Politik

Temuan Komisi III DPRD Manado saat Turlap ke Liwas dan Lawangirung

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 27 November 2019 21:44   238 kali
Salah satu proyek pembangunan drainase di Kelurahan Lawangirung yang ditinjau Komisi III DPRD Manado. (foto: acha)
 
 
 
MANADO (BK) : Komisi III DPRD Manado melaksanakan agenda turun lapangan (turlap) untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Hasilnya, sejumlah temuan diperoleh dari agenda tersebut.
 
 
Turlap dipimpin langsung Ketua Komisi III, Ronny Makawata bersama anggotanya Royke Anter, Lucky Datau, Mona Kloer dan Jurani Rurubua. 2 lokasi yang dikunjungi adalah Jalan Lengkong Wuaya, Liwas, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua dan Kampung Kodo Kelurahan Lawangirung Kecamatan Wenang.
 
 
“Di jalan Lengkong Wuaya (Liwas) kami mendapat informasi sungai ditutup oleh salah satu proyek dan tanggulnya yang membahayakan warga,” ujar Makawata.
 
 
Setelah melakukan pengecekan, memang ditemukan ada sungai yang aliran airnya ditutup. Begitu juga dengan tanggul-tanggul yang dibuat tanpa memakai tiang-tiang penahan besi, padahal ketinggian tanggul sudah melebihi 5-6 meter sehingga sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar.
 
 
“Pengelola proyek juga bahkan tidak bisa membuktikan izin pembangunan tanggul itu yang berada pada aliran resapan air,” kata Makawata.
 
 
Komisi III, lanjut Makawata, akan berencana mengundang pihak-pihak terkait seperti PTSP terkait ijin, kemudian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang katanya memberikan rekomendasi pembuatan tanggul karena telah melalui kajian.
 
 
“Pemilik lahan juga akan kita undang untuk koordinasi mengenai pembangunan itu sudah memiliki ijin atau tidak,” tegas legislator PDI Perjuangan dapil Singkil-Mapanget itu.
 
 
“Tapi sangat bersyukur kalau memang itu sudah ada izin, karena juga akan menghilangkan dampak banjir ketika ada hujan di beberapa titik di daerah jalan Lengkong Wuaya,” tambahnya.
 
 
 
Personil Komisi III DPRD Manado saat berdialog dengan Lurah Lawangirung terkait proyek pembangunan drainase yang diduga asal-asalan. (foto: acha)
 
 
Berbeda dengan kunjungan ke Lawangirung, Makawata menemukan ada proyek pembuatan got yang tidak dilengkapi papan proyek dan terkesan asal-asalan, tanpa melewati proses normalisasi meskipun telah dilakukan proses pengecoran plat deker.
 
 
“Kalian bisa lihat sendiri, harusnya normalisasi dulu baru cor plat dekernya. Sudah dicor tapi di dalamnya itu penuh dengan sampah. Kalau hujan terus kan percuma bikinnya karena pada akhirnya juga di sekitaran situ tetap banjir karena gotnya tersumbat dengan sampah,” tukas Makawata lagi.
 
 
Secara terpisah, anggota Komisi III Jurani Rurubua, meminta kerjasama masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, percuma saja drainase yang bagus tapi salurannya dipenuhi sampah.
 
 
“Kalau drainasenya bersih, saat musim penghujan salurannya pasti lancar-lancar saja. Tapi kalau dipenuhi sampah tentu akan menyumbat dan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir,” ungkap legislator Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Politik
Politik
12 Nov 2019 / dibaca 132 kali
AMURANG (BK): Partai Golkar (PG) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) membukan pendaftaran penjaringan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil...
Politik
04 Nov 2019 / dibaca 190 kali
JAKARTA (BK): Loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet), Darul Siska, menegaskan Wakorbid Pratama Partai Golkar itu akan siap maju mencalonkan...
Politik
02 Nov 2019 / dibaca 277 kali
MANADO (BK) : Tiga organisasi 'Mendirikan dan Didirikan' Partai Golkar, menyatakan memberikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk...
Politik
01 Nov 2019 / dibaca 278 kali
MANADO (BK): Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga (JS) menghadiri acara pelantikan pengurus Angkatan Muda Pembaharuan...
Politik
21 Oct 2019 / dibaca 241 kali
JAKARTA (BK): Kendati sempat heboh sejaga raya Indonesia, bahkan di Provinsi Sulawesi Utara bahwa Christiany Eugenia ‘Tetty’...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.