Politik

Temuan Komisi III DPRD Manado saat Turlap ke Liwas dan Lawangirung

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 27 November 2019 21:44   543 kali
Salah satu proyek pembangunan drainase di Kelurahan Lawangirung yang ditinjau Komisi III DPRD Manado. (foto: acha)
 
 
 
MANADO (BK) : Komisi III DPRD Manado melaksanakan agenda turun lapangan (turlap) untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Hasilnya, sejumlah temuan diperoleh dari agenda tersebut.
 
 
Turlap dipimpin langsung Ketua Komisi III, Ronny Makawata bersama anggotanya Royke Anter, Lucky Datau, Mona Kloer dan Jurani Rurubua. 2 lokasi yang dikunjungi adalah Jalan Lengkong Wuaya, Liwas, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua dan Kampung Kodo Kelurahan Lawangirung Kecamatan Wenang.
 
 
“Di jalan Lengkong Wuaya (Liwas) kami mendapat informasi sungai ditutup oleh salah satu proyek dan tanggulnya yang membahayakan warga,” ujar Makawata.
 
 
Setelah melakukan pengecekan, memang ditemukan ada sungai yang aliran airnya ditutup. Begitu juga dengan tanggul-tanggul yang dibuat tanpa memakai tiang-tiang penahan besi, padahal ketinggian tanggul sudah melebihi 5-6 meter sehingga sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar.
 
 
“Pengelola proyek juga bahkan tidak bisa membuktikan izin pembangunan tanggul itu yang berada pada aliran resapan air,” kata Makawata.
 
 
Komisi III, lanjut Makawata, akan berencana mengundang pihak-pihak terkait seperti PTSP terkait ijin, kemudian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang katanya memberikan rekomendasi pembuatan tanggul karena telah melalui kajian.
 
 
“Pemilik lahan juga akan kita undang untuk koordinasi mengenai pembangunan itu sudah memiliki ijin atau tidak,” tegas legislator PDI Perjuangan dapil Singkil-Mapanget itu.
 
 
“Tapi sangat bersyukur kalau memang itu sudah ada izin, karena juga akan menghilangkan dampak banjir ketika ada hujan di beberapa titik di daerah jalan Lengkong Wuaya,” tambahnya.
 
 
 
Personil Komisi III DPRD Manado saat berdialog dengan Lurah Lawangirung terkait proyek pembangunan drainase yang diduga asal-asalan. (foto: acha)
 
 
Berbeda dengan kunjungan ke Lawangirung, Makawata menemukan ada proyek pembuatan got yang tidak dilengkapi papan proyek dan terkesan asal-asalan, tanpa melewati proses normalisasi meskipun telah dilakukan proses pengecoran plat deker.
 
 
“Kalian bisa lihat sendiri, harusnya normalisasi dulu baru cor plat dekernya. Sudah dicor tapi di dalamnya itu penuh dengan sampah. Kalau hujan terus kan percuma bikinnya karena pada akhirnya juga di sekitaran situ tetap banjir karena gotnya tersumbat dengan sampah,” tukas Makawata lagi.
 
 
Secara terpisah, anggota Komisi III Jurani Rurubua, meminta kerjasama masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, percuma saja drainase yang bagus tapi salurannya dipenuhi sampah.
 
 
“Kalau drainasenya bersih, saat musim penghujan salurannya pasti lancar-lancar saja. Tapi kalau dipenuhi sampah tentu akan menyumbat dan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir,” ungkap legislator Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Politik
Politik
07 Dec 2019 / dibaca 265 kali
MANADO (BK) : Legislator Jeane Laluyan melaksanakan reses pertamanya sebagai anggota DPRD Kota Manado di lantai 5 itCenter, Kelurahan Wenang...
Politik
07 Dec 2019 / dibaca 213 kali
MANADO (BK) : Meski berada di pusat atau tengah-tengah Kota Manado, daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Wenang dan Wanea bukanlah tanpa...
Politik
06 Dec 2019 / dibaca 252 kali
MANADO (BK) : Anggota DPRD Kota Manado, Jurani Rurubua mempublikasikan dana reses yang digunakannya saat pelaksanaan reses yang dilaksanakan...
Politik
06 Dec 2019 / dibaca 275 kali
MANADO (BK) : Reses anggota DPRD Manado, Jurani Rurubua, mengungkap fakta. Sebanyak 12 anak kurang mampu ternyata disekolahkan oleh...
Politik
06 Dec 2019 / dibaca 184 kali
MANADO (BK) : Srikandi PDIP, Rosalita Manday mengungkap, semenjak menjadi anggota DPRD Kota Manado, dirinya sempat mengalami vertigo....
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.