Politik

Selebaran Gelap Sudutkan Dirinya, Hamdi Paputungan : Ada Saja Orang Sirik

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 01 March 2019 18:05   364 kali
Hamdi Paputungan. (foto : twitter)
MANADO (BK) : Dugaan adanya kampanye hitam (black campaign), terjadi jelang Pemilu 2019 di Sulawesi Utara (Sulut). Kecurangan ditemukan melalui selebaran gelap yang bertujuan menyerang caleg DPRD Sulut dapil Bolmong Raya dari Partai Gerindra, Hamdi Paputungan.
 
 
Seperti yang dituliskan dalam selebaran tersebut, Pemerhati Ekonom Sulut telah melakukan kajian dan pengamatan terhadap kinerja Hamdi Paputungan selama 12 tahun menjabat Direksi Bank Sulut. Dimana, pada masa kepemimpinannya yang cenderung merugikan masyarakat karena terindikasi menggunakan nasabah.
 
 
Bahkan disebutkan juga beberapa temuan permasalahan yang dilakukan mantan calon Wakil Gubernur Sulut tahun 2010 ini, diantaranya dugaan keterlibatan dalam kasus MBH Gate, serta diduga keterlibatan polemik gaji ASN Bolmong dari Bank Sulut ke Bank BNI.
 
 
Isi selebaran gelap yang ditemukan di salah satu wilayah di Bolmong itu, juga meminta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan Pemerhati Ekonom Sulut.
 
 
Saat coba dikonfirmasi mengenai selebaran tersebut, Hamdi Paputungan mengatakan itu adalah kerjaan orang yang tidak suka dengannya. “Ada-ada saja orang sirik,” katanya melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan ke beritakawanua.com, Rabu (27/2/2019) kemarin.
 
 
Menurutnya, selebaran gelap seperti itu tidak perlu diklarifikasi. Dia juga menganggap orang yang membuat selebaran adalah pengecut. “Masyarakat Bolmong juga tau siapa saya, jadi orang macam itu pengecut,” tandas Hamdi.
 
 
Terkait selebaran itu, Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda mengatakan, kalau ada yang merasa dirugikan dan melaporkan ke Bawaslu, akan diproses di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). “Kita akan proses kalau dilaporkan,” tukasnya.
 
 
Menurutnya, selebaran gelap terkait pada Pasal 280 ayat (1) huruf c, yaitu Menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan / atau peserta pemilu yang lain, merupakan tindak pidana pemilu
 
 
“Sanksinya ditegaskan pada Pasal 521 yaitu, untuk pelaksana, peserta, petugas dan atau tim kampanye pemilu dipidana paling lama 2 tahun dan denda paling banyak 24 juta,” terang Herwyn.
 
 
 
 
Selebaran gelap yang ditemukan di wilayah Bolmong, yang menyudutkan caleg Partai Gerindra Hamdi Paputungan. (foto : ist)
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Politik
Politik
08 May 2019 / dibaca 297 kali
MANADO (BK) : Respon positif terus mengalir dari sejumlah saksi pada pelaksanaan Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Hasil Pemilu 2019...
Politik
07 May 2019 / dibaca 170 kali
MANADO (BK) : Pleno penghitungan suara Pemilu 2019 masih sementara berlangsung. Namun proses rekapitulasi yang berlangsung di Sintesa...
Politik
06 May 2019 / dibaca 267 kali
MANADO (BK): Sejumlah saksi parpol mengapresiasi jalannya Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)...
Politik
01 May 2019 / dibaca 150 kali
MANADO (BK) : Dewan Perwakilan Rakyat Dewan (DPRD) Kota Manado melaksanakan Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang Pertama tahun 2019 dan...
Politik
27 Apr 2019 / dibaca 233 kali
MANADO (BK): Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara, Ardiles Mewoh mengatakan, KPU kabupaten/kota akan menggelar Pemungutan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.