Nasional

Pemerintah Gerak Cepat, Bantuan Logistik dan Peralatan Dikirim ke Lombok

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 06 August 2018 14:59   185 kali
foto : express.co.uk
MATARAM (BK) : Pemerintah pusat bergerak cepat untuk penanganan pasca gempa bumi 7 SR, di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/2018) pukul 19.46 WITA.
 
 
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan 21 ton bantuan logistik dan peralatan. 2 helikopter juga diperbantukan untuk penanganan darurat.
 
 
Sedangkan TNI memberangkatkan 3 pesawat Hercules C-130 untuk mengirim satgas kesehatan dengan membawa obat-obatan, logitik, tenda, dan alat komunikasi. KRI dr. Suharso diberangkatkan dari Surabaya ke Lombok untuk dukungan kapal rumah sakit.
 
 
Basarnas juga mengirimkan personil, helikopter, kapal dan peralatan untuk menambah kekuatan operasi SAR. Polri mengirimkan personil, tenaga medis dan obat-obatan dan 2 unit helikopter.
 
 
Sementara Kementerian Pariwisata mengaktivasi Tim Crisis Center untuk memantau kondisi wisatawan. Kemudian Kementerian Pu Pera menggerakkan alat berat, menambah air bersih dan sanitasi. Kementerian/Lembaga dan NGO mengirimkan personil dan bantuan.
 
 
Saat ini, kebutuhan mendesak bagi warga terdampak bencana gempa bumi adalah permakanan khususnya makanan siap saji, air mineral, air bersih, tenda, terpal, tikar, selimut, pakaian, makanan penambah gisi. Juga layanan trauma healing, dapur umum, obat-obatan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
 
 
TIM SAR Gabungan terus menyisir daerah-daerah terdampak gempa untuk melakukan evakuasi, penyelamatan dan pertolongan kepada korban gempa 7 SR di Provinsi NTB. Data sementara hingga Senin (6/8/2018) pukul 11.00 WITA, tercatat 91 orang meninggal dunia, 209 orang luka-luka, ribuan jiwa masyarakat mengungsi dan ribuan rumah rusak.
 
 
Diperkirakan jumlah korban dan kerusakan akibat dampak gempa akan terus bertambah. Pendataan masih terus dilakukan oleh aparat.
 
 
Dari 91 orang meninggal dunia terdapat di Kabupaten Lombok Utara 72 orang, Kota Mataram 4 orang, Lombok Timur 2 orang, Lombok Tengah 2 orang, Lombok Barat 9 orang dan Bali 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.
 
 
Semua korban meninggal dunia adalah warga negara Indonesia. Belum adanya laporan wisatawan yang menjadi korban akibat gempa.
 
 
Daerah Lombok Utara paling parah terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa. Kerusakan rumah dan bangunan terjadi luas.
 
 
Rumah-rumah di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur yang sebelumnya hanya rusak ringan diguncang gempa 6,4 SR pada Minggu (29/7/2018), pekan lalu, menjadi rusak berat dan roboh akibat guncangan gempa 7 SR.
 
 
Berdasarkan laporan petugas di Kabupaten Lombok Utara, perkiraan kerusakan rumah di berbagai kecamatan seperti Kecamatan Bayan, Kecamatan Kayangan, Kecamatan Gangga, KecamatanTanjung dan Kecamatan Pemenang mencapai lebih dari 50 persen. Artinya banyak rumah yang rusak. Kerusakan rumah masih bisa bertambah karena masih dilakukan pendataan.
 
 
Ribuan pengungsi tersebar di banyak tempat, dan belum semuanya memperoleh bantuan. Pengungsi masih berada di lapangan dan di halaman rumahnya sebagai pengungsi mandiri.
 
 
Penanganan terkendala beberapa hal yaitu terbatasnya alat berat, luasnya daerah yang terdampak. Listrik masih belum menyala di sebagian Lombok Utara dan Lombok Timur, saluran komunikasi mati, rusaknya jembatan di tiga tempat yaitu jembatan Tampes, jembatan Lokok Tampes dan jembatan Luk, menyebabkan aksesibilitas terganggu, terbatasnya ketersediaan logistik dan lainnya.
 
 
Upaya penanganan terus dilakukan dengan memperpanjang Masa Tanggap Darurat penanganan dampak gempa hingga 11 Juli 2018, baik di Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur. (sumber : BNPB).
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
14 Sep 2018 / dibaca 194 kali
BALI (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), telah menetapkan pengendalian rokok sebagai salah satu...
Nasional
10 Sep 2018 / dibaca 199 kali
SURAKARTA (BK) : Komitmen Indonesia untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) mendapat pengakuan dari dunia internasional. Ini setelah...
Nasional
07 Sep 2018 / dibaca 153 kali
RAJA AMPAT (BK) : Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, masuk dalam kabupaten dengan kepemilikan Akta Kelahiran yang rendah dan masuk ke...
Nasional
06 Sep 2018 / dibaca 257 kali
JAKARTA (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) diminta terus meningkatkan kampanye dan sosialisasi...
Nasional
05 Sep 2018 / dibaca 265 kali
MANADO (BK): Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin menggelar kegiatan Sinkronisasi Program dan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.