Nasional

Komunitas Muda harus Jadi Garda Terdepan Cegah KDRT

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 27 April 2018 21:52   140 kali
SAMOSIR (BK) : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menyebut komunitas muda atau yang belum menikah merupakan garda terdepan dalam menghapus Kekerasan di Dalam Rumah Tangga (KDRT). Mengapa?
 
 
“Mereka dalam waktu dekat akan memasuki jenjang kehidupan berumah tangga dan menjadi calon ayah dan ibu. Mata rantai KDRT dapat diputus bila mereka diberikan pemahaman, pengetahuan dan peran yang signifikan dalam penghapusan KDRT,” ujar Menteri saat memberikan sambutan pada Seminar dan Konsultasi Nasional Pimpinan Kristen di Samosir Pagulati, Sumatera Utara, Jumat (27/4/2018).
 
 
Yembise mengatakan ada banyak faktor penyebab terjadinya KDRT. Diantaranya ketidaksiapan calon pengantin, lingkungan keluarga, sosial, budaya dan lainnya. Terkadang juga, KDRT adalah sebuah siklus.
 
 
“Keluarga yang di dalamnya terjadi kekerasan, besar kemungkinan anak-anaknya berpotensi meniru hal yang sama di kemudian hari ketika memiliki keluarga sendiri,” terangnya.
 
 
Untuk itu lanjutnya, upaya preventif sangat penting dilakukan, untuk menghapus segala bentuk kekerasan termasuk dalam keluarga. Menteri pun kemudian mengajak seluruh lapisan masyarakat di kabupaten Samosir untuk menghapus KDRT sejak dini dan menjadikan puncak Peringatan Hari Paskah Nasional Tahun 2018 ini menjadi momentum bagi untuk memperbaiki kualitas keluarga, khususnya kaum nasrani.
 
 
Selain itu, peran institusi keagamaan juga sangat diharapkan untuk ikut terlibat menjaga keharmonisan keluarga. Misalnya melalui kursus calon pengantin, seperti yang dilakukan oleh beberapa gereja, sebagai bekal sebelum kaum muda ini mengarungi kehidupan berumah tangga. Upaya itu ternyata bisa mendorong manajemen konflik dan kesetaraan dalam peran di keluarga sehingga memperkecil terjadinya KDRT.
 
 
”Saya mengapresiasi langkah-langkah gereja tersebut, dan saya harap para pimpinan jemaat juga menyampaikan bahwa keharmonisan keluarga dimulai dari saling menghargai dan menghormati antar pasangan suami istri dan anak. Karena rumah tangga tanpa kekerasan juga mencerminkan kualitas keimanan umat yang baik di mata Tuhan,” pungkas Yohana.
 
 
(Sumber : Publikasi Dan Media Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak)
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
14 Sep 2018 / dibaca 194 kali
BALI (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), telah menetapkan pengendalian rokok sebagai salah satu...
Nasional
10 Sep 2018 / dibaca 199 kali
SURAKARTA (BK) : Komitmen Indonesia untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) mendapat pengakuan dari dunia internasional. Ini setelah...
Nasional
07 Sep 2018 / dibaca 153 kali
RAJA AMPAT (BK) : Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, masuk dalam kabupaten dengan kepemilikan Akta Kelahiran yang rendah dan masuk ke...
Nasional
06 Sep 2018 / dibaca 257 kali
JAKARTA (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) diminta terus meningkatkan kampanye dan sosialisasi...
Nasional
05 Sep 2018 / dibaca 263 kali
MANADO (BK): Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin menggelar kegiatan Sinkronisasi Program dan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.