Nasional

PATBM Wujudkan Internet Aman untuk Anak

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 10 July 2018 22:32   364 kali
BANDUNG (BK) : Meminimalisir dampak negatif konten digital, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengadakan Pelatihan TEM@N Anak (Internet Aman untuk Anak). Kementerian menggandeng Google Indonesia dan ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking Of Children For Sexual Purposes) Indonesia dalam pelatihan itu.
 
 
Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi Kementerian PPPA, Valentina Gintings dalam pelatihan itu mengatakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) merupakan garda terdepan bagi Pemerintah untuk mengatasi permasalahan kekerasan pada anak. Salah satunya terkait pornografi yang berbasis digital.
 
 
“Dari data dan fakta yang ada, tidak ada lagi daerah yang bebas atau steril dari isu kejahatan terhadap anak, baik yang disebabkan oleh pornografi online, prostitusi online, ataupun cybercrime,” ujar Gintings.
 
 
Dalam hal ini, katanya, PATBM mengetahui permasalahan yang ada di akar rumput dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga dapat menjadi agen bagi Pemerintah untuk meminimalisir dampak pornografi bagi anak-anak.
 
 
Berdasarkan survey yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2017, sebesar 65,34 persen anak usia 9 sampai dengan 19 tahun telah memiliki smartphone. Kondisi ini menjadi semakin mengkhawatirkan karena membuka peluang bagi anak untuk terpapar pornografi.
 
 
Faktanya, hasil survey yang dilakukan oleh Kementerian PPPA bekerjasama dengan Katapedia, terdapat paparan pornografi sebanyak 63.066 melalui Google, Instagram dan news online lainnya. Sementara, data dari unit Cybercrime Bareskrim POLRI pada 2017, ada 435.944 ip address yang mengupload dan mengunduh konten pornografi anak.
 
 
“Kita semua menyadari bahwa anak adalah generasi harapan masa depan bangsa, apalagi Indonesia diprediksi pada tahun 2020 sampai dengan 2030 akan menghadapi bonus demografi dimana jumlah usia produktif mencapai 70 persen,” terang Gintings.
 
 
Oleh karena itu, Ginting menyebut negara harus hadir dalam perlindungan anak dengan mewujudkan  karya nyata, mulai dari melahirkan kebijakan-kebijakan terkait Perlindungan Anak yang benar-benar responsif terhadap pemenuhan hak anak dan bersifat implementatif.
 
 
Dalam Pelatihan TEM@N Anak, para peserta Fasilitator PATBM, Guru, Perwakilan Dinas dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) diberikan pemaparan mengenai peraturan perundang–undangan terkait Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pornografi, manfaat positif penggunaan internet bagi anak, serta pendekatan ke masyarakat untuk menerapkan internet yang aman bagi anak.
 
 
Peserta juga mendapatkan informasi mengenai Best Practices (pengalaman terbaik) Pemerintah Kota Bandung dalam penerapan Bandung Command Center.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
12 Dec 2018 / dibaca 201 kali
JAKARTA (BK) : Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho meraih penghargaan The Most Inspirational ASN 2018....
Nasional
09 Dec 2018 / dibaca 108 kali
PAPUA (BK): Aparat masih terus mencari pekerja proyek di jalur  Trans Papua korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di...
Nasional
07 Dec 2018 / dibaca 185 kali
MANADO (BK) : Danlantamal VIII, Laksamana Pertama TNI Gig Jonlas Mozes Sipasulta menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Bupati...
Nasional
07 Dec 2018 / dibaca 116 kali
MANOKWARI (BK):   Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu, menghadiri Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)...
Nasional
04 Dec 2018 / dibaca 168 kali
JAKARTA (BK): DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) meminta aparat hukum mengusut kekayaan mantan Presiden RI, Soeharto yang diduga...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.