Politik

Masyarakat Diminta Cerdas Gunakan Media Sosial di Pemilu 2019

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 30 July 2018 22:07   115 kali
Jimmy Tindi. (foto : fb)
MANADO (BK) : Jelang Pemilu 2019 mendatang, bursa calon Presiden (Capres) dan calon Wakil Presiden (Cawapres) bergulir semakin kencang dan sulit diprediksi. Media sosial pun berperan untuk penyebaran berita.
 
 
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi (LSM GERAK) Sulut, Jimmy Tindi menanggapinya dengan menghimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial. Apalagi dalam penyebaran berita hoax atau isu yang mengandung ujaran kebencian.
 
 
“Jangan sampai kemudian masyarakat akan saling tuding, menghina hingga keharmonisan masyarakat yang sudah terbangun sejak dulu akhirnya terpecah belah,” ujar Jimmy di Manado, Senin (30/7/2018).
 
 
Katanya, masyarakat harus bisa menilai perilaku politisi yang hanya mengejar kekuasaan dengan cara-cara tidak terpuji seperti kampanye hitam melalui media sosial. Pesta demokrasi katanya, harus didasari pada ideologi yang cerdas, yaitu Ideologi Pancasila yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
 
 
Apalagi katanya, jelang pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada 4-10 Agustus 2018, pertarungan semakin ketat antara dua kandidat yaitu, Jokowi dan Prabowo Subianto. Berita yang mengandung unsur SARA dan menyerang calon tertentu sudah mulai dipropagandakan pada media sosial.
 
 
“Hentikan cara-cara seperti itu. Bertarung yang benar dengan meyakinkan rakyat dengan program-program yang benar-benar membawa Indonesia ke arah yang lebih maju,” tandasnya.
 
 
Jimmy yang juga aktivis PRD dan aktivis 98 ini mengatakan, rakyat harus menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup sebagai jargon. Artinya, bagaimana memenangkan Pancasila yang berdaulat pada Pilpres 2019.
 
 
“Saya melihat pasti pada Pilpres, ada intervensi asing. Ya, mungkin karena kebijakan-kebijakan politik luar negeri yang kadang-kadang ini dianggap sangat mengganggu,” tukasnya.
 
 
Mengenai dirinya yang kemudian terjun ke dunia politik dengan ikut mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Sulut dari Partai Hanura dengan daerah pemilihan Nusa Utara, Jimmy mengatakan akan bertarung dengan cara-cara yang bersih pula. Tentunya dengan cara meyakinkan dan merebut hati rakyat, tanpa menyembunyikan rekam jejaknya.
 
 
“Setiap kandidat harus berani mengemukakan rekam jejaknya, dan saya pun demikian. Jangan malu mengungkap moral politik kita karena tidak semua politik itu kotor,” pungkasnya.
 
 
(acha/bk-8) 
Komentar ()
Berita Politik
Politik
05 Jul 2018 / dibaca 386 kali
MANADO (BK) : Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan fraksi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Selain...
Politik
04 Jul 2018 / dibaca 237 kali
MANADO (BK) : Meski dilarang dalam Undang-undang Pemilu, Politik SARA, uang dan isu Hoaks masih menjadi persoalan yang kemungkinan akan...
Politik
04 Jul 2018 / dibaca 279 kali
MANADO (BK) : Partisipasi pemilih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Sulawesi Utara (Sulut),...
Politik
29 Jun 2018 / dibaca 473 kali
MENJELANG pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Utara, volume kerja dari Ketua Badan...
Politik
25 Jun 2018 / dibaca 223 kali
MANADO (BK) : Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar Rapat Kerja (Raker) terkait persiapan Pilkada Serentak Tahun 2018 di Sulawesi Utara,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.