Nasional

Wamendag Jerry Sambuaga Hadiri Rakor GSP Holtikultura

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 25 February 2020 15:22   422 kali
Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

JAKARTA (BK): Wakil Menteri Perdagangan RI, DR Jerry Sambuaga menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Generalized System of Preferences (GSP) Hortikultura yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020). Rakor ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

 

 

GSP adalah kebijakan perdagangan suatu negara yang memberi pemotongan bea masuk impor terhadap produk ekspor negara penerima. Ini merupakan kebijakan perdagangan sepihak (unilateral) yang umumnya dimiliki negara maju untuk membantu perekonomian negara berkembang, tetapi tidak bersifat mengikat bagi negara pemberi maupun penerima.

 

 

 

Turut hadir pada rakor ini Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo; Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar; Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana; Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kasan; dan Direktur Perundingan Bilateral, Ni Made Ayu Marthini.

 

 

 

Sementara Jerry Sambuaga saat ditemui wartawan usai Rakor terkait GSP mengatakan, negara pemilik program GSP bisa bebas menentukan negara mana dan produk apa yang akan diberikan pemotongan bea masuk impor.“Status negara berkembang menjadi negara maju itu tidak mempengaruhi GSP,” kata Jerry.Kendati, status RI telah “naik kelas”, Jerry mengklaim fasilitas GSP yang diberikan AS kepada RI tidak berubah meski status RI yang berubah.

 

“Statusnya upgrade dari negara berkembang secara status sudah meningkat. Nggak ada hubungannya dengan fasilitas penerimaan GSP. GSP kita positif, bagus,” jelas Jerry.Sebelumnya Amerika Serikat lewat Kantor Perwakilan Perdagangan atau Office of the US Trade Representative (USTR) di Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO) mengeluarkan Indonesia dari daftar negara- negara berkembang lalu memasukkannya sebagai negara maju.

 

 

 

 

(BK/YMP-JM)

Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
18 Nov 2019 / dibaca 201 kali
MANADO (BK) : Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mendampingi Menteri Sosial Juliari Batubara saat melakukan kunjungan kerja ke...
Nasional
18 Nov 2019 / dibaca 165 kali
JAKARTA  (BK):  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membantah pernah mengatakan agar proses Pemilihan Kepala Daerah...
Nasional
18 Nov 2019 / dibaca 315 kali
PURWOKERTO (BK): Ketua Bawaslu Abhan menyatakan, mekanisme perekrutan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) harus jelas dan terukur. Hal itu...
Nasional
16 Nov 2019 / dibaca 152 kali
JAKARTA (BK): Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan penyebab Maluku kerap diguncang gempa, seperti yang terjadi di...
Nasional
15 Nov 2019 / dibaca 273 kali
TERNATE (BK): Sejumlah bangunan di Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara (Malut) rusak akibat gempa M 7,1 tengah malam tadi. Kerusakan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.