Nasional

Jargon Baru Tangkal Bahaya Tsunami, Seperti Apa?

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 28 July 2018 22:26   900 kali
Simulasi antisipasi bahaya gempa bumi dan tsunami kepada anak-anak di Pangandaran, Jawa Barat. (foto : humas bnpb)
PANGANDARAN (BK) : Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, membuat bahaya terus mengintai. Gempa bumi dan bahaya tsunami bisa kapan saja terjadi.
 
 
Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat punya cara untuk mengantisipasi bahaya tsunami dengan mengenalkan jargon 20-20-20. Jargon ini kemudian diperkenalkan kepada 207 anak tingkat Sekolah Dasar (SD) di Desa Purbahayu, Pangandaran, Sabtu (28/7/2018).
 
 
Seperti apa jargon itu? Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima beritakawanua.com, menyebutkan jargon 20-20-20 adalah untuk mengingatkan anak-anak dalam mengantisipasi ancaman bahaya tsunami.
 
 
“Jargon 20-20-20 bermakna apabila terjadi gempa yang berlangsung selama 20 detik, gempa tersebut akan memicu tsunami dan untuk mengatasi terjangan tsunami, masyarakat memiliki waktu 20 menit untuk melakukan evakuasi pada ketinggian 20 meter,” tulis Sutopo.
 
 
Angka tersebut menurut Sutopo, berdasarkan kalkukasi saintifik yang memperhitungkan durasi gempa yang terjadi, kecepatan tsunami dan wilayah evakuasi aman. Jargon ini digagas oleh Profesor Ron Harris saat melakukan kajian paleotsunami di Pangandaran tahun 2016 lalu.
 
 
Ron Harris merupakan seorang ahli geologi dari Brigham Young University, Amerika Serikat yang melakukan kajian bersama peneliti dari UPN Veteran dan Universitas Utah Valley.
 
 
Untuk mengenalkan jargon tersebut, Tim Sosialisasi BPBD Kabupaten Pangandaran juga mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu sekaligus memperagakan gerakan. “Apabila ada gempa, lindungi kepala…”, demikian potongan lagu yang dinyanyikan.
 
 
“Anak-anak mengikuti dengan semangat setiap lagu dan gerakan untuk bekal siaga menghadapi ancaman bencana,” lanjut Sutopo.
 
 
Tim Humas BNPB juga mengenalkan rambu kebencanaan sebelum sesi pemutaran film mengenai tsunami. Rambu yang diperkenalkan terkait dengan potensi yang ada di wilayah Pangandaran, seperti longsor, banjir, gempa dan tsunami.
 
 
“Luar biasa, mereka ternyata sangat menyadari rambu yang ada di sekitar mereka. Ketika dimunculkan foto rambu evakuasi, titik kumpul dan rambu ancaman tsunami, mereka tahu betul bahwa foto-foto itu diambil di wilayahnya,” ujar Yanuarto Pranata, Humas BNPB saat melakukan simulasi di SD Negeri Purbahayu 1, Pangandaran.
 
 
Tim Humas BNPB mengenalkan rambu kebencanaan mengenai tsunami.(foto : humas bnpb)
 
 
BNPB juga mengikutkan pendongeng Kak Ojan dalam simulasi gempa dan evakuasi saat terjadi kebakaran kepada anak-anak dari SD Negeri 1, 2, 3 Purbahayu dan SDN Pager Gunung. Pada dongeng bertema bencana gempa bumi, Kak Ojan tidak hanya mengajak anak-anak berinteraksi, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kebencanaan, khususnya dalam konteks bencana gempa bumi.
 
 
Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program BNPB Mengajar yang bertujuan untuk membangun budaya sadar bencana dan tagline #siapuntukselamat.
 
 
Sekadar diketahui, pinggiran pantai di wilayah Pangandaran terhantam tsunami pada 17 Juli 2006 lalu setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi di lepas pantai Pangandaran. Sekitar 668 jiwa tewas dan ribuan mengalami luka-luka akibat tsunami waktu itu.
 
 
Di sisi lain, Pangandaran merupakan salah satu kabupaten dari 136 kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi signifikan sekaligus wilayah yang memiliki indeks risiko bencana berkategori sedang hingga tinggi. Sejumlah kabupaten/kota tersebut menjadi target penurunan indeks risiko bencana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
26 Nov 2020 / dibaca 609 kali
MAKASSAR (BK) : Enam Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di wilayah Sulawesi menandatangani kerjasama dengan PT Pertamina (Persero) di Kantor...
Nasional
14 Nov 2020 / dibaca 526 kali
MANADO (BK) : Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol RZ Panca Putra mengikuti upacara HUT ke-75 Korps Brimob Polri, Sabtu (14/11/2020)....
Nasional
29 Oct 2020 / dibaca 501 kali
MAMUJU (BK) : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), sedang mempersiapkan gelaran debat pasangan...
Nasional
16 Oct 2020 / dibaca 443 kali
MANADO (BK) : Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado menjadi salah satu BUMN Donatur pada program sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru...
Nasional
07 Oct 2020 / dibaca 512 kali
MANADO (BK) : Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol RZ Panca Putra menghadiri Rapat Kesiapan dan Koordinasi Penanganan Covid-19 di wilayah...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2021 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.