Nasional

Kementerian PPPA Ajak Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 20 October 2019 14:19   130 kali
Deputi Bidang Partisipasi Media Kemen PPPA, Indra Gunawan.
MAGELANG (BK) : Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) mengeluarkan data pengguna internet aktif di Indonesia sebanyak 143,26 juta orang, atau 51,8 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, penetrasi terbesar internet berusia 13-18 tahun atau disebut Gen-Z sebesar 75,50 persen.
 
 
Hal ini membuat dunia maya tidak hanya menjadikan masyakarat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator. Apalagi saat ini profesi sebagai konten kreator, seperti Youtuber dan Selebgram tengah digandrungi oleh kaum milenial.
 
 
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pun membaca adanya peluang besar terjadinya eksploitasi. Internet dan media sosial bisa menjadi gerbang masuknya anak menjadi korban eksploitasi seksual, sasaran cyberbullying, radikalisme, incaran para predator pedofil, hingga pengaruh konten yang tidak pantas.
 
 
“Anak-anak perlu kita bekali agar bersikap bijak dalam memanfaatkan media sosial. Maka dari itu, kami sangat mendukung pelibatan seluruh lapisan, baik media, komunitas, masyarakat, dan pemerintah untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan bagi perempuan dan anak di Indonesia," ungkap Deputi Bidang Partisipasi Media Kemen PPPA, Indra Gunawan pada kegiatan Festival Media Komunitas 2019 di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (19/10/2019).
 
 
 
 
Perwakilan dari Twitter Indonesia, Agung Yudha mengatakan bahwa dalam mengelola akun media sosial pribadi, selain diberikan pendampingan. Remaja juga perlu diberikan pemahaman agar mereka menjaga akun tersebut layaknya ruang bermain mereka.
 
 
Agung mengatakan masing-masing wadah media sosial punya aturan dan persyaratannya sendiri. Dia mempertanyakan, ketika akan membuat sebuah akun media sosial, apa pernah membaca secara detail aturannya?
 
 
“Pasti mayoritas dari kita langsung ‘klik’ setuju. Padahal, ini sangat bermanfaat bagi keamanan dan privasi akun kita. Hal ini sama seperti menjaga tempat bermain kita. Misalnya, dalam sebuah kolam bola kita tidak diperbolehkan menggunakan sepatu karena demi keamanan dan kenyamanan kita,” terang Agung.
 
 
 
 
Agung juga memberikan tips untuk membuat konten positif dan edukatif. Menurutnya, konten video yang memberikan tips cara membuat sesuatu atau ‘how to’, seperti memasak sangat menarik dan edukatif. Karena hal tersebut bisa ditiru formula atau tekniknya.
 
 
“Konten juga dapat digali dengan humor keseharian serta dikaitkan dengan momen atau hal yang sedang ramai dibicarakan oleh banyak orang,” tuturnya.
 
 
Menariknya, pada sesi dialog bertema “Beradu Konten secara Kreatif di Sosial Media”, dihadirkan pemilik akun Youtube Polisi Motret, Bripka Herman Hadi Basuki. Bintara yang akrab disapa Pak Babin dan sering tampil kocak dalam setiap postingannya, juga ikut berbagi pengalaman menjadi konten kreator secara autodidak.
 
 
“Awal saya membuat konten video adalah untuk mensosialisasikan program kepolisian, namun yang tertarik untuk menonton sangatlah sedikit. Nah, ketika saya iseng membuat konten bersama anak-anak dengan gaya yang santai dan humoris, dalam satu malam sudah dilihat banyak orang hingga mencapai satu juta orang. Padahal, hanya dengan menggunakan kamera handphone,” ungkap anggota Polres Purworejo ini.
 
 
“Maka dari itu, saya terus termotivasi untuk menyampaikan nilai-nilai positif dengan gaya yang natural dan humoris,” cerita Bripka Herman.
 
 
 
 
Bripka Herman juga berpesan kepada para milenial agar terus belajar dan kreatif dalam membuat konten, maka followers akan mengikuti. Walaupun dirinya tidak tahu banyak teknik pengambilan gambar dan edit video, namun secara autodidak terus belajar dan akhirnya bisa.
 
 
“Percuma jika hanya punya alat canggih, namun tidak memiliki ide konten yang kreatif. Ayo adik-adik jadi konten kreator yang kreatif dan edukatif. Belilah followers dengan kreativitasmu!” ajak Bripka Herman.
 
 
Festival Media Komunitas 2019 diselenggarakan oleh Kemen PPPA dan bekerjasama dengan Perkumpulan Masyarakat Peduli Media (MPM) Yogyakarta. Kegiatan ini juga melibatkan Karang Taruna Desa Borobudur, komunitas Konten Kreator, komunitas Blogger, komunitas Vlogger dan Jaringan Radio Komunitas Jawa Tengah.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
11 Nov 2019 / dibaca 166 kali
JAKARTA (BK): Dugaan penyebab partai Nasional Demokrat ( Nasdem) memberi signal keluar dari Koalisi Pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin, coba...
Nasional
11 Nov 2019 / dibaca 157 kali
JAKARTA (BK): Pendaftaran calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2019 resmi dibuka hari ini, Senin (11/11). Pendaftaran dan informasi...
Nasional
09 Nov 2019 / dibaca 1894 kali
JAKARTA (BK): Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI resmi mengumumkan penerimaan calon pegawai negeri sipil...
Nasional
07 Nov 2019 / dibaca 394 kali
MANADO (BK): Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Utara tahun 2020 sebesar Rp. 3.310.723, merupakan kedua terbesar di Indonesia. Urutan...
Nasional
03 Nov 2019 / dibaca 1086 kali
TUNJANGAN  kinerja (tukin) di tiap kementerian memiliki besaran yang beragam. Tentu saja itu menjadi salah satu daya tarik bagi yang...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.