Pendidikan

Komisi D DPRD Manado akan Hearing Disdikbud Manado dan SD Winangun

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 26 September 2018 22:54   316 kali
Apriano Ade Saerang.
MANADO (BK) : Komisi D DPRD Kota Manado berencana memanggil hearing Kepala SD Negeri Winangun, Nortje Tolukun SPD MPd. Hal ini dilakukan karena banyaknya aduan masyarakat terkait kredibilitas sekolah tersebut.
 
 
“Ya, kepala sekolahnya akan kami panggil hearing. Sekolah ini memang sudah beberapa kali dilaporkan ke Komisi D,” ujar Ketua Komisi D, Apriano Ade Saerang di ruang kerjanya, Rabu (26/9/2018).
 
 
Pemanggilan ini setelah adanya aduan yang dilayangkan oleh Pemerhati Pendidikan, Henny Sutrisno. Henny mengadukan tindakan kepala sekolah yang tidak mengindahkan kasus penculikan seorang siswi di sekolah tersebut, beberapa waktu lalu.
 
 
“Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado juga akan kami panggil dalam hearing nanti,” lanjutnya.
 
 
Dalam hearing lanjut Saerang, Komisi D akan mempertanyakan sejumlah persoalan yang merusak nama baik sekolah seperti penculikan siswa, pemberhentian penjaga sekolah dan persoalan lainnya.
 
 
“Padahal yang kita ketahui, sekolah tersebut pernah menjadi sekolah teladan. Tapi banyak permasalahan yang timbul setelah terjadi pergantian kepala sekolah,” tandas politisi Partai Gerindra ini.
 
 
Lanjutnya, meski Komisi D tidak punya kewenangan untuk melakukan penggantian kepala sekolah yang bermasalah, tetapi mereka bisa mengeluarkan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Manado untuk menindaklanjuti hasil hearing nanti.
 
 
“Jangan sampai yang dikorbankan adalah masyarakat, terlebih siswa hanya untuk mempertahankan kepala sekolah yang tidak kredibilitas,” pungkasnya.
 
 
Sebelumnya Henny Sutrisno yang datang ke DPRD Manado dengan petugas KP3A, menyebut penculikan siswi kelas empat di SD Negeri Winangun terjadi pada 20 Agustus 2018 lalu. Penculikan terjadi saat berlangsungnya jam mata pelajaran. Meski siswi tersebut akhirnya ditemukan, pihak sekolah tidak merespon dan melakukan pendampingan terhadap korban.
 
 
“Itulah yang kami sesalkan, jika sekolah seperti itu kedepan mungkin akan ada korban-korban lainnya,” tukas Henny.
 
 
Anehnya lagi, kata Henny, dia telah berkali-kali berupaya menemui kepala sekolah untuk mengklarifikasinya, tapi selalu menghindar. Begitu juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, tapi tidak pernah diperbolehkan oleh oknum-oknum di dinas tersebut.
 
 
“Alhamdulillah, Puji Tuhan, aspirasi dan keluhan masyarakat masih bisa tertampung disini (Komisi D). Mudah-mudahan kedepan masyarakat sudah cermat untuk memilih wakil rakyat seperti mereka,” imbuhnya.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
26 Sep 2018 / dibaca 317 kali
MANADO (BK) : Komisi D DPRD Kota Manado berencana memanggil hearing Kepala SD Negeri Winangun, Nortje Tolukun SPD MPd. Hal ini dilakukan...
Pendidikan
26 Sep 2018 / dibaca 415 kali
TONDANO (BK): Universitas Negeri Manado menggelar kegiatan Wisuda. Wisuda merupakan prosesi kelulusan mahasiswa setelah mengikuti pendidikan di...
Pendidikan
24 Sep 2018 / dibaca 224 kali
MANADO (BK): Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang digelar di Kelurahan Malalayang I Timur, Kecamatan...
Pendidikan
23 Sep 2018 / dibaca 401 kali
JAKARTA (BK): Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan,  kampus  tidak boleh menjadi...
Pendidikan
23 Sep 2018 / dibaca 306 kali
MANADO (BK): Pemanfaatan eceng gondok saat ini, masih sebatas pada pembuatan kerajinan tangan saja. Padahal, selain hasil kerajinan, tanaman...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.