Nasional

Turunkan Angka Kemiskinan, Kemensos Bidik KUBE Desa Pesisir

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 05 September 2018 10:46   276 kali

MANADO (BK): Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin menggelar kegiatan Sinkronisasi Program dan Anggaran Dekonsentrasi Tahun 2018 Direktorat Penanganan Fakir Miskin Pulau-pulau Kecil (PPK) dan Perbatasan Antar Negara (PAN). Kegiatan bersama 11 provinsi ini berlangsung di Manado, Selasa (4/9/2018) malam tadi.

 

Sosialisasi program ini difokuskan pada program Kemensos yang berkaitan dengan pemberdayaan untuk mendukung program penurunan angka kemiskinan.

 

"Nanti ada kegiatan-kegiatan dekonsentrasi yang kita harus pastikan sinergitasnya antara pusat dan daerah," ujar Direktur Penanganan Fakir Miskin, PPK dan PAN, Abdul Hayat.

 

Abdul menyebut salah satu program pemberdayaan di wilayah III, dilakukan dengan mengarah kepada pengelompokan di desa-desa pesisir. Kelompok-kelompok ini nantinya dikonsentrasikan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

 

"Tentunya kita berharap di desa-desa wilayah pesisir, kita akan sentuh dengan kegiatan-kegiatan bagaimana meningkatkan income masyarakat di daerah itu," terangnya.

 

Dijelaskan Abdul, untuk anggaran tahun 2019, Kemensos menyiap Rp20 miliar. Dengan anggaran rata-rata per KPM Rp2,5 juta dan kalau dikelompokkan antara Rp20 juta sampai Rp25 juta.

 

"Kita berharap semua kabupaten di wilayah III sebanyak 182 kabupaten/kota itu bisa disentuh oleh pemberdayaan KUBE ini," jelasnya.

 

Untuk program 2018, lanjut Abdul, saat ini sementara berjalan dan tinggal melakukan proses evaluasi untuk mengambil keputusan soal program apa yang lebih efektif lagi untuk penurunan angka kemiskinan.

 

Abdul mengatakan untuk program ini nantinya akan menyesuaikan dengan kegiatan atau program yang terdapat di Bappeda di daerah setempat. Sebab, ujarnya, di situ ada skala prioritas pembangunan daerah.

 

"Kita berharap kegiatan daerah itu harus sinkron dengan kegiatan pusat. Katakanlah (kegiatan) ini harus mendukung kegiatan daerah. Begitu juga sebaliknya, kegiatan daerah harus mendukung kegiatan pusat," paparnya.

 

Dengan begitu, katanya, tidak ada program yang melenceng atau berlainan. Misalnya perencanaan di pusat A kemudian di daerah Z.

 

"Pasti enggak akan ketemu. Sementara tugas kita hanya satu, bagaimana mengeroyok kemiskinan supaya angka kemiskinan bisa menurun," tegasnya.

 

Untuk target sendiri, Abdul berharap angka kemiskinan di wilayah pesisir tidak melibihi angka kemiskinan nasional di wilayah III sebesar 9,82 persen.

 

(bk-8)

Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
27 Oct 2018 / dibaca 186 kali
JAKARTA (BK) : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk waspada terhadap adanya peningkatan hujan di...
Nasional
24 Oct 2018 / dibaca 206 kali
JAKARTA (BK) : Presiden Joko Widodo akan bergabung dengan 28 ribu pemuda untuk membacakan ikrar Sumpah Pemuda pada peringatan Hari Sumpah...
Nasional
17 Oct 2018 / dibaca 188 kali
JAKARTA (BK): PT Kar Powership Indonesia (KPI) menyediakan bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Dalam melaksanakan...
Nasional
17 Oct 2018 / dibaca 156 kali
JAKARTA (BK) : Meski tengah berjuang untuk tetap hidup dari sakit kanker paru-paru yang dideritanya, Sutopo Purwo Nugroho masih terus saja...
Nasional
15 Oct 2018 / dibaca 374 kali
JAKARTA (BK): Mobil Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya memadati halaman Kantor DPR RI Jakarta, Senin (15/10/2018) sore ini.  ...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.