Religi

3 Kurikulum Ramadan ini Wajib Diteladani Prajurit Korem 131/Santiago

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 11 May 2019 00:38   361 kali
Suasana Buka Puasa Bersama di Korem 131/Santiago. (foto : ist)

MANADO (BK): Puasa adalah satu-satunya ibadah yang tidak terlihat ibadahnya. Mengapa? Karena yang mengetahui ibadah itu hanya orang yang menjalankan puasa dan Allah SWT.

 

Hal itu diungkapkan Ustadz Umar Maliki saat memberikan Tauziyah Ramadan di acara Buka Puasa Bersama (Bukber) bersama Korem 131/Santiago, Jumat (10/5/2019).

 

"Puasa ini ibadah unik, ibadah siriyah namanya. Inilah satu-satunya ibadah yang tidak terlihat, tapi gampang dimanipulasi," ujar Ustadz Maliki.

 

Ramadan pun kemudian diistilahkan sebagai bulan penuh berkah yang selalu menjumpai umat muslim seluruh dunia setiap tahunnya. Bulan ini kemudian disebutnya sebagai lembaga pendidikan dengan 3 kurikulum yang harus dijalani.

 

"3 kurikulum itu yang nantinya dipakai untuk menempa dan menggembleng diri agar menjadi lebih baik lagi," katanya.

 

Ustadz Maliki kemudian menyebut kurikulum yang pertama adalah beriman untuk menuju ketaqwaan, seperti yang tercantum dalam QS Al Baqarah 183 : Ya ayyuhallazina amanu kutiba 'alaikumus-siyamu kama kutiba alallazina ming qablikum la'allakum tattaqun.

 

"Artinya, Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," terangnya.

 

Kurikulum Ramadan yang kedua, lanjutnya adalah soal kejujuran. Puasa pun kembali masuk dalam kurikulum ini.

 

Menurutnya, semua ibadah dalam Islam itu adalah ibadah langsung atau kelihatan. Dia mencontohkan sholat dengan gerakan yang terlihat.

 

Begitu juga dengan zakat, dimana terlihat pemberi zakat dan adanya mustahaq sebagai penerima zakat. Juga dengan ibadah haji yang harus berangkat ke tanah suci Mekkah agar ibadahnya menjadi mabrur.

 

"Tapi puasa tidak kelihatan, makanya ibadah puasa dibutuhkan kejujuran untuk menjalankannya," ungkap ustadz yang sering memasukkan sedikit guyonan untuk membuat pendengarnya selalu tersenyum.

 

Sedangkan kurikulum yang ketiga adalah sabar. Ustadz Maliki menyebut umat muslim dilatih kesabarannya dalam menahan lapar dan dahaga, nafsu dan amarah.

 

"Jika 3 kurikulum ini bisa dipenuhi oleh imat muslim, maka ibadah puasanya akan menuju fitrah," pungkasnya.

 

Buka puasa bersama yang dihadiri Kasi Intel, Kasi Log, Kasi Pers dan Kasi Ren Korem 131/Santiago ini, dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah prajurit Korem 131/Santiago dan makan malam bersama.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Religi
Religi
29 Oct 2018 / dibaca 832 kali
JAKARTA (BK): Hingga kini, polemik mengenai dua pasal yaitu Pasal 69 dan 70 dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan...
Religi
27 Oct 2018 / dibaca 556 kali
MANADO (BK): “Saya tahu, kegiatan sekolah minggu (SM) dan katekisasi merupakan bagian dari tata gereja. Bukan sebuah lembaga pendidikan...
Religi
27 Oct 2018 / dibaca 685 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME  menghadiri Rapat Kerja (Raker) Pelka Laki-Laki Sinode (PLS) Gereja...
Religi
25 Oct 2018 / dibaca 497 kali
MANADO (BK): Ketua Umum Laskar Manguni Indonesia (LMI), Pdt Hanny Pantouw meminta pemerintah untuk membakukan kegiatan-kegiatan pertemuan...
Religi
21 Oct 2018 / dibaca 402 kali
KALAWAT (BK): Jemaat GMIM Genesaret Watutumou Permai (GWP) Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara mengadakan ibadah syukur HUT ke-10, pada Minggu...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.