Pendidikan

Tim Dosen Faperta Unsrat Edukasi Warga Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Kompos

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 23 September 2018 11:03   366 kali
Praktek pembuatan kompos dari bahan utama a
MANADO (BK): Pemanfaatan eceng gondok saat ini, masih sebatas pada pembuatan kerajinan tangan saja. Padahal, selain hasil kerajinan, tanaman yang telah merusak keindahan danau tondano ini, bisa juga dijadikan bahan pupuk kompos yang potensial.
 
Melihat hal tersebut, tim dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, perlu untuk melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di wilayah sekitaran Danau Tondano sebagai daerah populasi Eceng Gondok tersebut.
 
Dipimpin Ketua Tim Dr Ir Verry R Ch Warouw, MS dan anggota masing-masing terdiri dari dosen Ir, Elsje Pauline Manginsela, Riansen Nangaro dan para mahasiswa diantaranya Nopri Apena, Ni Nyoman Suriantini, Michelle Valerie Rumagit dan Celine Kagiling, memilih Desa Ranomerut Kecamatan Eris sebagai lokasi PKM untuk mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan eceng gondok sebagai pupuk kompos.
 
Tergolong sebagai desa strategis karena berada di sekitar danau Tondano, Ranomerut sangat berpotensi untuk pengembangan pembuatan pupuk organik kompos berkualitas, karena letak daerahnya berdekatan dengan sumber bahan dasar eceng gondok. 
 
"Dalam PKM ini, kami menawarkan solusi bagaimana masyarakat kelompok tani ini memanfaatkan bahan baku eceng gondok untuk produksi pupuk organik (Kompos) sebagai media tanam yang potensial dan sumber hara untuk pertumbuhan dan produksi tanaman," kata Dr Ir Verry R Ch Warouw, MS.
 
Warouw mengungkapkan, dijadikannya eceng gondok sebagai pupuk kompos juga akan sangat membantu masyarakat yang umumnya bertani padi sawah, tanaman jagung dan perkebunan cengkeh serta lahan kering untuk tanaman semusim.
 
"Pengomposan ditakrifkan sebagai proses biologi oleh kegiatan mikroorganisme dalam mengurai bahan organik menjadi bahan semacam humus. Bahan yang terbentuk mempunyai berat volume yang lebih rendah daripada bahan dasarnya, stabil, dekomposisi lambat, dan sumber pupuk organik," kata Warouw.
 
Kegiatan ini berlangsung dengan menarik, karena masyarakat mendukung penuh pelatihan yang dinilai bisa menekan jumlah limbah eceng gondok serta mampu untuk menjadi nilai tersendiri.
 
"Jadi penyuluhan pemanfaatan bahan limbah eceng gondok untuk pembuatan pupuk kompos guna meningkatkan produksi tanaman jagung, padi sawah dan tanaman semusim seperti kacang tanah, sayur-sayuran dan tanaman dapur lainnya," kata Warouw kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
14 Nov 2018 / dibaca 364 kali
MANADO (BK): Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, September 2018 lalu, mengaplikasikan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi...
Pendidikan
11 Nov 2018 / dibaca 358 kali
TONDANO (BK) : Universitas Negeri Manado (Unima) terus tingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dosen yang juga sebagai peneliti.  ...
Pendidikan
05 Nov 2018 / dibaca 253 kali
MANADO (BK) : Pernyataan menarik disampaikan oleh Budiyono, Ketua Perhimpunan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia (P-TALI) mengenai pembahasan...
Pendidikan
31 Oct 2018 / dibaca 336 kali
MANADO (BK): Program Pascasarjana Universitas Negeri Manado (Unima) mengadakan seminar bertajuk Global Conference on Education and Science, di...
Pendidikan
30 Oct 2018 / dibaca 276 kali
MANADO (BK) : Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado, Iman Karim, menyebut harus ada pemberdayaan atau edukasi terhadap masyarakat...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.