Politik

Gerindra Sulut Sebut Putusan Sengketa Pilpres di MK adalah Mandat Rakyat

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 27 June 2019 18:02   6207 kali
Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulut, Melky Suawah. (foto : acha)
MANADO (BK) : Sidang putusan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), hanya dalam hitungan jam saja. Namun Partai Gerindra Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan kubu Capres-Cawapres nomor urut 02, nantinya akan menerima hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
 
 
“Apapun itu hasilnya,” ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulut, Melky Suawah saat ditemui di Kantor DPD Partai Gerindra Sulut, Jalan Santo Yoseph Manado, Kamis (27/6/2019).
 
 
Menurut Suawah, hasil keputusan MK tersebut tidak berdiri sendiri, karena melalui proses persidangan yang diikuti secara terbuka oleh seluruh rakyat Indonesia.
 
 
Jadi, katanya, misalkan keputusan itu memenangkan Capres-Cawapres yang diusung partainya, tentu hasil tersebut akan disambut gembira. “Karena hasil itu yang memang kita harapkan,” tandas Suawah.
 
 
Tapi lanjutnya, kalau pun putusan MK tidak memenangkan Prabowo-Sandi, juga akan diterima. Karena hasil itu adalah bagian dari demokrasi, dimana demokrasi harus ada yang menang dan ada yang kalah.
 
 
“Yang menang kita syukuri sebagai mandat rakyat. Yang kalah, ya kita anggap ini adalah bagian yang musti kita terima, kita akan terima,” sebut Suawah.
 
 
Memang, salah satu materi yang disengketakan kubu Capres-Cawapres nomor urut 02 adalah menolak hasil pleno KPU RI yang memenangkan Capres-Cawapres nomor urut 01. Namun partainya akan taat dengan hasil putusan MK nanti karena putusan tersebut bersifat final.
 
 
“Sudah tidak ada langkah hukum lainnya yang bisa kita tempuh, itu yang paling terakhir. Secara otomatif harus diakui,” terang caleg DPRD Sulut dapil Manado ini.
 
 
Sebagai pimpinan partai di tingkat Provinsi, dia menghimbau kepada keluarga besar Partai Gerindra, pendukung Prabowo-Sandy dan seluruh masyarakat Sulut untuk menjaga persatuan, persaudaraan antara sesama anak bangsa.
 
 
Katanya, jangan menjadikan ajang Pemilu atau ajang pesta demokrasi ini untuk memisahkan satu dengan yang lain. “Justru setelah Pemilu, setelah berdemokrasi, kita melanjutkan hidup bersama keluarga, tetangga, masyarakat dan lain-lain,” tambahnya.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Politik
Politik
21 Apr 2019 / dibaca 208 kali
PEMUNGUTAN suara Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden serentak pada 17 April 2019 telah selesai diselenggarakan. Indonesia menandai babak...
Politik
18 Apr 2019 / dibaca 699 kali
MANADO (BK): Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang juga calon anggota DPR RI, Jerry Sambuaga menemui Gubernur Sulawesi Utara, Olly...
Politik
17 Apr 2019 / dibaca 223 kali
MANADO (BK): 109 warga yang bermukim di Desa Tikela Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa, memilih golput di Pemilu 17 April 2019. Alasannya,...
Politik
17 Apr 2019 / dibaca 161 kali
MANADO (BK): Puluhan warga Kelurahan Singkil Satu Kecamatan Singkil Kota Manado, terpaksa mengurungkan niatnya untuk menyalurkan hak pilihnya...
Politik
17 Apr 2019 / dibaca 168 kali
MANADO (BK) : Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut), M Roskanedi memberi dukungan penuh kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU)...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.