk menolak UU KUHP, UU KPK dan lainnya," ujar Neta kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

 

IPW menjelaskan, kelompok itu akan memperalat oknum mahasiswa dan kalangan preman dalam menggulirkan aksinya. Ketiga kelompok itu dijelaskannya, yakni koalisi kelompok radikal keagamaan dan koalisi kelompok sekuler yang tidak puas dengan pemerintahan Jokowi karena kepentingannya tidak terakomodasi serta kelompok yang mencoba memainkan bargaining posisi dengan Jokowi.

 

"IPW yakin manuver ketiga kelompok itu tidak akan menuai hasil, tapi jajaran kepolisian tetap perlu mencermatinya agar aksi aksi yang dikamuflase ketiga kelompok itu tidak menimbulkan kekacauan dan kerusakan di ibukota Jakarta," tuturnya.

 

Menurut dia, aksi demo di sejumlah kota di Papua yang berujung pada terjadinya kerusuhan sosial membuat konsentrasi Polri terbelah. Begitu juga penempatan personil menjadi terbelah antara mengamankan Papua dan berkonsentrasi mengantisipasi keamanan situasi Jakarta.

 

"Dalam mempersiapkan keamanan Jakarta saat pelantikan Jokowi sebagai presiden, Polri perlu meminta tambahan dukungan personil TNI dalam mengamankan objek objek vital," tutur Neta.

 

Selain itu, ungkapnya, intelejen kepolisian perlu memantau kantong-kantong radikalisme di seputar Jabodetabek serta memburu penyandang dana aksi demo yang berniat menggagalkan upaya pelantikan Jokowi sebagai presiden, 20 Oktober mendatang.

 

Dia menegaskan, tindakan persuasif, preventif dan antisipatif yang tegas perlu dilakukan jajaran kepolisian, jauh sebelum pelantikan presiden dilakukan. "Polri harus berani bersikap tegas demi menjaga keamanan masyarakat luas dan sikap tegas Polri itu pasti akan didukung masyarakat," katanya.

 

(sindonews/bk-1)

 

 

Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
26 Oct 2019 / dibaca 699 kali
MANADO (BK) : Pemerintah memberikan sinyal moratorium bakal dicabut. Tentunya, ini akan memberi peluang bagi Bolmong Raya memisahkan diri...
Nasional
25 Oct 2019 / dibaca 123 kali
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI periode 2019 – 2024, I Gusti Ayu Bintang Darmawati disambut para Deputi,...
Nasional
23 Oct 2019 / dibaca 84 kali
JAKARTA (BK): Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal mengumumkan menteri-menteri kabinet di Istana Negara pada pagi hari ini, Rabu (23/10). Setelah...
Nasional
21 Oct 2019 / dibaca 122 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu atau akrab disapa Tetty Paruntu saat ini hangat...
Nasional
20 Oct 2019 / dibaca 87 kali
JAKARTA (BK): Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mengucapkan sumpah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Dengan demikian,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.