Politik

FKUB Sulut: Hindari Kampanye Hitam, Ciptakan Pilkada Damai

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 21 September 2020 19:53   101 kali
Ketua FKUB Sulut, Pdt. Lucky Rumopa STh. (foto: acha)
MANADO (BK) : Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Pdt Lucky Rumopa, angkat bicara mengenai Pilkada Serentak 2020. Ia mengatakan, semakin dekat pelaksanaan, seluruh komponen yang terkait untuk tetap mematuhi aturan yang telah diatur dalam PKPU.
 
 
“Patuhilah aturan yang telah ditetapkan KPU, apalagi pilkada tahun ini berbeda dengan pilkada pada tahun-tahun sebelumnya, ada Undang-undang ITE yang diterapkan,” ujarnya saat ditemui di Manado, Senin (21/9/2020).
 
 
Katanya, di tengah pandemi Covid-19, pilkada tahun ini tidak boleh menggalang massa pada kampanye terbuka. KPU pun telah menetapkan kampanye terbuka setiap paslon dibatasi hanya dua kali dengan jumlah massa juga dibatasi sebanyak 100 orang.
 
 
“Ini menandakan bahwa kampanye akan lebih banyak secara virtual, maka diharapkan setiap paslon untuk tahu aturan mainnya,” kata Pdt Rumopa.
 
 
Penerapan UU ITE ini lanjutnya, untuk meminimalisir adanya black campaign (kampanye hitam) seperti menghina, melecehkan, bercerita hoax. Juga untuk mengurangi postingan foto-foto yang tidak benar atau direkayasa, apalagi yang berbau porno di media social dan menyerang pribadi atau paslon.
 
 
“Saya sebagai Ketua FKUB meminta untuk menjauhi itu semua, mari kita jaga kedamaian, ketentraman di tengah-tengah perbedaan sikap dan termasuk pilihan,” ungkapnya.
 
 
“Tidak jadi masalah perbedaan itu. Saya menganjurkan mari kita bersaing sehat, kita bertarung dengan gagasan-gagasan program, itu jauh lebih bermartabat daripada kita menghantam kelemahan orang lain atau paslon lain,” tambahnya.
 
 
Lanjutnya, untuk mewujudkan pilkada damai, setiap paslon harus bertarung secara sehat, serta lebih banyak memberikan pendidikan-pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. “Kita jual program, jadi mari kita bertarung program bukan bertarung menjelek-jelekkan orang”.
 
 
Presiden Joko Widodo telah mengatakan Pilkada Serentak 2020 tetap akan dilaksanakan 9 Desember 2020. Dengan tahapan-tahapan yang telah berjalan, Pdt Rumopa mengharapkan masyarakat bisa turut menjadi pengawas dalam proses pesta demokrasi ini.
 
 
“Kita jangan hanya berserah kepada Bawaslu saja, tapi masyarakat juga bisa menjadi pengawas terutama jika ada yang bermain uang dan pelanggaran lainnya. Sekali lagi saya katakan itu berbahaya, jangan main-main mari kita bertarung sehat dengan program yang akurat supaya masyarakat bisa meminatinya untuk dipilih,” pungkasnya.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Politik
Politik
24 Sep 2020 / dibaca 226 kali
      MANADO (BK) :  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado menggelar rapat pleno terbuka pengundian dan...
Politik
22 Sep 2020 / dibaca 135 kali
MANADO   (BK)   : Pasanagan Calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan dan Hanny Joost Pajouw...
Politik
21 Sep 2020 / dibaca 102 kali
MANADO (BK) : Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Pdt Lucky Rumopa, angkat bicara mengenai Pilkada...
Politik
20 Sep 2020 / dibaca 133 kali
MANADO (BK) : Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan netral dalam Pilkada Serentak 2020. Menyusul adanya...
Politik
20 Sep 2020 / dibaca 129 kali
MANADO (BK) : Seruan Pilkada Damai dikeluarkan Dewan Rohaniwan/Pimpinan Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Ws Sofyan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.