Pendidikan

UT Manado Gelar Seminar Bedah Buku Novelis Muda Sulut

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 10 December 2016 22:17   1078 kali
Seminar Bedah Buku 'Kasih yang Terhilang' di Universitas Terbuka (UT) Manado. (foto : acha)
MANADO (BK) : Setiap hasil karya pasti akan mendapat kritikan. Hal itu diungkapkan Weddy C. Pongoh, novelis muda asal Kelurahan Tondangouw Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon.
 
 
"Jangan takut, karena dikritik akan membuat kita akan lebih baik lagi ketika membuat karya lagi," ungkapnya pada Seminar Bedah Buku 'Kasih yang Terhilang' di Universitas Terbuka (UT) Manado, Sabtu (10/12/2016).
 
 
Buku Kasih yang Hilang adalah hasil karya tulisnya yang melewati beberapa proses yang sangat sulit. Berawal dari tulisan tangan asal jadi, lalu disalin ke komputer dan diedit lagi. "Saya bahkan sampai 45 kali melakukan perubahan dan butuh waktu sekitar 7-8 bulan untuk menyelesaikan buku ini," terang mahasiswa semester 8 UT Manado Program Study Ilmu Komunikasi.
 
 
Pembicara seminar bedah buku ini, Pengamat Sastra dan penulis Reiner O. Ointoe bersama dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi, Dr Djeinnie Imbang mengatakan mengapa harus buku Kasih yang Terhilang yang dibedah? "Karena ini merupakan karya mahasiswa Universitas Terbuka pertama di Sulut," kata Mner, panggilan akrab Reiner O. Ointoe.
 
 
Menurutnya, sepanjang yang diketahuinya, perguruan tinggi di Sulut khususnya Manado, belum ada yang meluncurkan karya tulisan, baik berupa novel, buku atau karya ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit lokal dan ditulis oleh penulis lokal.
 
 
"Nah saya kira ini merupakan kejutan akhir tahun 2016 ada seorang mahasiswa yang berhasil menulis sebuah novel. Karena setahu saya, penulis lokal di Sulut baru sekitar 10 orang yang sudah menuliskan bukunya dari tahun 70-an sampai tahun kontemporer ini," tandasnya.
 
 
Ointoe menjelaskan, ini tidak pernah terjadi di Universitas manapun. Karena setahunya belum ada mahasiswa bahkan alumni Fakultas Sastra yang pernah mendiskusikan atau melaunching serta membedah suatu buku dari karya mahasiswa. "Kalau dosen tidak masalah, tapi ini mahasiswa loh, mahasiswa yang sudah berani berkarya, novelnya lagi, itu poinnya," ucapnya.
 
 
Bedah buku ini terangnya bukanlah untuk mencari kekurangan dari karya yang sudah diterbitkan. Tapi bagaimana menjadikan produktivitas ini sebagai bagian dari suatu industri budaya penulisan buku.
 
 
Ini juga dikatakan sebagai gerakan kebudayaan dalam bentuk literatur, buku tulisan. Apalagi buku Kasih yang Hilang adalah sebuah novel, meskipun  jenisnya masih tergolong kopelit atau populer literatur atau juga sastra pop.
 
 
"Bagi saya sebagai seorang pengamat di dunia sastra, ini adalah suatu inovasi bagi universitas lain. Dan sangat luar biasa adalah Universitas Terbuka bisa menghasilkan seorang novelis," pungkas Ointoe.
 
 
Ketua Universitas Terbuka (UT) Manado, Muliadi Imung mengatakan peningkatan atmosfer akademik mahasiswa itu sangat penting. Dari beberapa kajian yang sudah dilakukan baik berupa pelatihan, diklat dan lainnya, ada celah atau peluang untuk memberikan kegiatan seperti bedah buku.
 
 
"Kebetulan sekali Weddy Pongoh adalah mahasiswa UT, dan ini menandakan UT bisa memberikan kesempatan bagi mahasiswanya untuk berkarya," ujarnya.
 
 
Kegiatan ini lanjutnya, merupakan pangkal tolak, awal daripada untuk melakukan bedah buku yang lainnya yang tidak hanya terbatas kepada kesusastraan. Apalagi bedah buku ini baru pertama kali dilakukan 34 UT di 34 provinsi di Indonesia serta 39 kantor yang juga melayani mahasiswa UT di luar negeri di 15 negara.
 
 
"Barangkali juga kita bisa membedah buku yang relatif lebih memerlukan pemikiran jauh seperti FB misalnya atau buku-buku lain yang berkenaan dengan kebudayaan.
Mudah-mudahan UT bisa membuat gagasan dan ide yang lebih luas lagi," pungkas Muliadi.
 
 
Dalam seminar ini, diserahkan sertifikat cenderamata kepada 2 pembicara serta kepada penulis novel 'Kasih yang Hilang' dan pemberian sertifikat kepada seluruh mahasiswa Universitas Terbuka Manado yang menjadi peserta. 
 
 
(acha/bk-8) 
 
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
22 Sep 2017 / dibaca 404 kali
MANADO (BK): Kepengurusan Himpunan Mahasiswa Jurusan (Himaju) Teknik Sipil periode tahun ajaran 2017-2018, Politeknik Negeri Manado dengan...
Pendidikan
13 Sep 2017 / dibaca 266 kali
BANDUNG (BK): Sedikitnya 30 peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XI Pemerintah Kota Tomohon Tahun 2017 melaksanakan benchmarking di...
Pendidikan
31 Aug 2017 / dibaca 408 kali
MANADO (BK): Eksistensi Kak Daniel di dunia anak-anak patut untuk diacungi jempol. Bekerjasama dengan sejumlah pusat perbelanjaan ternama di...
Pendidikan
27 Aug 2017 / dibaca 335 kali
MANADO (BK): Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Manado dengan tegas menolak Permendikbud nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah...
Pendidikan
11 Aug 2017 / dibaca 372 kali
TOMOHON (BK): Ketua Alumni Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) James Sumendap diundang khusus hadir dalam pertemuan yang digelar...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.