Politik

Novita Umboh Minta Anak Muda Jangan Apolitis

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 16 September 2018 15:00   432 kali

JAKARTA  (BK): Diskusi dan deklarasi generasi milenial menuju Pemilu 2019 aman, damai dan sejuk di Cikini berlangsung menarik. Farhat Abbas tampil lebih awal. Beberapa hal menarik kembali dilontarkan Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

 

Selain menyoroti soal masih adanya dikotomi partai dengan isu primordial, Farhat juga mengemukakan para koruptor harusnya ditembak mati. Juru bicara Tim Sukses Jokowi-Ma'ruf ini juga mengatakan jumlah anggota DPR saat ini terlalu banyak. "Kebanyakan. Jadi harusnya dikurangi," ujarnya.

 

Farhat juga mengklarifikasi penyataan yang menyita perhatian publik. "Jadi sebenarnya itu harusnya di nilai secara positif. Saya bilang pilih Jokowi sorgawi yang di seberang neraka. Seperti pantun harunya di balas juga dengan pantun, "jelasnya.

 

Di sisi lain Novita Umboh tenaga ahli DPR RI tampil memukau menyoroti kinerja parlemen dan tugas partai politik dalam melaksanakan pendidikan politik. Selama ini, menurutnya, lebih banyak informasi negatif tentang kinerja DPR. Korupsi, jarang hadir, tertidur itu salah satu hal negatif yang terungkap. Padahal masih banyak hal baik di DPR. Sayangnya anggota DPR masih jarang dan kurang serius melakukan pendidikan politik.

 

Dampaknya begitu banyak generasi milenial yang tidak peduli dan tidak paham apa tugas dan wewenang parlemen yang sebenarnya. "Bukan lembaga DPR yang salah, tapi oknumnya. Jadi DPR tidak bisa bubar," papar dosen Universitas Bung Karno ini yang disambut tepuk tangan peserta.

 

Novita kemudian menjelaskan bagaimana dia melakukan sosialisasi parlemen remaja dan parlemen mengajar pada generasi milenial di Sulawesi Utara. "Pendidikan politik itu salah tugas utama partai politik, yang harus dilakukan secara sistematis bukan hanya menjelang pemilu," jelasnya kembali disambut tepuk tangan peserta.

 

Tenaga Ahli 10 tahun di DPR ini kemudian mengajak agar generasi milenial tidak golput. "Gunakan hak pilihmu sesuai nurani agar orang-orang baik yang duduk di parlemen nanti,”  tandasnya.

 

Selain Farhat dan Novita tampil juga Anggoro Yudo Mahendra pembicara dari Universitas Negeri Jakarta. Mahendra menganggap informasi tentang politik sangat terbatas untuk generasi milenial. Karena itu dia sepakat pendidikan politik adalah hal penting.

 

Di akhir diskusi, Asep Koordinator Forum Indonesia Muda Cerdas membacakan naskah deklarasi 2019 pemilu aman, damai dan sejuk.

 

(*)

 

 

 

Komentar ()
Berita Politik
Politik
16 Apr 2019 / dibaca 101 kali
MANADO (BK) : H-1, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menyatakan telah siap menyelenggarakan  Pemilihan Umum...
Politik
15 Apr 2019 / dibaca 1429 kali
MANADO (BK): Anggota Pengarah TKD Pemenangan Jokowi-Amin Sulawesi Utara yg juga Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Theo L. Sambuaga...
Politik
15 Apr 2019 / dibaca 103 kali
MANADO (BK) : Sebanyak 891 personil gabungan, siap mengamankan jalannya Pemilu 2019 di Kota Manado. 529 diantaranya personil khusus yang...
Politik
14 Apr 2019 / dibaca 126 kali
MANADO (BK) : Bawaslu Sulut mengeluarkan edaran berupa Larangan di Masa Tenang. Edaran itu berlaku selama 3 hari kedepan pada masa tenang,...
Politik
11 Apr 2019 / dibaca 143 kali
MANADO (BK) : Ketua DPRD Manado, Noortje Henny Van Bone mengajak seluruh legislator dan calon legislator (caleg) untuk taat aturan. Termasuk...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.