Pendidikan

Tim Dosen Faperta Unsrat Edukasi Warga Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Kompos

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 23 September 2018 11:03   445 kali
Praktek pembuatan kompos dari bahan utama a
MANADO (BK): Pemanfaatan eceng gondok saat ini, masih sebatas pada pembuatan kerajinan tangan saja. Padahal, selain hasil kerajinan, tanaman yang telah merusak keindahan danau tondano ini, bisa juga dijadikan bahan pupuk kompos yang potensial.
 
Melihat hal tersebut, tim dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, perlu untuk melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di wilayah sekitaran Danau Tondano sebagai daerah populasi Eceng Gondok tersebut.
 
Dipimpin Ketua Tim Dr Ir Verry R Ch Warouw, MS dan anggota masing-masing terdiri dari dosen Ir, Elsje Pauline Manginsela, Riansen Nangaro dan para mahasiswa diantaranya Nopri Apena, Ni Nyoman Suriantini, Michelle Valerie Rumagit dan Celine Kagiling, memilih Desa Ranomerut Kecamatan Eris sebagai lokasi PKM untuk mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan eceng gondok sebagai pupuk kompos.
 
Tergolong sebagai desa strategis karena berada di sekitar danau Tondano, Ranomerut sangat berpotensi untuk pengembangan pembuatan pupuk organik kompos berkualitas, karena letak daerahnya berdekatan dengan sumber bahan dasar eceng gondok. 
 
"Dalam PKM ini, kami menawarkan solusi bagaimana masyarakat kelompok tani ini memanfaatkan bahan baku eceng gondok untuk produksi pupuk organik (Kompos) sebagai media tanam yang potensial dan sumber hara untuk pertumbuhan dan produksi tanaman," kata Dr Ir Verry R Ch Warouw, MS.
 
Warouw mengungkapkan, dijadikannya eceng gondok sebagai pupuk kompos juga akan sangat membantu masyarakat yang umumnya bertani padi sawah, tanaman jagung dan perkebunan cengkeh serta lahan kering untuk tanaman semusim.
 
"Pengomposan ditakrifkan sebagai proses biologi oleh kegiatan mikroorganisme dalam mengurai bahan organik menjadi bahan semacam humus. Bahan yang terbentuk mempunyai berat volume yang lebih rendah daripada bahan dasarnya, stabil, dekomposisi lambat, dan sumber pupuk organik," kata Warouw.
 
Kegiatan ini berlangsung dengan menarik, karena masyarakat mendukung penuh pelatihan yang dinilai bisa menekan jumlah limbah eceng gondok serta mampu untuk menjadi nilai tersendiri.
 
"Jadi penyuluhan pemanfaatan bahan limbah eceng gondok untuk pembuatan pupuk kompos guna meningkatkan produksi tanaman jagung, padi sawah dan tanaman semusim seperti kacang tanah, sayur-sayuran dan tanaman dapur lainnya," kata Warouw kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
02 Jan 2019 / dibaca 340 kali
TONDANO (BK): Universitas Negeri Manado (Unima) sebagai lembaga pendidikan tinggi di tahun 2019 langsung melaksanan apel kerja. hal itu...
Pendidikan
29 Dec 2018 / dibaca 725 kali
MANADO (BK) : Setelah melalui proses yang panjang, Fakultas Hukum Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum, Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI)...
Pendidikan
20 Dec 2018 / dibaca 432 kali
TONDANO (BK): Natal Universitas Negeri Manado (UNIMA) bertempat di Gedung Kuliah Bersama (GKB) UNIMA. 20 Desember 2018. Tema: Yesus Kristus...
Pendidikan
02 Dec 2018 / dibaca 276 kali
MANADO (BK): Kesehatan gigi dan mulut saat ini menjadi begitu penting, karena kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang tinggi kadar...
Pendidikan
14 Nov 2018 / dibaca 393 kali
MANADO (BK): Anak-anak merupakan generasi muda bangsa yang harus dijaga. Untuk itu, perlu ada gerakan cepat dan tepat untuk memproteksi...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.