Nasional

Lombok Timur Diterjang Banjir Bandang

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 20 November 2017 01:12   139 kali
Salah satu lokasi terdampak banjir di Lombok Timur, NTB. (FOTO : IST)
LOMBOK (BK) : Hujan dengan intensitas tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mendatangkan bencana. 15 desa di empat kecamatan yang berada di Kabupaten Lombok Timur diterjang banjir bandang, Sabtu (18/11/2017) sore.
 
 
Banjir bandang disebabkan oleh dua buah embung di bagian bawah Bendungan Pandandure meluap. 2 orang meninggal dunia dan 367 rumah rusak. Banjir juga merendam lahan pertanian milik warga.
 
 
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya menyebut 4 kecamatan yang diterjang banjir bandang adalah Kecamatan Keruak, Jerowaru, Sakra dan Kecamatan Sakra Barat.
 
 
Sedangkan banjir dengan daerah terparah adalah Kecamatan Seruak yang meliputi 10 desa, yaitu Desa Setungkeplingsar, Selebung Ketangge, Ketapang Raya, Ketangge Jeraeng, Batu Putik, Sepit, Senyiur, Mendana Raya, Batu Rampes, dan Bintang Oros.
 
 
“Selain rumah dan lahan, banjir juga merusak fasilitas umum seperti jembatan dan masjid,” tulis Sutopo, Minggu (19/11/2017).
 
 
Banjir juga menyebabkan 643 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 2.280 jiwa terdampak langsung. Dua korban yang meninggal dunia adalah Wasila Cantika (9) karena tertimpa bangunan roboh, serta Rozi Gozali (16) yang hanyut terbawa banjir.
 
 
“Kedua korban sudah ditemukan oleh petugas SAR,” katanya.
 
 
Adapun area yang terdampak banjir bandang cukup luas dan menyebar. Luapan air dan lumpur menggenangi akses jalan. Meski informasi terakhir sebagian banjir bandang sudah surut, tapi hujan masih sering turun.
 
 
Warga di Desa Selebung bahkan harus mengungsi ke rumah tetangga yang berlantai 2 dan aman dari banjir. Sedangkan warga Desa Ketapang Raya harus dievakuasi ke Gedung Serba Guna Kantor Camat Keruak.
 
 
“Akses jalan dari Desa Sepit menuju Desa Lekor Kabupaten Lombok Tengah juga ditutup sementara akibat air menggenangi jalan raya sedangkan jalan dari Desa Sepit ke Desa Batu Putik juga ditutup akibat jembatan yang terkikis,” terang Sutopo.
 
 
Sementara itu, BPBD Lombok Timur bersama Polres Lombok Timur, Brimob Sub Den B, Kodim 1615, Satpol PP, SAR,  dan relawan masih melakukan evakuasi terhadap masyarakat maupun barang-barang milik warga ke tempat yang lebih aman. Bantuan juga didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
 
 
Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur bahkan telah berada di lokasi banjir memimpin penanganan darurat. Untuk Posko Tanggap Darurat dipusatkan di Kantor Camat Keruak.
 
 
“Bupati telah menunjuk Kepala BPBD sebagai komandan tanggap darurat, dengan masa tanggap darurat ditetapkan selama 7 hari sejak 18 November 2017,” jelas Sutopo.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
23 Sep 2017 / dibaca 203 kali
MANADO (BK) : Fenomena Equinox akan terjadi di Indonesia, Sabtu 23 September 2017. Masyarakat diimbau tak banyak beraktivitas di luar rumah...
Nasional
22 Sep 2017 / dibaca 300 kali
JAKARTA (BK): Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) Sulawesi Utara, Jopie Komaling mengatakan,...
Nasional
21 Sep 2017 / dibaca 211 kali
MANADO (BK): Amanat Kongres Perdana Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), 22 Agustus 2017 di Jakarta, maka diumumkan stuktur kepengurusan...
Nasional
11 Sep 2017 / dibaca 229 kali
MANADO (BK) : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar kegiatan bertajuk Forum Komunikasi Wartawan di Hotel Mercure Manado...
Nasional
04 Sep 2017 / dibaca 181 kali
PANGKALPINANG (BK): Peristiwa bendera merah-putih terbalik dalam perlehatan Sea Games XXIX, Kuala Lumpur, Malaysia benar-benar melukai Bangsa...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.