Nasional

Turunkan Angka Kemiskinan, Kemensos Bidik KUBE Desa Pesisir

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 05 September 2018 10:46   227 kali

MANADO (BK): Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin menggelar kegiatan Sinkronisasi Program dan Anggaran Dekonsentrasi Tahun 2018 Direktorat Penanganan Fakir Miskin Pulau-pulau Kecil (PPK) dan Perbatasan Antar Negara (PAN). Kegiatan bersama 11 provinsi ini berlangsung di Manado, Selasa (4/9/2018) malam tadi.

 

Sosialisasi program ini difokuskan pada program Kemensos yang berkaitan dengan pemberdayaan untuk mendukung program penurunan angka kemiskinan.

 

"Nanti ada kegiatan-kegiatan dekonsentrasi yang kita harus pastikan sinergitasnya antara pusat dan daerah," ujar Direktur Penanganan Fakir Miskin, PPK dan PAN, Abdul Hayat.

 

Abdul menyebut salah satu program pemberdayaan di wilayah III, dilakukan dengan mengarah kepada pengelompokan di desa-desa pesisir. Kelompok-kelompok ini nantinya dikonsentrasikan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

 

"Tentunya kita berharap di desa-desa wilayah pesisir, kita akan sentuh dengan kegiatan-kegiatan bagaimana meningkatkan income masyarakat di daerah itu," terangnya.

 

Dijelaskan Abdul, untuk anggaran tahun 2019, Kemensos menyiap Rp20 miliar. Dengan anggaran rata-rata per KPM Rp2,5 juta dan kalau dikelompokkan antara Rp20 juta sampai Rp25 juta.

 

"Kita berharap semua kabupaten di wilayah III sebanyak 182 kabupaten/kota itu bisa disentuh oleh pemberdayaan KUBE ini," jelasnya.

 

Untuk program 2018, lanjut Abdul, saat ini sementara berjalan dan tinggal melakukan proses evaluasi untuk mengambil keputusan soal program apa yang lebih efektif lagi untuk penurunan angka kemiskinan.

 

Abdul mengatakan untuk program ini nantinya akan menyesuaikan dengan kegiatan atau program yang terdapat di Bappeda di daerah setempat. Sebab, ujarnya, di situ ada skala prioritas pembangunan daerah.

 

"Kita berharap kegiatan daerah itu harus sinkron dengan kegiatan pusat. Katakanlah (kegiatan) ini harus mendukung kegiatan daerah. Begitu juga sebaliknya, kegiatan daerah harus mendukung kegiatan pusat," paparnya.

 

Dengan begitu, katanya, tidak ada program yang melenceng atau berlainan. Misalnya perencanaan di pusat A kemudian di daerah Z.

 

"Pasti enggak akan ketemu. Sementara tugas kita hanya satu, bagaimana mengeroyok kemiskinan supaya angka kemiskinan bisa menurun," tegasnya.

 

Untuk target sendiri, Abdul berharap angka kemiskinan di wilayah pesisir tidak melibihi angka kemiskinan nasional di wilayah III sebesar 9,82 persen.

 

(bk-8)

Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
13 Aug 2018 / dibaca 147 kali
JAKARTA (BK) : Jumlah korban gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali terus bertambah. Tercatat, hingga Senin...
Nasional
12 Aug 2018 / dibaca 153 kali
LOMBOK (BK) : Memasuki hari ketujuh, penanganan darurat dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan. Data korban terus...
Nasional
11 Aug 2018 / dibaca 139 kali
BANTEN (BK) : Azkia Institute bekerjasama dengan Indonesia Social Justice Network (ISJN) melaksanakan kegiatan yang bertajuk "Social...
Nasional
10 Aug 2018 / dibaca 127 kali
JAKARTA (BK) : Semenjak Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015, Kementerian Agama (Kemenag) melalui...
Nasional
06 Aug 2018 / dibaca 181 kali
MANADO (BK) : Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulut, membuka Posko Aksi Gerakan Kemanusiaan untuk korban bencana gempa bumi Lombok,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.