Politik

KPU Temukan Nama Calon Meninggal Dunia pada Draf APK Partai Peserta Pemilu 2019

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 22 November 2018 21:13   335 kali
Rapat Pleno Terbuka Penyampaian Desain dan Materi APK Peserta Pemilihan Umum Tahun 2019 di Hotel Aryaduta Manado. (foto : ist)
MANADO (BK) : KPU Sulut menemukan 2 partai peserta Pemilu 2019, masih mencantumkan nama calon yang telah dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT) pada design Alat Peraga Kampanye (APK). Sejumlah kesalahan penulisan juga masih terjadi.
 
 
Hal itu terungkap pada Rapat Pleno Terbuka Penyampaian Desain dan Materi APK Peserta Pemilihan Umum Tahun 2019 di Hotel Aryaduta Manado, Kamis (22/11/2018).
 
 
Partai Gerindra masih mencantumkan nama Almarhum Frangky Kowaas, korban gempa bumi Palu, dalam APK yang akan dicetak KPU. Begitu juga dengan Partai Hanura dengan mencantumkan nama Dely Mamonto SE yang sudah dilantik sebagai Sangadi di salah satu desa di Kabupaten Bolmong.
 
 
“Saya mengharapkan design itu dirobah, ada baiknya dikosongkan saja nomor urut mereka,” ujar Yessy Momongan, anggota Komisioner KPU Sulut.
 
 
Komisioner lainnya, Salman Saelangi juga meminta partai untuk segera melakukan perbaikan tulisan yang kurang dan salah. “Kalau bisa hari ini juga, biar cepat dicetak APK-nya,” tegasnya.
 
 
Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh mengatakan, ada ketentuan dalam PKPU tentang pembuatan APK. “Ada yang difasilitasi oleh KPU dan ada juga yang dibuat oleh masing-masing partai peserta pemilu,” ujar Ardiles.
 
 
Rapat pleno ini katanya untuk memastikan apakah desain dan materi APK yang dibuat oleh peserta Pemilu itu sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Rapat juga dilakukan terbuka, supaya diawasi Bawaslu serta disaksikan seluruh partai peserta pemilu.
 
 
“Kita harus memastikan dalam APK tidak ada tulisan atau unsur-unsur yang memprovokasi, terkait Suku, Agama dan Ras. Juga kita pastikan APK nantinya harus ditempatkan pada titik yang telah ditentukan KPU,” terang Ardiles.
 
 
Nantinya juga, lanjut Ardiles, APK yang diproduksi oleh peserta pemilu harus diverifikasi apakah ada temuan pelanggaran. Jika memang ada, KPU akan menunggu rekomendasi untuk melakukan penertiban. “Tentunya dengan berkoordinasi dengan Bawaslu Sulut dan jajarannya,” pungkasnya.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Politik
Politik
21 Apr 2019 / dibaca 204 kali
PEMUNGUTAN suara Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden serentak pada 17 April 2019 telah selesai diselenggarakan. Indonesia menandai babak...
Politik
18 Apr 2019 / dibaca 687 kali
MANADO (BK): Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang juga calon anggota DPR RI, Jerry Sambuaga menemui Gubernur Sulawesi Utara, Olly...
Politik
17 Apr 2019 / dibaca 215 kali
MANADO (BK): 109 warga yang bermukim di Desa Tikela Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa, memilih golput di Pemilu 17 April 2019. Alasannya,...
Politik
17 Apr 2019 / dibaca 158 kali
MANADO (BK): Puluhan warga Kelurahan Singkil Satu Kecamatan Singkil Kota Manado, terpaksa mengurungkan niatnya untuk menyalurkan hak pilihnya...
Politik
17 Apr 2019 / dibaca 165 kali
MANADO (BK) : Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut), M Roskanedi memberi dukungan penuh kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU)...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.