Politik

Hillary Ajak Generasi Milenial Terapkan 4 Pilar Kebangsaan di Masyarakat

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 01 December 2019 21:18   98 kali
MANADO (BK) : Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh anggota DPR/MPR RI dari Partai Nasdem, Hillary Brigitta Lasut, mendapat antusias dari generasi milenial. Buktinya, peserta membludak dari jumlah yang diperkirakan.
 
 
Anggota DPR RI termuda ini memilih Kantor DPRD Sulut sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi, Sabtu (30/11/2019). Tapi ruangan tempat pelaksanaan tidak mampu menampung jumlah peserta yang terdiri dari mahasiswa dan generasi muda lainnya. 
 
 
Memang, awalnya peserta diperkirakan sekitar 150 orang sesuai dengan kursi dan piagam yang disediakan. Tapi peserta yang tercatat sebanyak 330 orang, sehingga banyak yang rela melantai.
 
 
Hillary memang tidak langsung memberikan materinya. Ia memilih melakukan dialog interaktif dengan memberi kesempatan peserta melontarkan pertanyaan.
 
 
Upaya ini pun berhasil. Sejumlah pertanyaan berhasil ditampung dan kemudian dijawab satu persatu sesuai materi. Meski begitu, terkadang Hillary mengembalikan lagi ke peserta untuk menanggapi kembali sehingga dialog terlihat lebih hidup.
 
 
 
Peserta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar anggota DPR/MPR RI Brigitta Hillary Lasut. (foto: acha)
 
 
 
Pada penyampaian materi, Hillary menjelaskan sosialisasi ini sangat penting untuk menanamkan dalam pikiran dan mental masyarakat tentang 4 pilar kebangsaaan, yakni Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, UUD RI tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
 
 
“4 pilar ini adalah satu kesatuan yang dikuatkan dengan ketetapan MPR,” ujar Hillary.
 
 
Menurutnya, para penyelenggara pemerintah serta masyarakat bisa memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya dengan terus menggelorakan implementasi 4 pilar di semua kalangan.
 
 
“Mulai dari tokoh masyarakat hingga generasi muda. Karena empat pilar menjadi cara strategis dalam character building. saya yakin efeknya akan luar biasa,” tuturnya.
 
 
 
Hillary Brigitta Lasut saat menjawab pertanyaan wartawan usai Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. (foto: acha)
 
 
 
Hillary juga berbicara tentang toleransi dan kebhinekaan. Dia mengingatkan seluruh masyarakat harus menjunjung tinggi toleransi. Alasannya, di era milenial bibit-bibit intoleran mulai terlihat.
 
 
Ia mengatakan bersyukur tinggal di Sulawesi Utara (Sulut) yang dikenal sebagai daerah yang memiliki toleransi tinggi. Bahkan toleransi tertinggi di Indonesia.
 
 
“Ya, di daerah ini lebih toleran, mau berbagi, gotong-royong dan yang terpenting menghargai perbedaan sehingga tercipta kebhinekaan. Kita harus pertahankan kebhinekaan ini,” Hillary menegaskan.
 
 
Sosialisasi 4 pilar ini juga diwarnai pembicara dosen FISIP Unsrat, Dr Max Egetan. Egetan menjabarkan ideologi Pancasila harus dihidupkan di mental generasi muda. “Sosialisasi jangan sepotong potong. Harus konsisten dan menyentuh para tokoh masyarakat,” katanya.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Politik
Politik
12 Nov 2019 / dibaca 132 kali
AMURANG (BK): Partai Golkar (PG) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) membukan pendaftaran penjaringan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil...
Politik
04 Nov 2019 / dibaca 190 kali
JAKARTA (BK): Loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet), Darul Siska, menegaskan Wakorbid Pratama Partai Golkar itu akan siap maju mencalonkan...
Politik
02 Nov 2019 / dibaca 277 kali
MANADO (BK) : Tiga organisasi 'Mendirikan dan Didirikan' Partai Golkar, menyatakan memberikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk...
Politik
01 Nov 2019 / dibaca 278 kali
MANADO (BK): Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga (JS) menghadiri acara pelantikan pengurus Angkatan Muda Pembaharuan...
Politik
21 Oct 2019 / dibaca 241 kali
JAKARTA (BK): Kendati sempat heboh sejaga raya Indonesia, bahkan di Provinsi Sulawesi Utara bahwa Christiany Eugenia ‘Tetty’...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.