Nasional

Konflik Agraria Ternyata Berdampak kepada Perempuan dan Anak

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 15 August 2018 23:42   316 kali
Menteri PPPA, Yohana Yembise bersama Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Venetia R. Danes. (foto : ist)
JAKARTA (BK) : Ketimpangan penguasaan lahan hutan antara swasta dengan yang dikelola rakyat, ternyata melahirkan banyak konflik agrarian. Hal ini menjadi perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), karena konflik agrarian ini kemudian berdampak besar bagi perempuan dan anak.
 
 
Dari luas sekitar 42,25 juta hektar hutan yang mendapat ijin usaha, hanya sekitar 4,14% kawasan hutan yang dikuasai masyarakat. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat, dalam tiga tahun terakhir (2015-2017), telah terjadi 1.361 konflik agrarian di Indonesia.
 
 
“Konflik ini melibatkan sedikitnya 652.738 keluarga dengan perempuan dan anak terkena dampak paling besar,” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise pada Diskusi Publik Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dalam Konflik Agraria di Jakarta, Rabu (15/8/2018).
 
 
Menteri mengatakan perempuan dalam kondisi konflik agraria, tak hanya berpotensi berhadapan secara fisik dengan aparat keamanan atau pihak swasta. Namun terkadang kehilangan sumber kehidupan untuk pemenuhan kebutuhan dan ekonomi keluarga.
 
 
“Dampaknya, beban perempuan meningkat sehingga mereka terpaksa bekerja serabutan sambil tetap mengerjakan urusan domestik,” tandas Mama Yo, panggilan Menteri.
 
 
Menurutnya, perempuan berpotensi menjadi sasaran kekerasan akibat problem agrarian, seperti kekerasan hingga penangkapan yang kerap terjadi. Kekerasan ini tentunya menimbulkan dampak yang berbeda dan trauma tersendiri bagi perempuan. Selain itu, dalam upaya penyelesaian konflik, biasanya perempuan dan anak-anak tidak menjadi perhatian penting dan dilibatkan.
 
 
“Bahkan banyak korban perempuan dan anak belum mendapatkan haknya atas perlindungan dan pemberdayaan dalam konflik,” tambah Mama Yo.
 
 
Padahal, lanjut Menteri, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (P3AKS), telah mengamanatkan bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah upaya pencegahan dan penanganan dari segala bentuk tindak kekerasan dan pelanggaran hak asasi perempuan dan anak.
 
 
Juga memberikan layanan kebutuhan dasar dan spesifik perempuan dan anak dalam penanganan konflik, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan penanganan konflik. Namun penerapannya dikatakan Menteri masih belum maksimal, sehingga memicu ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender.
 
 
Menteri mengatakan konflik agraria jangan dilihat sebagai konflik pedesaan atau konflik perkotaan. Namun sebagai masalah kita bersama. Lanjutnya, tanah air Indonesia adalah warisan untuk generasi penerus.
 
 
“Saya harapkan diskusi publik ini akan mendalam untuk melihat masalah perempuan dan mendorong hak-hak perempuan terpenuhi dalam konflik sosial khususnya di bidang agraria. Hasil diskusi nanti dapat menjadi referensi bagi pemerintah pusat hingga daerah untuk diharmonisasikan kedalam kebijakan,” jelas Menteri Yohana.
 
 
Diskusi publik ini selain bertujuan untuk mempromosikan peran perempuan sebagai agen perubahan dalam penyelesaian konflik agrarian dan menyusun upaya-upaya inovatif. Selain itu juga untuk mendorong pengkajian ulang dan harmonisasi kebijakan pusat hingga daerah agar berperspektif gender, terutama dalam pertanahan sebagai bentuk perhatian terhadap program reforma agraria yang diusung Presiden Joko Widodo tahun 2014.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 558 kali
MANADO (BK) : Sesosok wanita berhijab terlihat memegang sapu di antara ribuan orang yang sedang melaksanakan aksi bersih-bersih di pantai...
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 114 kali
MANADO (BK) : Istri Kapolri, Tri Tito Karnavian menandatangani Deklarasi Mewujudkan Laut Bersih Laut Indah Menuju Indonesia Bersih di Manado,...
Nasional
23 Feb 2019 / dibaca 133 kali
MANADO (BK) : Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey memimpin apel memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019. Kegiatan...
Nasional
20 Feb 2019 / dibaca 138 kali
MANADO (BK) : 2 kapal perang milik Jepang, JS Inazuma dan JS Kashima bakal singgah di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada 14...
Nasional
15 Feb 2019 / dibaca 81 kali
JAKARTA (BK) : Adanya pernyataan mengenai kebocoran anggaran sebesar 25 persen di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.