Pendidikan

Komisi D DPRD Manado akan Hearing Disdikbud Manado dan SD Winangun

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 26 September 2018 22:54   262 kali
Apriano Ade Saerang.
MANADO (BK) : Komisi D DPRD Kota Manado berencana memanggil hearing Kepala SD Negeri Winangun, Nortje Tolukun SPD MPd. Hal ini dilakukan karena banyaknya aduan masyarakat terkait kredibilitas sekolah tersebut.
 
 
“Ya, kepala sekolahnya akan kami panggil hearing. Sekolah ini memang sudah beberapa kali dilaporkan ke Komisi D,” ujar Ketua Komisi D, Apriano Ade Saerang di ruang kerjanya, Rabu (26/9/2018).
 
 
Pemanggilan ini setelah adanya aduan yang dilayangkan oleh Pemerhati Pendidikan, Henny Sutrisno. Henny mengadukan tindakan kepala sekolah yang tidak mengindahkan kasus penculikan seorang siswi di sekolah tersebut, beberapa waktu lalu.
 
 
“Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado juga akan kami panggil dalam hearing nanti,” lanjutnya.
 
 
Dalam hearing lanjut Saerang, Komisi D akan mempertanyakan sejumlah persoalan yang merusak nama baik sekolah seperti penculikan siswa, pemberhentian penjaga sekolah dan persoalan lainnya.
 
 
“Padahal yang kita ketahui, sekolah tersebut pernah menjadi sekolah teladan. Tapi banyak permasalahan yang timbul setelah terjadi pergantian kepala sekolah,” tandas politisi Partai Gerindra ini.
 
 
Lanjutnya, meski Komisi D tidak punya kewenangan untuk melakukan penggantian kepala sekolah yang bermasalah, tetapi mereka bisa mengeluarkan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Manado untuk menindaklanjuti hasil hearing nanti.
 
 
“Jangan sampai yang dikorbankan adalah masyarakat, terlebih siswa hanya untuk mempertahankan kepala sekolah yang tidak kredibilitas,” pungkasnya.
 
 
Sebelumnya Henny Sutrisno yang datang ke DPRD Manado dengan petugas KP3A, menyebut penculikan siswi kelas empat di SD Negeri Winangun terjadi pada 20 Agustus 2018 lalu. Penculikan terjadi saat berlangsungnya jam mata pelajaran. Meski siswi tersebut akhirnya ditemukan, pihak sekolah tidak merespon dan melakukan pendampingan terhadap korban.
 
 
“Itulah yang kami sesalkan, jika sekolah seperti itu kedepan mungkin akan ada korban-korban lainnya,” tukas Henny.
 
 
Anehnya lagi, kata Henny, dia telah berkali-kali berupaya menemui kepala sekolah untuk mengklarifikasinya, tapi selalu menghindar. Begitu juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, tapi tidak pernah diperbolehkan oleh oknum-oknum di dinas tersebut.
 
 
“Alhamdulillah, Puji Tuhan, aspirasi dan keluhan masyarakat masih bisa tertampung disini (Komisi D). Mudah-mudahan kedepan masyarakat sudah cermat untuk memilih wakil rakyat seperti mereka,” imbuhnya.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
21 Sep 2018 / dibaca 134 kali
MANADO (BK): Tim dosen Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi yang terdiri dari Dr. Hanny H Pontororing S.Si, Msi dan Dr Hanny J Lengkong,...
Pendidikan
21 Sep 2018 / dibaca 144 kali
MANADO (BK): Pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar oleh Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) sebagai salah satu...
Pendidikan
20 Sep 2018 / dibaca 145 kali
MANADO (BK): Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas MIPA Unsrat, menyasar para petani yang ada di Kelurahan Kamasi Kecamatan...
Pendidikan
19 Sep 2018 / dibaca 596 kali
TONDANO (BK): Bukan hanya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) handal, tetapi Universitas Negeri Manado (Unima) dibawah kepemimpinan Rektor Prof...
Pendidikan
14 Sep 2018 / dibaca 299 kali
MANADO (BK): Kebanyakan petani selalu menggunakan pestisida untuk mengatasi atau membasmi hama pada hasil tanaman mereka. Padahal, penggunaan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.