Nasional

Palapa Ring, Proyek KPBU untuk Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 18 January 2019 17:55   400 kali
TAHUNA (BK) : Membangun dari pinggiran serta menyatukan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bagian dari pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Salah satu diantaranya adalah mega proyek Palapa Ring.
 
 
Palapa Ring adalah membangun infrastruktur fiber optik sebagai tulang punggung jaringan komunikasi. Proyek bernilai Rp1,38 triliun merupakan pembangunan jaringan kabel serat optik sepanjang 2.995 kilometer yang melintasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Maluku Utara (Malut).
 
 
“Proyek ini terdiri atas kabel darat sepanjang 1.326,22 km kabel darat dan 1,787,06 km kabel laut,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani pada pelaksanaan Signal Test Palapa Ring Tengah di Tahuna, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulut, Jumat (18/1/2019).
 
 
Menkeu mengatakan proyek Palapa Ring dibangun dengan Skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema ini terbukti efektif untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur tanpa harus terkendala keterbatasan APBN ataupun berhutang.
 
 
“Membangun infrastruktur sekarang ini bukan hanya dari APBN tapi juga memanfaatkan skema yang ada. Kami memanfaatkan kebijakan dan instrumen fiskal yang ada untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur,” katanya.
 
 
Menkeu mengatakan, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PPI) menjadi kebijakan Kementerian dan Pemerintah Daerah untuk mengejar pembangunan infrastruktur. BUMN yang berada di bawah Kemenkeu inilah yang memberikan jaminan pemerintah terhadap proyek KBPU.
 
 
 
 
Terminal Station Palapa Ring Paket Tengah Tahuna. (foto : detikInet)
 
 
Penjaminan dari PT. PII, lanjut Menteri, memberikan kepastian untuk pembayaran. Adanya kepastian pembayaran membuat pihak swasta juga bisa lebih nyaman dalam ikut serta membangun infrastruktur.
 
 
“Kalau harus menunggu kemampuan APBN, itu artinya harus menunggu sampai 15 tahun untuk bisa mewujudkan proyek ini. Dengan adanya KPBU dan penjaminan dari PII, sekarang ini sudah bisa diwujudkan dan dirasakan manfaatnya. Ini merupakan wujud Nawa Cita membangun seluruh pelosok negeri,” jelas Sri Mulyani.
 
 
“Kemenkeu sendiri sudah bisa merasakan manfaat dari kehadiran akses internet cepat ini. Saat ini pelayanan pajak di Kepulauan Sangihe bisa terkoneksi langsung dengan pusat di Jakarta,” pungkas wanitayang pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.
 
 
Sementara Direktur Utama PT. PII, Armand Hermawan menyebut beroperasinya proyek Palapa Ring Tengah, telah menghadirkan akses internet cepat di 17 Kabupaten/Kota di 4 Provinsi. Proyek yang dibangun dengan skema KPBU ini, mendapatkan penjaminan selama 15 tahun, terhitung mulai operasi Januari 2019.
 
 
Proyek ini, katanya, merupakan proyek kedua di bidang telekomunikasi yang sudah beroperasi dan mendapatkan penjaminan pemerintah melalui PT. PII. Proyek dengan skema KPBU dalam membangun infrastruktur sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan bahkan menjangkau sampai ke pulau terluar di Indonesia.
 
 
“Kami bekerja sesuai visi dan misi perusahaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur negeri, khususnya di titik-titik terluar, terpencil dan terdepan di Indonesia,” katanya.
 
 
Dia berharap, kehadiran sambungan internet di Kepulauan Sangihe ini dapat memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat, termasuk mendukung aktivitas pemerintahan, pemerataan pendidikan, bahkan menggerakkan roda perekonomian bagi wilayah-wilayah potensial.
 
 
“Beroperasinya Palapa Ring Tengah ini telah membuat Puskesmas bisa terhubung langsung dengan RS Rujukan, begitu juga dengan pengembangan pendidikan. Sebab, kesehatan dan pendidikan merupakan fokus utama pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang baik,” tegasnya.
 
 
Sebagai informasi, proyek yang merupakan salah satu wujud Nawa Cita membangun seluruh pelosok negeri ini, memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps. Pembangunan Palapa Ring dilakukan dengan skema KPBU atau Public Private Partnership (PPP). 
 
 
Pembiayaan proyek ini dilakukan dengan skema availability payment yang memungkinkan pemerintah mengganti modal yang ditanamkan investor setelah proyek beroperasi. Dalam hal ini, pemerintah menggunakan dana universal service obligation (USO) atau 1,25% dari pendapatan perusahaan telekomunikasi.
 
 
Pelaksanaan Signal Test Palapa Ring Tengah di Tahuna, Kabupaten Sangihe ini dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Bupati Sangihe Jabes Gaghana dan jajaran pemerintah Kabupaten Sangihe.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
16 Aug 2020 / dibaca 3717 kali
Jakarta (BK) : Jumat kemarin Presiden Joko Widodo menyampaikan dua pidato dalam rangka Sidang tahunan MPR RI dan Sidang Tahunan Bersama DPR...
Nasional
08 Aug 2020 / dibaca 383 kali
Komandan Lanud Sam Ratulangi Kolonel Pnb Abram Tumanduk yang didampingi Ketua PIA Ardhya Garini, Lidya Abram Tumanduk, mengikuti video...
Nasional
06 Aug 2020 / dibaca 875 kali
Pesawat intai milik TNI AU, Boeing AI7303 tiba di Lanud Sam Ratulangi Manado. (foto: Serda Ridwan)       MANADO...
Nasional
02 Jul 2020 / dibaca 398 kali
Ketua IMIPA Cabang Tondano, John Romeo Bame dan Komisioner KPU Provinsi Sulut, Lanny Ointoe. (foto: istimewa)      ...
Nasional
01 Jul 2020 / dibaca 347 kali
Penyerahan bantuan sembako kepada mahasiswa asal Papua di Tondano yang terdampak Covid-19. (foto: istimewa)      ...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2021 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.