Pendidikan

Sosialisasi Pestisida, PKM FMIPA Unsrat Sasar Petani di Kelurahan Kamasi Tomohon

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 20 September 2018 15:37   203 kali
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas MIPA Unsrat di Kelurahan Kamasi Kecamatan Tomohon Tengah
MANADO (BK): Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas MIPA Unsrat, menyasar para petani yang ada di Kelurahan Kamasi Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon pada Agustus 2018.
 
Kegiatan kali ini dipimpin oleh Dr. Rooije R.H. Rumende, MKes.    dan Ir. Marhaenus J. Rumondor, M.Si, dimana para dosen FMIPA ini memberikan sosialisasi kepada para petani mengenai pertanian dengan konsep ramah lingkungan.
 
DR Rooije RH Rumende mengungkapkan, pihaknya ingin menyasar pertanian di Tomohon, karena melihat visi dan misi dari Dinas pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Tomohon, yang ingin melakukan pengembangan pertanian dengan mensyaratkan jaminan produk pertanian harus mempunyai atribut aman dikonsumsi (food safety attributes), punya kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (Eco Labelling Attributes). 
 
"FMIPA mencoba untuk memberikan sosialisasi kepada para petani bagaimana mengembangkan pertanian organik dan secara perlahan mengurangi penggunaan pestisida," kata Rumende.
 
Dalam pertemuan dengan para kelompok tani ini, dijelaskan mengenai konsep pertanian ramah lingkungan yang merupakan konsep yang mengedepankan keamanan seluruh komponen yang ada pada lingkungan ekosistem, dimana pertanian mengutamakan untuk meninggalkan dampak negatif bagi lingkungan. 
 
"Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama dan patogen pada tanaman," kata Rumende.
 
Dijelaskan Rumende, penggunaan pestisida memang masih banyak, karena harganya yang murah karena diproduksi massal serta daya basmi hama yang cepat.
 
"Tapi, jika tidak dikendalikan, justru pestisida nantinya bisa menjadi bumerang, karena bisa juga membunuh makhluk yang sebenarnya menguntungkan untuk tanaman itu. Untuk itu kami memberikan sosialisasi tentang penggunaan nabati sebagai pembasmi hama," kata Rumende.
 
"Dan tentunya standar konsumen yang kini lebih memilih organik bisa tercapai, karena penggunaan pembasmi hama organik itu sangat baik," tutur Rumende kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
26 Sep 2018 / dibaca 316 kali
MANADO (BK) : Komisi D DPRD Kota Manado berencana memanggil hearing Kepala SD Negeri Winangun, Nortje Tolukun SPD MPd. Hal ini dilakukan...
Pendidikan
26 Sep 2018 / dibaca 414 kali
TONDANO (BK): Universitas Negeri Manado menggelar kegiatan Wisuda. Wisuda merupakan prosesi kelulusan mahasiswa setelah mengikuti pendidikan di...
Pendidikan
24 Sep 2018 / dibaca 224 kali
MANADO (BK): Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang digelar di Kelurahan Malalayang I Timur, Kecamatan...
Pendidikan
23 Sep 2018 / dibaca 401 kali
JAKARTA (BK): Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan,  kampus  tidak boleh menjadi...
Pendidikan
23 Sep 2018 / dibaca 304 kali
MANADO (BK): Pemanfaatan eceng gondok saat ini, masih sebatas pada pembuatan kerajinan tangan saja. Padahal, selain hasil kerajinan, tanaman...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.