Profil

Wanita Tangguh yang Ajak Masyarakat Bangun Ekonomi Minahasa Utara, Siapa Dia?

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 19 June 2019 17:35   435 kali
Lucia Margaretha Selvi Tambani. (istimewa)
AWAL tahun 2007, muncul sosok wanita yang konsen dengan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Di tahun itu, dia bekerjasama dengan Dinas Koperasi Sulawesi Utara (Sulut) dan Minut untuk menggalakkan para petani dan wirausaha kecil agar bisa mencapai hasil-hasil produksi yang memuaskan.
 
 
Pemberian modal kerja serta melakukan pendampingan kepada masyarakat dilakukannya demi tercapainya tujuan swasembada pangan di provinsi berjuluk Nyiur Melambai ini. Selang waktu tiga tahun (2007 – 2010), Pemerintah Provinsi Sulut menyatakan program wanita itu telah membantu ketersediaan pangan di daerah ini.
 
 
Siapakah sosok wanita tangguh itu? Dia adalah Lucia Margaretha Selvi Tambani.
 
 
Hingga sekarang ini, Ketua Badan Wirausaha Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Amanat Nasional ini, masih tetap konsen dengan program pemerintah, yaitu pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yang memiliki daya saing untuk tercapainya target pemerintah dalam rangka memajukan ekonomi nasional.
 
 
Kerja-kerja sosial yang dilakukannya sejak tahun 2007 itu, dilakukan atas dasar keinginan yang kuat untuk bisa melihat masyarakat menikmati kesejahteraan, anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik sehingga para keluarga hidup rukun, damai dan sejahtera. “Saya terus mengajak masyarakat untuk maju bersama membangun kemandirian ekonomi keluarga agar kuat dalam menghadapi berbagai multi krisis ekonomi,” ujar Lucia Margaretha Selvi Tambani kepada beritakawanua.com, Selasa (18/6/2019).
 
 
Selvi, panggilan akrabnya, selalu menghimbau masyarakat untuk tidak menjual lahannya, melainkan difungsikan sehingga menjadi lahan produktif serta menghasilkan hingga dapat membantu keuangan dalam keluarga. Dia juga selalu mengingatkan agar jangan sampai masyarakat menjadi buruh di negeri sendiri.
 
 
“Memang bukanlah pekerjaan yang mudah bagi saya. Tapi saya terus menjalankannya demi tercipta pemerataan ekonomi masyarakat, menghapuskan kemiskinan, memajukan ekonomi masyarakat dan memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan nasional,” ungkap Penggagas Pemberdayaan Masyarakat Minahasa Utara Tahun 2007 ini.
 
 
Belakangan, wanita yang sempat mencalonkan diri maju pada Pemilihan Calon Legislatif DPR-RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) di tahun 2009, konsen dengan program pertanian, yakni pembudidayaan tanaman Nilam dan Sere. Nilam dan Sere adalah bahan utama untuk produksi minyak wangi. Kebutuhan minyak Sere dan Nilam begitu besar di dunia sehingga sangat potensial untuk peningkatan ekonomi keluarga di lingkungan masyarakat pedesaan.
 
 
Pembudidayaan Nilam dan Sere ini kemudian menjadi basis bisnis/usaha pribadi berserta keluarga. Dia juga menggalang masyarakat untuk bisa bersama-sama melakukan kegiatan pembudidayaan Nilam dan Sere dimana hasil produksi tanaman tersebut memiliki nilai jual yang tinggi serta permintaan pasar yang tinggi juga.
 
 
Selvi juga melibatkan berbagai wadah masyarakat seperti badan-badan yang ada di Gereja dan Masjid, serta masyarakat umum untuk menanam di pekarangan rumah. Dia pun menyiapkan bibit nilam dan sere secara gratis serta serta memberikan pendampingan secara menyeluruh dalam hal proses tanam hingga proses produksi hingga penjualan.
 
 
Untuk kelompok Gereja dan Masjid diharapkannya bisa membuka lahan paling rendah satu hektare. Hasil budidaya nantinya dapat membantu dalam pembangunan rumah ibadah dan untuk membantu umat yang membutuhkan modal. Sementara kepada masyarakat yang tidak melakukan budidaya tanaman sere dan nilam, Selvi memberikan pelatihan pembuatan minyak kelapa murni untuk produksi rumah tangga.
 
 
"Kami melakukan sosialisasi rutin di desa-desa untuk program budidaya Nilam dan Sere. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak turut menanam Nilam dan Sere, terutama untuk kelompok ibu-ibu rumah tangga, kami latih untuk bisa memproduksi minyak kelapa murni dan hygenis sebagai antisipasi murahnya harga kelapa atau kopra,” ucap Selvi Tambani.
 
 
Menurutnya, terdapat banyak keuntungan jika masyarakat mau melakukan produksi minyak kelapa sehat. Antaranya, masyarakat mendapatkan minyak sehat untuk konsumsi, harga kelapa akan naik, terbuka lapangan pekerjaan baru serta memiliki stok bahan untuk pakan ternak.
 
 
“Atas kemurahan Tuhan, saya mengajak kita semua untuk mari bersama membangun ekonomi keluarga kita dan masyarakat di sekitar kita,” tutupnya.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Profil
Profil
02 Oct 2018 / dibaca 503 kali
JAKARTA (BK): Dinilai memiliki peran besar menghasilkan tenaga pengajar yang profesional di bidang program inovasi sistem teknologi informasi...
Profil
30 Sep 2018 / dibaca 541 kali
    “Mohon Maaf, Belum Bisa Melayani Media dengan Prima”        ...
Profil
26 Sep 2018 / dibaca 569 kali
MANADO (BK):  Pemerintah Kabupaten Sangihe meraih empat penghargaan pada lomba yang dilaksanakan dalam rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara,...
Profil
21 Sep 2018 / dibaca 717 kali
MANADO (BK) : Ir Stefanus BAN Liow (SBANL) mendapat nomor urut 39 Calon Anggota DPD RI, Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)...
Profil
11 Sep 2018 / dibaca 678 kali
TONDANO (BK): Kedatangan anggota DPR/MPR RI, Jerry Sambuaga disambut ratusan mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Manado (Unima), di...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.