Pendidikan

Gelar Vaksinasi Massal, IMM Sulut Tepis Tidak Percaya Corona dan Vaksin

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 23 October 2021 22:41   280 kali
MANADO (BK) : Masih banyak masyarakat terutama umat muslim yang memiliki cara pemikiran yang sempit, dan tidak percaya pada pandemi Corona ini. Bahkan pola pikir ini berhembus sampai ke tingkat organisasi mahasiswa.
 
Banyak terjadi kasus perampasan jenazah terkonfirmasi COVID-19 yang akan dimakamkan sesuai protokol COVID-19 oleh masyarakat seperti yang terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) beberapa waktu lalu. Penolakan untuk divaksin juga dilakukan sejumlah organisasi mahasiswa karena tidak percaya dengan pandemi ini.
 
Tapi hal ini dibantah oleh Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muslim (IMM) Sulawesi Utara, Kurniawan Lawendatu. Ia mengatakan, IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah tetap percaya dengan pandemi COVID-19, termasuk pemberian vaksinasi.
 
“Torang kan kalu PP Muhammadiyah so bilang harus vaksin, torang tinggal mengikuti saja (Kita kan kalau PP Muhammadiyah sudah bilang harus vaksin, kita tinggal mengikuti saja),” kata Kurniawan.
 
Menurutnya, PP Muhammadiyah bahkan sangat peduli dengan adanya pandemi COVID-19 ini. Makanya di Muhammadiyah ada Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) atau Tim Khusus yang dibentuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengantisipasi persebaran virus Corona.
 
“Kami di STIKES (Muhammadiyah) Manado bahkan sudah beberapa kali menggelar vaksinasi massal,” terangnya.
 
Ia mengatakan, jika ada anggota IMM yang belum melaksanakan vaksinasi, itu dikarenakan ada beberapa hal yang tidak memungkinkan untuk divaksin. Mungkin dikarenakan ada yang alergi obat, sakit dan lain-lain.
 
“Tapi ada juga yang sedang kembali pulang ke kampung halaman karena belum ada perkuliahan tatap muka di kampus, jadi belum mendapatkan vaksinasi,” katanya.
 
“Jadi bukan karena terpaksa, atau terpusat dari atas (PP Muhammadiyah) yang mengharuskan untuk vaksin,” pungkas Kurniawan.
 
Sudah setahun lebih pandemi COVID-19 melanda dunia dan Indonesia. Pemerintah pun membuat sejumlah peraturan agar masyarakat Indonesia tidak terjangkit virus Corona serta pandemi ini tidak mewabah.
 
Diawali dengan program 3M yakni Mencuci tangan, Menggunakan masker dan Menjaga jarak. Program terakhir pemerintah adalah Strategi Pengendalian Pandemi COVID-19 pada bagian hulu yaitu melaksanakan 6M, penguatan 3T dan Vaksinasi.
 
Program 6M itu adalah Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas, dan Menghindari makan bersama. Sedangkan penguatan 3T adalah pemeriksaan dini (Testing), pelacakan (Tracing), dan perawatan (Treatment).
 
Lalu untuk mengendalikan pandemi COVID-19 ini dengan mempercepat proses vaksinasi kepada masyarakat. Pemerintah telah memulai program vaksinasi COVID-19 dengan Presiden Jokowi menjadi penerima suntikan perdana Vaksin COVID-19 Sinovac, tanggal 13 Januari 2021. (bk-8)
 
 
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
20 Nov 2020 / dibaca 743 kali
MANADO : Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Universitas Negeri Manado menggelar seminar nasional dengan tema ‘Penguatan...
Pendidikan
31 Oct 2020 / dibaca 594 kali
Aksi demonstrasi mahasiswa menolak UU Omnibus Law di depan kantor DPRD Sulut. (foto: manadoline)       KLASTER...
Pendidikan
06 Oct 2020 / dibaca 661 kali
MANADO (BK) : Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol RZ Panca Putra memberikan kuliah umum memberikan kuliah umum pada penutupan Pengenalan...
Pendidikan
22 Sep 2020 / dibaca 905 kali
TONDANO (BK) : Universitas Negeri Manado menggelar wisuda secara daring.  Ini merupakan kegiatan wisuda pertama di 100 hari kerja Rektor...
Pendidikan
17 Sep 2020 / dibaca 975 kali
MANADO (BK): UNIMA MAPALUS menjadi jargon dalam membangun Unima Sejak menjabat sebagai Rektor  Universitas Negeri Manado (Unima), ...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2022 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.