Pendidikan

Ormawa tak Diundang, Mubes BEM Polimdo Disinyalir tak Demokrasi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 14 March 2017 21:29   576 kali
MANADO (BK): Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa (Ormawa) Politeknik Negeri MAnado (Polimdo) resah dengan sistem yang diterapkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam pelaksanaan  Musyawarah Besar (Mubes). 
 
BEM disinyalir tak demokrasi terkait hajatan tahunan tersebut yang berlangsung pekan lalu. Rahmat Purnomo perwakilan Himpunan Jurusan (HMJ) mengatakan jika kegiatan Mubes, Ormawa yang merupakan unsur organisasi internal wajib diundang. 
 
Menurut Purnomo, BEM sendiri menggunakan embel-embel mahasiswa dimana salah satu fungsinya adalah mewadahi mahasiswa, termasuk yang namanya organisasi internal.
 
“Saya tidak tahu apa yang menjadi ketakutan mereka sehingga tidak menghadirkan Ormawa. Padahal kan ini berbicara untuk seluruh mahasiswa. Bagaimana jika kemudian Ormawa tak dilibatkan. Hal ini yang harus diketahui," ujar Purnomo. 
 
Lanjut Purnomo, kehadiran Ormawa dalam kegiatan Mubes menunjukan sistem demokrasi yang baik di tingkatan kampus. Untuk itu menurutnya, jika BEM kemudian tak melibatkan Ormawa, harus ada alasan jelas dan dibertahukan secara transparan.
 
"Hakekatnya BEM harus merangkul semua kepentingan mahasiswa, dan harus berpihak kepada mahasiswa bukan pada kebijakan kampus. Makanya, suara mahasiswa yang terwakilkan dalam Ormawa juga harus jadi bagian dalam penyusunan program," katanya kembali.
 
Senada disampaikan perwakilan English Club yang menilai sikap BEM saat ini sebagai sikap pengecut. "Apakah ormawa buka bagian dari BEM? Kan jelas kalau dilihat hierarki keorganisasian. Kalaupun mereka tak menilai jika Ormawa bagian dari BEM, maka sebaiknya BEM jangan gunakan nama mahasiswa karena mereka tak lagi terkait dengan organisasi internal kampus," tutur para perwakilan English Club dengan nada kecewa.
 
Sementara, Julio Takahindangen dari HMJ Teknik Mesin sendiri mengaku tak heran dengan sikap BEM yang berjalan sendiri dan lebih mementingkan kepentingan pribadi. Menurutnya, sudah ada contoh jika BEM tidak peduli nasib rekan sesama mahasiswa.
 
"Beberapa waktu lau ada persoalan mahasiswa cuti karena terlambat membayar Uang Kuliah Tunggal. BEM tidak mau menghadiri pertemuan  bersama Ormawa membahas masalah itu. Selain itu, persoalan pembatasan waktu aktifitas Ormawa juga BEM tak ambil peran."
 
"Oleh karena itu fungsi BEM Polimdo sudah gagal dimana pemerintahan mahasiswa tidak lagi mampu menjalankan fungsinya sebagai penyambung dan koordinator antara mahasiswa dan UKM, terlebih lagi tidak adanya perwakilan Dewan Mahasiswa dalam pembahasan laporan pertanggung jawaban BEM," kata Julio kembali.
 
Disatu sisi, Ferawati Ali dari UKM Pers Mahasiswa mendesak semua pihak yang ada di kampus baik dari Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan hingga rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk bisa satu suara dalam menyatakan agar Mubes BEM berjalan demokratis dengan melibatkan semua lembaga kemahasiswaan. 
 
"Kalau berjuang sendiri-sendiri maka sulit untuk merubahnya. Apalagi BEM Polimdo mewakili suara mahasiswa keseluruhan, sehingga BEM sebagai perwakilan mahasiswa mau tidak mau tunduk pada mayoritas mahasiswa bukan kemauan pribadi atau kelompok tertentu," kata Ali kembali.
 
Sementara, pihak BEM sendiri masih sulit ditemui. Namun, salah satu anggota BEM menyatakan jika memang tidak ada aturan dalam AD/ART jika penyususan pogram kerja dan mubes BEM harus melibatkan Ormawa. 
"BEM miliki aturan sendiri dalam mekanisme persidangan BEM. Saat melaksanakan mubes yang diundang hanyalah pimpinan kampus tidak dengan ormawa," ujar anggota BEM yang minta agar namanya tak dipublish tersebut.
 
(bk-7/the camp polimdo)
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
13 Sep 2017 / dibaca 263 kali
BANDUNG (BK): Sedikitnya 30 peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XI Pemerintah Kota Tomohon Tahun 2017 melaksanakan benchmarking di...
Pendidikan
31 Aug 2017 / dibaca 400 kali
MANADO (BK): Eksistensi Kak Daniel di dunia anak-anak patut untuk diacungi jempol. Bekerjasama dengan sejumlah pusat perbelanjaan ternama di...
Pendidikan
27 Aug 2017 / dibaca 334 kali
MANADO (BK): Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Manado dengan tegas menolak Permendikbud nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah...
Pendidikan
11 Aug 2017 / dibaca 367 kali
TOMOHON (BK): Ketua Alumni Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) James Sumendap diundang khusus hadir dalam pertemuan yang digelar...
Pendidikan
26 Jul 2017 / dibaca 319 kali
TONDANO (BK): Usai terpilih sebagai Senat utusan Fakultas Bahasa dan Seni ke tingkat Universitas Negeri Manado (UNIMA), Dr Mister Gidion Maru...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.