Nasional

PATBM Wujudkan Internet Aman untuk Anak

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 10 July 2018 22:32   251 kali
BANDUNG (BK) : Meminimalisir dampak negatif konten digital, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengadakan Pelatihan TEM@N Anak (Internet Aman untuk Anak). Kementerian menggandeng Google Indonesia dan ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking Of Children For Sexual Purposes) Indonesia dalam pelatihan itu.
 
 
Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi Kementerian PPPA, Valentina Gintings dalam pelatihan itu mengatakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) merupakan garda terdepan bagi Pemerintah untuk mengatasi permasalahan kekerasan pada anak. Salah satunya terkait pornografi yang berbasis digital.
 
 
“Dari data dan fakta yang ada, tidak ada lagi daerah yang bebas atau steril dari isu kejahatan terhadap anak, baik yang disebabkan oleh pornografi online, prostitusi online, ataupun cybercrime,” ujar Gintings.
 
 
Dalam hal ini, katanya, PATBM mengetahui permasalahan yang ada di akar rumput dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga dapat menjadi agen bagi Pemerintah untuk meminimalisir dampak pornografi bagi anak-anak.
 
 
Berdasarkan survey yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2017, sebesar 65,34 persen anak usia 9 sampai dengan 19 tahun telah memiliki smartphone. Kondisi ini menjadi semakin mengkhawatirkan karena membuka peluang bagi anak untuk terpapar pornografi.
 
 
Faktanya, hasil survey yang dilakukan oleh Kementerian PPPA bekerjasama dengan Katapedia, terdapat paparan pornografi sebanyak 63.066 melalui Google, Instagram dan news online lainnya. Sementara, data dari unit Cybercrime Bareskrim POLRI pada 2017, ada 435.944 ip address yang mengupload dan mengunduh konten pornografi anak.
 
 
“Kita semua menyadari bahwa anak adalah generasi harapan masa depan bangsa, apalagi Indonesia diprediksi pada tahun 2020 sampai dengan 2030 akan menghadapi bonus demografi dimana jumlah usia produktif mencapai 70 persen,” terang Gintings.
 
 
Oleh karena itu, Ginting menyebut negara harus hadir dalam perlindungan anak dengan mewujudkan  karya nyata, mulai dari melahirkan kebijakan-kebijakan terkait Perlindungan Anak yang benar-benar responsif terhadap pemenuhan hak anak dan bersifat implementatif.
 
 
Dalam Pelatihan TEM@N Anak, para peserta Fasilitator PATBM, Guru, Perwakilan Dinas dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) diberikan pemaparan mengenai peraturan perundang–undangan terkait Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pornografi, manfaat positif penggunaan internet bagi anak, serta pendekatan ke masyarakat untuk menerapkan internet yang aman bagi anak.
 
 
Peserta juga mendapatkan informasi mengenai Best Practices (pengalaman terbaik) Pemerintah Kota Bandung dalam penerapan Bandung Command Center.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
09 May 2018 / dibaca 438 kali
BIAK NUMFOR (BK) : Desa Manswam Kabupaten Biak Numfor, menjadi salah satu daerah di Provinsi Papua yang perempuannya masih kurang aktif dan...
Nasional
08 May 2018 / dibaca 202 kali
TANGERANG (BK) : Rapat Koordinasi Teknik (Rakortek) Perlindungan Hak Perempuan di Tangerang Banten, berakhir. Sejumlah rekomendasi berhasil...
Nasional
07 May 2018 / dibaca 140 kali
TANGERANG (BK) : Satu dari tiga perempuan usia 15 - 64 tahun atau sekitar 28 juta orang, pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan...
Nasional
07 May 2018 / dibaca 134 kali
JAKARTA (BK): Pemerintah telah menetapkan penyesuaian Hari Cuti Bersama Idul Fitri melalui SKB 3 Menteri yang ditetapkan tanggal 18 April...
Nasional
04 May 2018 / dibaca 145 kali
YOGYAKARTA (BK) : Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Permen PPPA) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Industri Rumahan,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.