Politik

KPU Temukan Nama Calon Meninggal Dunia pada Draf APK Partai Peserta Pemilu 2019

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 22 November 2018 21:13   281 kali
Rapat Pleno Terbuka Penyampaian Desain dan Materi APK Peserta Pemilihan Umum Tahun 2019 di Hotel Aryaduta Manado. (foto : ist)
MANADO (BK) : KPU Sulut menemukan 2 partai peserta Pemilu 2019, masih mencantumkan nama calon yang telah dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT) pada design Alat Peraga Kampanye (APK). Sejumlah kesalahan penulisan juga masih terjadi.
 
 
Hal itu terungkap pada Rapat Pleno Terbuka Penyampaian Desain dan Materi APK Peserta Pemilihan Umum Tahun 2019 di Hotel Aryaduta Manado, Kamis (22/11/2018).
 
 
Partai Gerindra masih mencantumkan nama Almarhum Frangky Kowaas, korban gempa bumi Palu, dalam APK yang akan dicetak KPU. Begitu juga dengan Partai Hanura dengan mencantumkan nama Dely Mamonto SE yang sudah dilantik sebagai Sangadi di salah satu desa di Kabupaten Bolmong.
 
 
“Saya mengharapkan design itu dirobah, ada baiknya dikosongkan saja nomor urut mereka,” ujar Yessy Momongan, anggota Komisioner KPU Sulut.
 
 
Komisioner lainnya, Salman Saelangi juga meminta partai untuk segera melakukan perbaikan tulisan yang kurang dan salah. “Kalau bisa hari ini juga, biar cepat dicetak APK-nya,” tegasnya.
 
 
Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh mengatakan, ada ketentuan dalam PKPU tentang pembuatan APK. “Ada yang difasilitasi oleh KPU dan ada juga yang dibuat oleh masing-masing partai peserta pemilu,” ujar Ardiles.
 
 
Rapat pleno ini katanya untuk memastikan apakah desain dan materi APK yang dibuat oleh peserta Pemilu itu sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Rapat juga dilakukan terbuka, supaya diawasi Bawaslu serta disaksikan seluruh partai peserta pemilu.
 
 
“Kita harus memastikan dalam APK tidak ada tulisan atau unsur-unsur yang memprovokasi, terkait Suku, Agama dan Ras. Juga kita pastikan APK nantinya harus ditempatkan pada titik yang telah ditentukan KPU,” terang Ardiles.
 
 
Nantinya juga, lanjut Ardiles, APK yang diproduksi oleh peserta pemilu harus diverifikasi apakah ada temuan pelanggaran. Jika memang ada, KPU akan menunggu rekomendasi untuk melakukan penertiban. “Tentunya dengan berkoordinasi dengan Bawaslu Sulut dan jajarannya,” pungkasnya.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Politik
Politik
08 Mar 2019 / dibaca 117 kali
MANADO (BK) : Peran sebagai wakil rakyat benar-benar ditunjukkan oleh Theresia Pingkan Nuah. Anggota DPRD Kota Manado ini tetap menjalankan...
Politik
07 Mar 2019 / dibaca 305 kali
MANADO (BK) : Ketua Komisi III DPRD Manado, Lily Binti berang. Reses pertamanya di tahun 2019, tidak dihadiri Dinas Pekerjaan Umum dan...
Politik
07 Mar 2019 / dibaca 104 kali
MANADO (BK) : Infrastruktur masih menjadi langganan utama keluhan masyarakat. Hal itu terungkap pada reses Ketua Komisi III DPRD Kota Manado,...
Politik
04 Mar 2019 / dibaca 149 kali
MANADO (BK) : Beredarnya selebaran gelap yang isinya menyerang kredibilitas caleg jelang Pemilu 2019, mendapat perhatian serius Boby Daud....
Politik
01 Mar 2019 / dibaca 157 kali
MANADO (BK) : Dugaan adanya kampanye hitam (black campaign), terjadi jelang Pemilu 2019 di Sulawesi Utara (Sulut). Kecurangan ditemukan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.