Nasional

Kementerian PPPA dan Polri Sepakat Lindungi Anak dari Tindak Kejahatan

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 03 October 2017 23:02   347 kali
(foto : istimewa)
JAKARTA (BK) : Kementerian Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengapresiasi peran aktif Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap perlindungan anak, dengan dibentuknya unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Ruang Pelayanan Khusus (RPK) di seluruh wilayah Indonesia.
 
 
Namun perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Demikian dikatakan Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu saat menjadi narasumber dalam acara Upaya Penguatan Peran Polri dalam rangka Perlindungan Anak dari Tindak Kejahatan yang diselenggarakan oleh Sekolah Staf dan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg 26 di Aula TMC Polda Metro Jaya, Selasa (3/10/2017).
 
 
“Ada tiga subsistem besar yang harus bekerja bersama untuk melindungi anak dari tindak kekerasan,” ujar Pribudiarta.
 
 
Tiga subsistem yang dimaksud adalah sistem penegakan hukum dengan perspektif terhadap hak anak yang harus dimiliki oleh polisi, jaksa dan hakim. Kedua adalah kesejahteraan sosial dimana setiap anak harus terpenuhi semua hak-haknya, dan ketiga yaitu sistem perilaku pada masyarakat itu sendiri.
 
 
“Untuk itu, penguatan peran Polri dalam melayani Unit PPA harus didukung oleh anggaran, personil yang berkualitas, sarana dan prasarana serta sistem dan metode yang baik,” lanjutnya.
 
 
Dalam Undang Undang Dasar 1945 Pasal 28B ayat 2, dijelaskan bahwa setiap anak mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang. Juga mendapatkan hak perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, serta hak konstitusional atas kelangsungan hidup.
 
 
Namun, pada kenyataannya peran pencegahan terjadinya kekerasan terhadap anak masih belum optimal. Hal ini dilihat berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat pada tahun 2011 yaitu penindakan hanya mampu menyelesaikan 20% permasalahan sosial, termasuk permasalahan kekerasan terhadap anak. Hukuman kekerasan terhadap anak juga tidak dapat menimbulkan efek jera bagi para pelakunya karena dianggap oleh para penegak hukum sebagai hukuman tindak pidana biasa.
 
 
Sementara berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) selama 5 tahun terakhir, mulai dari tahun 2011 dengan total jumlah kekerasan sebanyak 2.178 terus meningkat hingga mencapai 4.309 pada tahun 2015. Namun demikian yang dilaporkan justru jauh lebih sedikit, dibandingkan dengan jumlah sebenarnya.
 
 
“Kementerian PPPA terus melakukan upaya pencegahan sebagai salah satu hal yang paling optimal untuk dilakukan, salah satunya adalah dengan mengedukasi dan menginisiasi masyarakat agar paham terhadap hak-hak anak dan turut mengoptimalkan upaya pencegahan oleh seluruh stakeholder di lingkungan keluarga dan masyarakat,” tutup Pribudiarta.
 
 
Sementara Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Drs. Heri Rudolf Nahak menghimbau kepada seluruh penegak hukum agar memberikan perhatian khusus pada unit PPA serta menerapkan Undang-undang yang sesuai dalam menangani kejahatan kekerasan terhadap anak.
 
 
“Saya berharap penerapan hukum sesuai Undang-undang dapat menimbulkan efek jera terhadap pelaku,” harapnya.
 
 
(humas kemenPPPA/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
13 Aug 2018 / dibaca 150 kali
JAKARTA (BK) : Jumlah korban gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali terus bertambah. Tercatat, hingga Senin...
Nasional
12 Aug 2018 / dibaca 166 kali
LOMBOK (BK) : Memasuki hari ketujuh, penanganan darurat dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan. Data korban terus...
Nasional
11 Aug 2018 / dibaca 139 kali
BANTEN (BK) : Azkia Institute bekerjasama dengan Indonesia Social Justice Network (ISJN) melaksanakan kegiatan yang bertajuk "Social...
Nasional
10 Aug 2018 / dibaca 128 kali
JAKARTA (BK) : Semenjak Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015, Kementerian Agama (Kemenag) melalui...
Nasional
06 Aug 2018 / dibaca 181 kali
MANADO (BK) : Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulut, membuka Posko Aksi Gerakan Kemanusiaan untuk korban bencana gempa bumi Lombok,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.