Religi

3 Kurikulum Ramadan ini Wajib Diteladani Prajurit Korem 131/Santiago

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 11 May 2019 00:38   414 kali
Suasana Buka Puasa Bersama di Korem 131/Santiago. (foto : ist)

MANADO (BK): Puasa adalah satu-satunya ibadah yang tidak terlihat ibadahnya. Mengapa? Karena yang mengetahui ibadah itu hanya orang yang menjalankan puasa dan Allah SWT.

 

Hal itu diungkapkan Ustadz Umar Maliki saat memberikan Tauziyah Ramadan di acara Buka Puasa Bersama (Bukber) bersama Korem 131/Santiago, Jumat (10/5/2019).

 

"Puasa ini ibadah unik, ibadah siriyah namanya. Inilah satu-satunya ibadah yang tidak terlihat, tapi gampang dimanipulasi," ujar Ustadz Maliki.

 

Ramadan pun kemudian diistilahkan sebagai bulan penuh berkah yang selalu menjumpai umat muslim seluruh dunia setiap tahunnya. Bulan ini kemudian disebutnya sebagai lembaga pendidikan dengan 3 kurikulum yang harus dijalani.

 

"3 kurikulum itu yang nantinya dipakai untuk menempa dan menggembleng diri agar menjadi lebih baik lagi," katanya.

 

Ustadz Maliki kemudian menyebut kurikulum yang pertama adalah beriman untuk menuju ketaqwaan, seperti yang tercantum dalam QS Al Baqarah 183 : Ya ayyuhallazina amanu kutiba 'alaikumus-siyamu kama kutiba alallazina ming qablikum la'allakum tattaqun.

 

"Artinya, Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," terangnya.

 

Kurikulum Ramadan yang kedua, lanjutnya adalah soal kejujuran. Puasa pun kembali masuk dalam kurikulum ini.

 

Menurutnya, semua ibadah dalam Islam itu adalah ibadah langsung atau kelihatan. Dia mencontohkan sholat dengan gerakan yang terlihat.

 

Begitu juga dengan zakat, dimana terlihat pemberi zakat dan adanya mustahaq sebagai penerima zakat. Juga dengan ibadah haji yang harus berangkat ke tanah suci Mekkah agar ibadahnya menjadi mabrur.

 

"Tapi puasa tidak kelihatan, makanya ibadah puasa dibutuhkan kejujuran untuk menjalankannya," ungkap ustadz yang sering memasukkan sedikit guyonan untuk membuat pendengarnya selalu tersenyum.

 

Sedangkan kurikulum yang ketiga adalah sabar. Ustadz Maliki menyebut umat muslim dilatih kesabarannya dalam menahan lapar dan dahaga, nafsu dan amarah.

 

"Jika 3 kurikulum ini bisa dipenuhi oleh imat muslim, maka ibadah puasanya akan menuju fitrah," pungkasnya.

 

Buka puasa bersama yang dihadiri Kasi Intel, Kasi Log, Kasi Pers dan Kasi Ren Korem 131/Santiago ini, dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah prajurit Korem 131/Santiago dan makan malam bersama.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Religi
Religi
22 Dec 2018 / dibaca 308 kali
TOMOHON (BK) : Pascasarjana Universitas Manado (Unima) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tomohon melaksanakan perayaan Natal di Aula...
Religi
15 Dec 2018 / dibaca 715 kali
MANADO (BK) : Seekor anak kunang-kunang bernama Joy, penasaran dengan cahaya abadi yang dibicarakan teman-temannya. Bersama seorang rekannya,...
Religi
22 Nov 2018 / dibaca 384 kali
MANADO (BK): Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah oleh seluruh komponen Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Manado...
Religi
02 Nov 2018 / dibaca 484 kali
AMBON (BK) : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menutup Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani)...
Religi
29 Oct 2018 / dibaca 879 kali
JAKARTA (BK): Hingga kini, polemik mengenai dua pasal yaitu Pasal 69 dan 70 dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.