Religi

6 Perwakilan Agama Berdoa Bersama di Hari Amal Bakti Kemenag Sulut

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 20 January 2019 21:51   472 kali
6 Tokoh Agama berdoa bersama di puncak peringatan Hari Amal Bakti ke-73, Kemenag Sulut. (foto : ist)
MANADO (BK) : Ada yang istimewa pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). 4 mantan Kakanwil turut hadir pada acara tasyakuran (selamatan), yang digelar di halaman Kanwil Kemenag Sulut, Kamis (17/1/2019).
 
 
Keempatnya adalah HM Otoluwa, Halil Domu, Sya’ban Mauluddin dan Sulaiman. Tasyakuran bersama ASN dan pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Kanwil Kemenag Sulut, Tokoh Agama dan Masyarakat, FKUB dan Pemerintah Provinsi Sulut ini juga menjadi puncak acara sekaligus menutup rangkaian kegiatan HAB yang ke-73.
 
 
Menariknya, doa tasyakuran dilaksanakan secara bersamaan oleh 6 Tokoh Agama yang mewakili 6 agama di Indonesia yaitu, Ketua MUI Sulut, KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Lc mewakili Agama Islam, Ketua BAMAG-LKK Sulut Pendeta Johan Manampiring STh mewakili Kristen, Pastor Dismas Salettia Pr mewakili Katolik.
 
 
Kemudian Ketua PHDI Manado Drs Ida Bagus Ketut Alit MPd mewakili Agama Hindu, Ketua WALUBI Sulut Wendry Runtuwene mewakili Buddha dan Ketua MATAKIN Sulut Js. PR Baggy yang mewakili Agama Konghucu. Mereka membawakan doa secara bergiliran di atas mimbar.
 
 
Dalam masing-masing doa yang dibawakan, tersirat rasa syukur atas peringatan Hari Amal Bakti ke-73. Mereka juga berdoa untuk ASN jajaran Kanwil Kemenag Sulut, Kemenag RI dan seluruh bangsa Indonesia, termasuk memohon kerukunan, persatuan, persaudaraan tetap terpelihara dalam suasana tahun politik yang makin menghangat.
 
 
Sebelumnya, dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulut Dr Hi Abdul Rasyid MAg mengingatkan tentang implementasi dan internalisasi tema HAB ke-73 Kementerian Agama, yaitu “Jaga Kebersamaan Umat”. Juga mengingatkan tentang kearifan lokal masyarakat Sulut, Sitou Timou Tumou Tou, Torang Samua Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan untuk kerukunan dan keharmonisan hidup bersama masyarakat beragama di Sulut tetap terpelihara dan lestari.
 
 
“Dengan terjaganya kondisi kerukunan antara umat beragama yang terpelihara, Sulut bisa menjadi laboratorium kerukunan di Indonesia,” harap Abdul Rasyid.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Religi
Religi
29 Oct 2018 / dibaca 829 kali
JAKARTA (BK): Hingga kini, polemik mengenai dua pasal yaitu Pasal 69 dan 70 dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan...
Religi
27 Oct 2018 / dibaca 554 kali
MANADO (BK): “Saya tahu, kegiatan sekolah minggu (SM) dan katekisasi merupakan bagian dari tata gereja. Bukan sebuah lembaga pendidikan...
Religi
27 Oct 2018 / dibaca 683 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME  menghadiri Rapat Kerja (Raker) Pelka Laki-Laki Sinode (PLS) Gereja...
Religi
25 Oct 2018 / dibaca 494 kali
MANADO (BK): Ketua Umum Laskar Manguni Indonesia (LMI), Pdt Hanny Pantouw meminta pemerintah untuk membakukan kegiatan-kegiatan pertemuan...
Religi
21 Oct 2018 / dibaca 395 kali
KALAWAT (BK): Jemaat GMIM Genesaret Watutumou Permai (GWP) Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara mengadakan ibadah syukur HUT ke-10, pada Minggu...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.