Politik

Selebaran Gelap Sudutkan Dirinya, Hamdi Paputungan : Ada Saja Orang Sirik

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 01 March 2019 18:05   300 kali
Hamdi Paputungan. (foto : twitter)
MANADO (BK) : Dugaan adanya kampanye hitam (black campaign), terjadi jelang Pemilu 2019 di Sulawesi Utara (Sulut). Kecurangan ditemukan melalui selebaran gelap yang bertujuan menyerang caleg DPRD Sulut dapil Bolmong Raya dari Partai Gerindra, Hamdi Paputungan.
 
 
Seperti yang dituliskan dalam selebaran tersebut, Pemerhati Ekonom Sulut telah melakukan kajian dan pengamatan terhadap kinerja Hamdi Paputungan selama 12 tahun menjabat Direksi Bank Sulut. Dimana, pada masa kepemimpinannya yang cenderung merugikan masyarakat karena terindikasi menggunakan nasabah.
 
 
Bahkan disebutkan juga beberapa temuan permasalahan yang dilakukan mantan calon Wakil Gubernur Sulut tahun 2010 ini, diantaranya dugaan keterlibatan dalam kasus MBH Gate, serta diduga keterlibatan polemik gaji ASN Bolmong dari Bank Sulut ke Bank BNI.
 
 
Isi selebaran gelap yang ditemukan di salah satu wilayah di Bolmong itu, juga meminta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan Pemerhati Ekonom Sulut.
 
 
Saat coba dikonfirmasi mengenai selebaran tersebut, Hamdi Paputungan mengatakan itu adalah kerjaan orang yang tidak suka dengannya. “Ada-ada saja orang sirik,” katanya melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan ke beritakawanua.com, Rabu (27/2/2019) kemarin.
 
 
Menurutnya, selebaran gelap seperti itu tidak perlu diklarifikasi. Dia juga menganggap orang yang membuat selebaran adalah pengecut. “Masyarakat Bolmong juga tau siapa saya, jadi orang macam itu pengecut,” tandas Hamdi.
 
 
Terkait selebaran itu, Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda mengatakan, kalau ada yang merasa dirugikan dan melaporkan ke Bawaslu, akan diproses di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). “Kita akan proses kalau dilaporkan,” tukasnya.
 
 
Menurutnya, selebaran gelap terkait pada Pasal 280 ayat (1) huruf c, yaitu Menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan / atau peserta pemilu yang lain, merupakan tindak pidana pemilu
 
 
“Sanksinya ditegaskan pada Pasal 521 yaitu, untuk pelaksana, peserta, petugas dan atau tim kampanye pemilu dipidana paling lama 2 tahun dan denda paling banyak 24 juta,” terang Herwyn.
 
 
 
 
Selebaran gelap yang ditemukan di wilayah Bolmong, yang menyudutkan caleg Partai Gerindra Hamdi Paputungan. (foto : ist)
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Politik
Politik
21 Apr 2019 / dibaca 209 kali
PEMUNGUTAN suara Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden serentak pada 17 April 2019 telah selesai diselenggarakan. Indonesia menandai babak...
Politik
18 Apr 2019 / dibaca 700 kali
MANADO (BK): Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang juga calon anggota DPR RI, Jerry Sambuaga menemui Gubernur Sulawesi Utara, Olly...
Politik
17 Apr 2019 / dibaca 225 kali
MANADO (BK): 109 warga yang bermukim di Desa Tikela Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa, memilih golput di Pemilu 17 April 2019. Alasannya,...
Politik
17 Apr 2019 / dibaca 162 kali
MANADO (BK): Puluhan warga Kelurahan Singkil Satu Kecamatan Singkil Kota Manado, terpaksa mengurungkan niatnya untuk menyalurkan hak pilihnya...
Politik
17 Apr 2019 / dibaca 170 kali
MANADO (BK) : Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut), M Roskanedi memberi dukungan penuh kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU)...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.