Nasional

Kota Layak Anak Dapat Pengakuan Dunia

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 10 September 2018 16:49   165 kali
Menteri Yohana Yembise dan Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, bertukar cenderamata. (foto : ist)
SURAKARTA (BK) : Komitmen Indonesia untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) mendapat pengakuan dari dunia internasional. Ini setelah Kota Surakarta terpilih menjadi tuan rumah Colombo Plan, pertemuan negara-negara Asia-Pasifik untuk memperkuat pembangunan ekonomi dan sosial, akan berlangsung, Senin hingga Jumat (10-14/9/2018).
 
 
Colombo Plan tahun ini bertema Sharing Best Practices on The Implementation of Child Friendly City in Indonesia. Pada pertemuan ini, Indonesia berbagi pengalaman terkait komitmen pemerintah dalam memenuhi hak-hak anak dan melindunginya dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi dan perlakuan salah melalui sistem pembangunan berbasis hak anak yang dikenal dengan KLA.
 
 
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Yohana Yembise yang membuka pertemuan itu mengatakan, dipilihnya Kota Surakarta karena berdasarkan hasil evaluasi KLA 2018, memperoleh kategori tertinggi KLA Utama. KLA merupakan perwujudan suatu kabupaten/kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak.
 
 
“Sistem ini dilakukan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, media dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan yang ditujukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak,” ujar Menteri.
 
 
Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, sekaligus koordinator pelaksanaan KLA di Indonesia, Lenny N. Rosalin mengatakan, demi mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak memang dibutuhkan sinergi lintas bidang pembangunan, lintas kementerian/lembaga, dan lintas daerah. Oleh karenanya, penanganan yang holistik dan integratif sangatlah penting, termasuk pelibatan dan kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan.
 
 
“Koordinasi antar pemangku kepentingan, mulai dari tingkat nasional, hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan kota yang tidak hanya layak anak, tapi juga berkelanjutan, selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs),” sebutnya.
 
 
Menurutnya, KLA telah dirintis sejak 2006. Pada tahun 2010, KLA direvitalisasi untuk lebih dipercepat capaiannya dan terinternalisasi ke seluruh pelosok tanah air. “Hingga Juli 2018, dari 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia, terdapat 389 kabupaten/kota yang menginisiasi untuk mewujudkan KLA,” terang Rosalin.
 
 
Untuk memperoleh kategori KLA Utama, Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, usaha pertama adalah membentuk Forum Anak dimulai dari tingkat kelurahan hingga tingkat kota. Forum Anak yang didirikan juga telah mengikuti Musrenbang, baik di tingkat Kelurahan maupun tingkat Kota.
 
 
Selanjutnya, usaha kedua dengan membangun Taman Cerdas dari tingkat kelurahan. Sedangkan yang ketiga dengan mendirikan Sekolah Keluarga untuk memberikan pemahaman kepada para keluarga mengenai cara mendidik anak dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama mengenai 4 hak anak, yakni hak untuk hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partisipasi.
 
 
“Kami juga sudah mendirikan Radio Anak, namun saat ini sedang menunggu perizinan frekuensi dari Kementerian Kominfo. Melalui radio anak, masyarakat bisa mendengar anak-anak menjadi penyiar radio dan menikmati lagu-lagu anak,” jelas Rudyatmo.
 
 
“Kami juga mendukung agar kawasan pemerintah menjadi bebas rokok, termasuk ruangan pelayanan yang bebas rokok. Semua fasilitas kesehatan, terutama Puskesmas juga harus ramah anak,” tambah Walikota.
 
 
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemen PPPA bekerjasama dengan Kementerian Sekretariat Negara RI dan Colombo Plan Secretariat. Terdapat 11 negara anggota yang hadir sebagai peserta, diantaranya Indonesia, Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Fiji, Laos, Malaysia, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka.
 
 
Dalam kegiatan ini, peserta juga akan diberi kesempatan untuk melihat secara langsung tentang bentuk-bentuk implementasi KLA di Kota Surakarta, seperti partisipasi anak oleh Forum Anak, Sekolah Ramah Anak (SRA), Puskesmas Ramah Anak (PRA), Pusat Kreativitas Anak di tingkat kampung dalam bentuk Taman Cerdas, dan lain-lain.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
13 Aug 2018 / dibaca 147 kali
JAKARTA (BK) : Jumlah korban gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali terus bertambah. Tercatat, hingga Senin...
Nasional
12 Aug 2018 / dibaca 153 kali
LOMBOK (BK) : Memasuki hari ketujuh, penanganan darurat dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan. Data korban terus...
Nasional
11 Aug 2018 / dibaca 139 kali
BANTEN (BK) : Azkia Institute bekerjasama dengan Indonesia Social Justice Network (ISJN) melaksanakan kegiatan yang bertajuk "Social...
Nasional
10 Aug 2018 / dibaca 127 kali
JAKARTA (BK) : Semenjak Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015, Kementerian Agama (Kemenag) melalui...
Nasional
06 Aug 2018 / dibaca 181 kali
MANADO (BK) : Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulut, membuka Posko Aksi Gerakan Kemanusiaan untuk korban bencana gempa bumi Lombok,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.