Nasional

‘Mama Yo’ Gaungkan Kesetaraan Gender di Asmat Papua

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 19 May 2018 21:00   449 kali
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise berdialog dengan salah satu pasien RS UD Agats Asmat Papua. (foto : ist)
PAPUA (BK) : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menggaungkan kesetaraan gender pada kunjungan kerjanya di Kabupaten Asmat Provinsi Papua, Kamis (17/5/2018) lalu.
 
 
Ada tiga tempat yang dikunjungi, salah satunya gedung Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Asmat yang berada di pusat kota Agats. Menteri berujar akan menjalankan program berkelanjutan bagi warga Asmat, khususnya perempuan dan anak.
 
 
“Kami bangga dengan ibu ibu yang hadir disini, kami akan terus melindungi perempuan yang ada di Indonesia, tumbuh kembang anak dan hak anak tanpa diskriminasi dari Sabang sampai Merauke,” tegas Mama Yo, panggilan Menteri Yohana di tanah kelahirannya itu.
 
 
Masih dalam sambutannya, menteri mengatakan ada 17 indikator yang harus menjadi konsern pada Sustainable Development Goals (SDG’s) atau pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional. Salah satunya adalah indikator yang ke-5 yaitu kesetaraan.
 
 
“Perempuan diharapkan bisa sejalan dan setara dengan laki laki sehingga image perempuan tidak hanya sebatas pada urusan domestik saja namun sebagai bagian terpenting di dalam pembangunan sebuah Negara,” ujarnya.
 
 
Menteri Yohana juga menegaskan bahwa urusan terkait perempuan dan anak merupakan urusan wajib daerah sesuai dengan Undang- Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
 
 
“Jadi setiap Kepala Daerah punya tanggung jawab untuk memberikan perhatian untuk perlindungan perempuan dan anak serta pemberdayaan perempuan demi keluarga dan pembangunan Negara,” pungkas Mama Yo.
 
 
Hal senada diungkapkan oleh Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanto yang menyebut jika perempuan Papua dulunya merasa tidak sanggup untuk setara dengan laki-laki, kini perempuan dan laki laki harus saling melengkapi satu sama lain.
 
 
“Perempuan Papua kini lebih bersemangat untuk memajukan ekonominya sehingga kesetaraan demi kemajuan negara akan terlaksana,” jelas Thomas.
 
 
Menteri Yohana sebelumnya disambut puluhan warga yang berjejer di pinggir Pelabuhan Asmat Papua. Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanto kemudian menyematkan Piyiwi atau sejenis ikat kepala dari bulu kasuari kepada menteri sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara dan merupakan prosesi sakral di Kabupaten Asmat.
 
 
Pada kunjungan kerjanya itu, Mama Yo memberikan pelatihan mengolah makanan untuk meningkatkan gizi massyarakat seperti sinole, sanusep isi ikan, ulat sagu, papeda, sagu opom dan lain sebagainya.
 
 
Mama Yo juga berdialog dengan perempuan-perempuan gereja dan bermain simulasi pembangunan ketahanan keluarga di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) untuk konseling pengasuhan anak pada masing masing pasangan keluarga dan ditutup dengan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah Agats.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
14 Sep 2018 / dibaca 194 kali
BALI (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), telah menetapkan pengendalian rokok sebagai salah satu...
Nasional
10 Sep 2018 / dibaca 199 kali
SURAKARTA (BK) : Komitmen Indonesia untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) mendapat pengakuan dari dunia internasional. Ini setelah...
Nasional
07 Sep 2018 / dibaca 153 kali
RAJA AMPAT (BK) : Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, masuk dalam kabupaten dengan kepemilikan Akta Kelahiran yang rendah dan masuk ke...
Nasional
06 Sep 2018 / dibaca 257 kali
JAKARTA (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) diminta terus meningkatkan kampanye dan sosialisasi...
Nasional
05 Sep 2018 / dibaca 263 kali
MANADO (BK): Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin menggelar kegiatan Sinkronisasi Program dan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.