Pendidikan

Diskriminatif Studi Lanjut, Dua Dosen FISIP Korban Kebijakan Rektor Unsrat

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 07 June 2015 12:26   1839 kali
Kantor Rektorat Unsrat Manado.

MANADO (BK): Rektor Universitas Samratulangi Manado, Prof DR Ir Ellen Joan Kumaat DEA kini bikin gebrakan baru yang tidak populis dan dinilai diskriminatif. Kebijakan yang tidak terpuji dan mendidik yaitu melarang dosen atau staf pengajar kuliah doktor (S3) di dalam negeri (Indonesia,red).

Kebijakan tersebut dirasakan dua dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat Manado, Efendi Sondakh, S.IP, M.Si dan Jericho D. Pombengi, S.IP, M.Si.

Pasalnya, menurut Sondakh, pihaknya telah mengurus semua persyaratan studi di Universitas Padjajaran Bandung. Mulai dari administrasi akademik hingga pembayaran studi. Sayangnya, buru-buru kebijakan rektor tidak memperbolehkan mereka studi di Indonesia.

Sementara, kata Sondakh yang didampingi Pombengi, beberapa minggu lalu, rektor mengizinkan dosen dari fakultas lain untuk studi S3 pada salah satu univeritas di Jawa.

“Anehnya, ketika kami mau minta izin tidak diberikan. Padahal, semua urusan administrasi di Universitas Padjajaran telah selesai. Bahkan kami sudah beli tiket untuk ke sana (Bandung). Maunya rektor kami harus kuliah di luar negeri,” ujar Pombengi.

Melihat kebijakan rektor yang tidak mendidik, salah seorang dosen Fakultas Hukum Unsrat, DR. Tommy Sumakul menilai kebijakan yang diambil rektor keliru dan tidak mendorong mutu pendidikan seorang staf pengajar.

Semestinya, sambung Sumakul, rektor jangan pilih kasih dalam memberikan izin studi kepada dosen. Lagi pula, syarat kuliah di luar negeri harus mengantongi tofel 600 ke atas. Apakah juga rektor bisa mendapat tofel semacam itu.

“Kendalanya, dalam mengejar tofel di atas 600 tidak mungkin dosen tersebut bisa dapat dalam tempo singkat. Jadi intinya, rektor tidak mengizinkan dua dosen FISIP itu studi di dalam negeri. Apakah rektor ragu dengan kualitas mutu pendidikan universitas di Indonesia. Itu yang menjadi pertanyaan buat rektor,” tegas Sumakul yang mendapat gelar doktor di Universitas Hasanudin Makassar, Ujung Pandang.

Sayangnya, saat berita ini diturunkan rektor Unsrat sulit dihubungi.

(tim bk)

 

Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
16 Sep 2019 / dibaca 495 kali
MANADO (BK): Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado selama 2 hari pada 12, 13 september 2019 melaksanakan Workshop Pengembangan Blended...
Pendidikan
04 Sep 2019 / dibaca 258 kali
AMURANG (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu SE mencanangkan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1...
Pendidikan
17 Aug 2019 / dibaca 2005 kali
JAKARTA (BK): Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia kembali mengumumkan klasterisasi...
Pendidikan
15 Aug 2019 / dibaca 375 kali
MANADO (BK):  Universitas Manado (Unima) Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara menjadi pelaksana kegiatan Asia...
Pendidikan
15 Aug 2019 / dibaca 439 kali
TONDANO (BK): Universitas Negeri Manado (UNIMA) terus meningkatkan produktivitas baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.