Politik

Novita Umboh Minta Anak Muda Jangan Apolitis

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 16 September 2018 15:00   359 kali

JAKARTA  (BK): Diskusi dan deklarasi generasi milenial menuju Pemilu 2019 aman, damai dan sejuk di Cikini berlangsung menarik. Farhat Abbas tampil lebih awal. Beberapa hal menarik kembali dilontarkan Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

 

Selain menyoroti soal masih adanya dikotomi partai dengan isu primordial, Farhat juga mengemukakan para koruptor harusnya ditembak mati. Juru bicara Tim Sukses Jokowi-Ma'ruf ini juga mengatakan jumlah anggota DPR saat ini terlalu banyak. "Kebanyakan. Jadi harusnya dikurangi," ujarnya.

 

Farhat juga mengklarifikasi penyataan yang menyita perhatian publik. "Jadi sebenarnya itu harusnya di nilai secara positif. Saya bilang pilih Jokowi sorgawi yang di seberang neraka. Seperti pantun harunya di balas juga dengan pantun, "jelasnya.

 

Di sisi lain Novita Umboh tenaga ahli DPR RI tampil memukau menyoroti kinerja parlemen dan tugas partai politik dalam melaksanakan pendidikan politik. Selama ini, menurutnya, lebih banyak informasi negatif tentang kinerja DPR. Korupsi, jarang hadir, tertidur itu salah satu hal negatif yang terungkap. Padahal masih banyak hal baik di DPR. Sayangnya anggota DPR masih jarang dan kurang serius melakukan pendidikan politik.

 

Dampaknya begitu banyak generasi milenial yang tidak peduli dan tidak paham apa tugas dan wewenang parlemen yang sebenarnya. "Bukan lembaga DPR yang salah, tapi oknumnya. Jadi DPR tidak bisa bubar," papar dosen Universitas Bung Karno ini yang disambut tepuk tangan peserta.

 

Novita kemudian menjelaskan bagaimana dia melakukan sosialisasi parlemen remaja dan parlemen mengajar pada generasi milenial di Sulawesi Utara. "Pendidikan politik itu salah tugas utama partai politik, yang harus dilakukan secara sistematis bukan hanya menjelang pemilu," jelasnya kembali disambut tepuk tangan peserta.

 

Tenaga Ahli 10 tahun di DPR ini kemudian mengajak agar generasi milenial tidak golput. "Gunakan hak pilihmu sesuai nurani agar orang-orang baik yang duduk di parlemen nanti,”  tandasnya.

 

Selain Farhat dan Novita tampil juga Anggoro Yudo Mahendra pembicara dari Universitas Negeri Jakarta. Mahendra menganggap informasi tentang politik sangat terbatas untuk generasi milenial. Karena itu dia sepakat pendidikan politik adalah hal penting.

 

Di akhir diskusi, Asep Koordinator Forum Indonesia Muda Cerdas membacakan naskah deklarasi 2019 pemilu aman, damai dan sejuk.

 

(*)

 

 

 

Komentar ()
Berita Politik
Politik
20 Oct 2018 / dibaca 1428 kali
JAKARTA  (BK):  “Suka tidak suka, senang tidak senang kita harus akui kondisi kebangsaan kita saat ini berjalan mundur....
Politik
11 Oct 2018 / dibaca 344 kali
MANADO (BK): Tingginya harga tarif retribusi parkir di Pasar Bersehati Manado, didengungkan pada Rapat Paripurna DPRD Kota Manado dalam...
Politik
11 Oct 2018 / dibaca 273 kali
MANADO (BK): Penetapan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib yang dibahas Panitia Khusus (Pansus) yang diketuai Benny Parasan, akhirnya disetujui...
Politik
08 Oct 2018 / dibaca 243 kali
MANADO (BK) : Partai Demokrat Sulut diyakini akan tetap solid, pasca hengkangnya Ketua DPD, Vecky Lumentut ke Partai Nasional Demokrat...
Politik
08 Oct 2018 / dibaca 331 kali
MANADO (BK) : Ketua DPD Partai Demokrat Sulut, Vecky Lumentut memilih menyeberang ke Partai Nasdem. Perpindahan itu ternyata tidak diikuti...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.