Olahraga

"Dari Kamar Sampai Istora, Saya Tarik Nafas Terus"

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 28 January 2019 08:10   474 kali

JAKARTA (BK): Pebulutangkis putri Indonesia Liliyana Natsir menegaskan bisa pensiun dengan tenang meski menelan kekalahan di laga terakhirnya pada final Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

 

Liliyana menyudahi kariernya sebagai pebulutangkis profesional di ajang Indonesia Masters 2019. Di babak final Tontowi Ahmad/Liliyana tumbang dengan skor 21-19, 19-21, 16-21 di tangan Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

 

Meski tak berhasil menyudahi kariernya dengan gelar juara, Liliyana menyatakan bisa tetap pensiun dengan tenang. Pasalnya, Liliyana tetap mampu melangkah hingga ke babak final Indonesia Masters 2019 di pengujung kariernya.



"Saya bersyukur Tontowi mendampingi saya selama ini hingga saat ini, hingga masuk babak final [Indonesia Masters]. Saya bisa pensiun dengan tenang," ucap Liliyana dalam sesi konferensi pers usai laga final.

 

Bersama Tontowi, Liliyana berhasil meraih dua gelar juara dunia (2013 dan 2017), hattrick All England, serta medali emas Olimpiade. Saat berpasangan dengan Nova Widianto, Liliyana juga mampu dua kali jadi juara dunia dan menggenggam medali perak Olimpiade. Gelar-gelar itulah yang membuat Liliyana jadi salah satu pemain Indonesia dengan catatan prestasi mentereng.

 

Terkait laga terakhir melawan Zheng/Huang, Liliyana menyatakan sudah menampilkan level permainan terbaik di laga tersebut. "Saya puas dengan penampilan saya. Mereka punya kecepatan dan tenaga yang kuat. Mereka lebih muda dan masih on fire. Dengan umur yang sudah senior, kami bisa membuat ganda China tersebut kesulitan dan hampir mengalahkan mereka," tutur Liliyana.

 

Liliyana mengakui ia dan Tontowi punya peluang untuk menang. Terlebih di gim kedua Tontowi/Liliyana sudah sempat unggul 18-14. "Saat kami sudah unggul 18-14, ganda China mulai kelihatan ragu, dia mulai kelihatan goyang. Namun kami melakukan kesalahan. Seharusnya kami bisa tampil lebih tenang karena kami sedang unggul," ujar Liliyana.

 

Mengenai upacara perpisahan sebelum laga final Indonesia Masters 2019 berlangsung, Liliyana mengaku berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis.

 

"Dari kamar sampai Istora, saya tarik napas terus dan bertekad agar jangan sampai keluar air mata. Pastinya saya tersentuh karena penonton begitu antusias. Mereka hadir sejak awal padahal dua partai final pertama tidak ada wakil Indonesia. Saya ucapkan terima kasih. Momen tersebut tak akan bisa dilupakan," ucap Liliyana. 

 

(cnn/bk-1)

 

 

 

Komentar ()
Berita Olahraga
Olahraga
15 Oct 2018 / dibaca 472 kali
MANADO (BK): Prestasi terbaik hanya dapat dicapai melalui latihan yang serius dan konsisten. Tidak ada yang instan untuk menjadi yang...
Olahraga
14 Oct 2018 / dibaca 476 kali
MANADO (BK): Ragnarok FC berhasil menjadi jawara Turnamen Futsal memperebutkan Piala Danrem 131/Santiago dengan mengandaskan ambisi AXM STV,...
Olahraga
13 Oct 2018 / dibaca 673 kali
JAKARTA (BK): Atlet Indonesia asal Sulawesi Utara, Steven Tangkilisan Sualang berhasil menambahkan medali di cabang olahraga (cabor) renang...
Olahraga
12 Oct 2018 / dibaca 468 kali
JAKARTA (BK):   Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menegaskan bonus atlet berprestasi di  Asian Para Games 2018...
Olahraga
12 Oct 2018 / dibaca 538 kali
JAKARTA (BK): Atlet renang Indonesia asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Steven Tangkilisan Sualang bersama tiga rekannya menyumbangkan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.