Pendidikan

Universitas Terbuka Manado Gelar Seminar Bangun Desa

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 21 December 2016 11:03   897 kali
Penyerahan cenderamata untuk pembicara pada seminar di UT Manado. (foto : acha)

MANADO (BK): Universitas Terbuka Unit Program Belajar Jarak Jauh (UT-UPBJJ) Manado kembali menggelar seminar untuk mahasiswanya. Seminar dengan tema, Dari Desa Kita Bangun Sulawesi Utara ini diadakan di Aula UT Manado, Jl. Raya Manado - Tomohon, Kelurahan Winangun Kecamatan Malalayang, Selasa (20/12/2016).

 

Seminar menghadirkan pembicara yakni Akademisi Fakultas Hukum Unsrat Manado DR Corneles Tangkere SH MH, Kepala Sub Bidang Aparatur Desa Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Sulut, Hairil Mokoginta, ST MSi, didampingi Kepala Sub Bidang Penguatan Aparatur Desa dan Kelurahan Ibu Heidy Iroth. Sedangkan moderator adalah Ketua UT-UPBJJ Manado, Ir Mulyadi MSi.

 

Hairil, dihadapan mahasiswa menjelaskan bagaimana kesiapan aparatur desa dalam pengelolaan keuangan desa (APBDes) untuk mewujudkan sosok desa yang mandiri dan berdaya saing tinggi seperti tercantum dalam sub tema seminar.

 

Menurutnya, secara garis besar kebijakan yang diambil pemerintah untuk memback-up penyaluran dana desa adalah dengan mengangkat Kepala Desa berpendidikan minimal SMP dan perangkatnya adalah SMA. Mengapa demikian?

 

"Perangkat desa seperti Sekretaris, Bendahara ini yang nantinya akan bertindak sebagai pengelola baik itu pembukuan atau keuangan, sedangkan Kepala Desa biasanya orang yang berpengaruh di desa itu meski tidak berpendidikan tinggi," ucapnya.

 

Untuk bisa mengelola keuangan desa, katanya, Kementerian Dalam Negeri (Depdagri), menyekolahkan perangkat desa, serta memberikan pendamping di setiap desa yang akan membimbing cara pengelolaan keuangan agar tidak menyimpang dalam pemakaiannya.

 

"Minimal mereka mengetahui pembukuan dasar atau cara pembuatan draf keuangan sederhana. Pendamping juga dibekali untuk bisa membuat Sistem Informasi Desa (SID), dimana setiap informasi desa dipublikasikan kepada warga desa itu sendiri," terang alumnus Teknik Sipil Unsrat Manado.

 

Dijelaskan, dana desa sendiri terdiri dari 3 peruntukan yaitu untuk pembangunan desa seperti pembuatan MCK, pelabuhan jeti di desa pesisir dan lainnya. Juga ada pemberdayaan desa dengan contoh pengadaan bibit petani dan jala untuk kelompok nelayan. Sedangkan yang ketiga adalah pembinaan kemasyarakatan seperti Karang Taruna, pendirian Lembaga Adat dan organisasi masyarakat lainnya.

 

Lanjut Hairil, mengenai dana desa yang tidak habis dipakai, ada aturan apabila yang belum mencapai 30 persen serapannya, bisa dipotong pada tahun berikut. Tapi uang itu tidak dikembalikan lagi ke negara.

 

"Contohnya jika yang tidak terpakai itu sebesar Rp100 juta, maka uang tetap di rekening desa dan nantinya akan dipakai pada RKP tahun berikutnya," pungkasnya.

 

Sementara itu, Corneles Tangkere mengedepankan mahasiswa UT yang umumnya tinggal di desa, untuk tidak malu kembali dan membangun desanya. Katanya, mahasiswa harus digerakkan, bangun semangat dan motivasi, serta disadarkan kembali eksistensi dia sebagai bagian dari masyarakat desa dengan sistem Mapalus.

 

"Mereka harus bisa menjadi pelopor dan penggerak. Walaupun ada perbedaan dalam konteks kedaerahan tapi filosofi Mapalus itu berasal dari desa," katanya.

 

Dosen tetap Fakultas Hukum Unsrat ini menjelaskan banyak orang yang menganggap mapalus di desa hanyalah sebagai kerja secara bergantian. Padahal, intinya adalah untuk kesejahteraan bersama seperti dalam slogan Sitou Timou Tumou Tou.

 

"Jadi tanggungjawab kita semua untuk mengembalikan konsep dan jati diri itu ke desa karena itu adalah hakikat kehidupan manusia atau masyarakat desa," tandasnya.

 

Mahasiswa sempat diingatkan akan desanya dengan menyanyikan lagu Desaku ciptaan Ibu Sud. Seminar lalu diakhiri dengan pemberian cenderamata kepada ketiga pembicara yang diserahkan langsung Ketua UT-UPBJJ Manado, Ir Mulyadi MSi.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
13 Sep 2017 / dibaca 257 kali
BANDUNG (BK): Sedikitnya 30 peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XI Pemerintah Kota Tomohon Tahun 2017 melaksanakan benchmarking di...
Pendidikan
31 Aug 2017 / dibaca 396 kali
MANADO (BK): Eksistensi Kak Daniel di dunia anak-anak patut untuk diacungi jempol. Bekerjasama dengan sejumlah pusat perbelanjaan ternama di...
Pendidikan
27 Aug 2017 / dibaca 331 kali
MANADO (BK): Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Manado dengan tegas menolak Permendikbud nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah...
Pendidikan
11 Aug 2017 / dibaca 366 kali
TOMOHON (BK): Ketua Alumni Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) James Sumendap diundang khusus hadir dalam pertemuan yang digelar...
Pendidikan
26 Jul 2017 / dibaca 316 kali
TONDANO (BK): Usai terpilih sebagai Senat utusan Fakultas Bahasa dan Seni ke tingkat Universitas Negeri Manado (UNIMA), Dr Mister Gidion Maru...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.