Politik

Tapada: AJP masih Bermasalah di Internal Golkar

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 20 August 2019 11:27   839 kali
Adrian Tapada

MANADO (BK): Wakil Ketua Bendahara DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara, Adrian Tapada mengatakan, sejak awal sudah diingatkan pencalonan Adrian Joppie Paruntu (AJP) sebagai calon anggota legislative (caleg) DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Utara bermasalah.

 

Namun karena ibunya Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, AJP dipaksa masuk caleg untuk DPR RI. Pencalonan AJP boleh dikata menyalahi atau tabrak aturan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar. Ia menjelaskan, caleg Golkar untuk DPR RI minimal lima tahun harus menjadi pengurus Golkar dan menimal menempuh jalur pendidikan Strata 1. “Hal tersebut merupakan kriteria yang tidak dimiliki AJP sebagai caleg DPR RI. Tapi hal itu terkesan dipaksakan PG Sulut di Pileg kemarin. Saya menilai banyak caleg-caleg yang lain diperlakukan tidak fair oleh Ketua DPD 1 Golkar Sulut, Christiany E. Paruntu,” tegas Adrian Tapada dalam sebuah rilisnya, kemarin.

 

Rangkap Jabatan

Adrian Tapada juga menegaskan, Christiany E. Paruntu (CEP) telah menyalahi aturan dengan rangkap jabatan ketua. Bupati perempuan itu rangkap jabatan Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulut dan Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa Selatan (Minsel). Walaupun DPD II Golkar Minsel sudah ada Ketua Pelaksana Tugas (Plt), sesuai AD/ART Golkar maksimal enam bulan harus dilaksanakan Musda atau pengangkatan ketua definitive. Tapi sekarang masih belum ada.

 

Manajemen Partai Golkar di bawah Ketua CEP dinilai amburadul. Perolehan suara Golkar sewaktu Pileg anjlok. Adrian menduga penyebabnya Golkar tidak solid dan hanya mementingkan kepentingan pribadi untuk menyukseskan sanak saudara dan tidak mementingkan kejayaan partai.

 

“Pada Pemilu 2014 sewaktu dipimpin Stevanus Vreeke Runtu (SVR) Golkar dapat 9 kursi di DPRD Sulut. Sedangkan Pemilu 2019, Golkar yang diketuai CEP hanya dapat 7 kursi di DPRD Sulut. Karena CEP ditengarai hanya pentingkan kepentingan pribadinya bukan partai lagi,” jelas dia.

 

(bk-1)

 

 

Komentar ()
Berita Politik
Politik
27 Jun 2019 / dibaca 276 kali
MANADO (BK) : Partai Gerindra Sulut akan melakukan konsolidasi pasca sidang putusan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK)....
Politik
27 Jun 2019 / dibaca 6319 kali
MANADO (BK) : Sidang putusan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), hanya dalam hitungan jam saja. Namun Partai Gerindra Sulawesi...
Politik
18 Jun 2019 / dibaca 562 kali
JAKARTA (BK): Bawaslu RI menyatakan KPU Kota Manado terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran tata cara, prosedur, atau...
Politik
13 Jun 2019 / dibaca 3549 kali
JAKARTA (BK): Sidang yang dipimpin Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Abhan didampingi Ratna Dewi Pettiolo, Moh Afifudin, Frits Edward...
Politik
21 May 2019 / dibaca 298 kali
JAKARTA (BK): Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuntaskan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019. Pasangan Joko Widodo (Jokowi) –...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.