Pariwisata

Temboan, Kenalkan Budaya Minahasa lewat Kolintang

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 28 March 2018 14:40   795 kali
Personil Grup Kolintang Temboan tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado. (foto : acha)

MANADO (BK): Selama sepekan, Grup Kolintang Temboan Jakarta akan berada di tanah Malesung (Minahasa) Sulawesi Utara. Kedatangan grup yang terbentuk 14 Februari 2018 ini untuk pengambilan gambar dan video objek wisata Sulut, sebagai bagian lanjutan proses kerja rekaman lagu-lagu Minahasa dan berdialek Manado.

 

“Karena lagunya berbahasa Minahasa, rekaman gambarnya harus view Minahasa, supaya nusantara dan bahkan mancanegara boleh tahu budaya Tanah Malesung sangat potensial buat pariwisata,” ujar Mauritz Tumandung, Pelatih Grup Kolintang Temboan setiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, Rabu (28/3/2018).

 

Tumandung mengatakan, awal terbentuknya grup kolintang ini saat adanya pertemuan sederhana para sahabat Tou Malesung, diakhir bulan Desember 2017. Pada pertemuan itu lahir ide dan keinginan memiliki Alat Musik Kolintang Kayu, sebagai bentuk kecintaan terhadap musik tradisional Minahasa.

 

“Spirit ini berlanjut dan ide terucap secara spontan memberi nama Temboan. Semangat menggebu, saling percaya dan berbagi ide ini akhimya Group Kolintang Temboan dibentuk di wilayah Cimanggis. Depok,” terangnya.

 

Temboan sendiri berasal dari sebuah kata Bahasa Minahasa yang artinya Tempat Ketinggian. Temboan berfilosofi ‘Kalo so diatas, jang lupa lia ka bawah' (Kalau sudah di atas, jangan lupa melihat ke bawah). “Seperti kami, meski sudah jauh dirantau, tapi tetap mengingat tempat kami berasal,” tambah Tumandung lagi.

 

Grup Kolintang Temboan ini terbentuk lewat lewat sepakat beberapa sahabat Pemerhati, Pecinta dan Pemusik Kolintang. Dimana rasa kecintaan itu sangat kental dengan ingin memberikan semangat hidup setiap kali mendengar denting kayu kolintang merangkai nada yang membentuk satu paduan lengkap seuntai Lagu berbahasa daerah dan berbahasa dialek Manado asli.

 

Kolintang sendiri adalah alat musik tradisional masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara. Alat musik ini terbuat dari kayu khusus yang disusun dan dimainkan dengan cara dipukul. Meski hampir sama dengan alat musik Gambang dari Jawa, namun yang membedakan adalah nada yang dihasilkan kolintang lebih lengkap dengan cara memainkannya yang sedikit berbeda.

 

Temboan memiliki Alat Musik Kolintang Kayu lengkap berjumlah sepuluh box, Soundsystem khusus untuk Kolintang, dengan para Pemusik Kolintang Professional yang masing-masing memiliki latar belakang sebagai Guru Musik Kolintang. Saat ini Temboan sementara melakukan rekaman untuk Album Perdana untuk lagu-lagu berbahasa Tonsea Minahasa, juga lagu berbahasa dialek khas Manado.

 

“Visi kami adalah memainkan dan memperdengarkan secara berkesinambungan suara alat musik Kolintang Kayu dari masa ke masa, sehingga anak cucu kita tetap mengenal dan mencintai Musik Kolintang,” jelas Tumandung.

 

Siap Jadikan Kolintang Warisan Budaya Dunia

 

Isye Rooroh, Manager Tim mengatakan misi Grup Kolintang Temboan adalah memperkenalkan budaya musik kolintang kayu ke seluruh Nusantara. Tapi yang paling utama adalah bagaimana menjadikan kolintang sebagai warisan budaya dunia. Misi itu kemudian terbaca oleh organisasi Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia.

 

PINKAN Indonesia dengan Pimpinan Tertingginya, Lis Purnomo Yusdiantoro serta Ketua Umum, Ani Sudibyo, akan mengupayakan dan mendukung misi budaya agar alat musik tradisional Minahasa Kolintang Kayu mendapat kesempatan untuk meraih pengakuan UNESCO, sebuah badan budaya di bawah Organisasi PBB.

 

“Rencananya tahun 2018 ini akan didaftarkan. Puji Tuhan, pemerintah sudah mendukung,” ungkap Rooroh.

 

Rooroh mengatakan, mereka sedang dalam tahap melengkapi persyaratannya pendaftarannya. Dia berharap Kolintang bisa terpilih karena tahun ini Indonesia akan mencoba mendaftarkan 5 warisan budaya yaitu Batik Bali, makanan Tempe, Reog Ponorogo serta alat Musik Kolintang Kayu.

 

“Kami berharap Kolintang Kayu bisa terpilih mewakili budaya Minahasa, Tou Malesung yang kita cintai,” harap Rooroh lagi.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Pariwisata
Pariwisata
21 May 2017 / dibaca 781 kali
JAKARTA (BK): Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon menggandeng Kementerian Pariwisata melaksanakan perkenalan (launching) Tomohon Internasional...
Pariwisata
19 May 2017 / dibaca 620 kali
JAKARTA (BK): Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu SE menghadiri Forum Kerjasama Pemerintah Indonesia, Tiongkok dan...
Pariwisata
08 May 2017 / dibaca 691 kali
GOYANG (BK): Pemerintah Kota Tomohon mewakili Indonesia dalam pembentukan Council of Asian Flower Exhibition (CAFE) di Goyang City, Seoul,...
Pariwisata
03 May 2017 / dibaca 628 kali
TOMOHON (BK): Kota Tomohon menjadi utusan Negara Indonesia dalam pembentukan Council of Asia Flower Exhibition (CAFE) di Goyang City Korea...
Pariwisata
13 Apr 2017 / dibaca 1030 kali
TOMOHON (BK):   Pemerintah Kota Tomohon melalui Asisten Perekonomian, Ronny Lumowa, S. Sos, M. Si mengatakan, pelaksanaan Tomohon...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.