Religi

Cara LMI Tolak Hoax dan Isu SARA, Minta Pemerintah Bakukan Silahturahmi Umat Beragama

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 25 October 2018 13:31   545 kali
Silahturahmi LMI dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemerintah dan Aparat Keamanan. (foto : ist)

MANADO (BK): Ketua Umum Laskar Manguni Indonesia (LMI), Pdt Hanny Pantouw meminta pemerintah untuk membakukan kegiatan-kegiatan pertemuan antar umat beragama. Hal ini dikatakannya saat melakukan silahturahmi antar umat beragama dan masyarakat Sulawesi Utara di Restoran Manado, Kawasan Bahu Mall, Rabu (24/10/2018) malam.

 

Menurutnya, silahturahmi seperti ini harus dibuat seterusnya oleh pemerintah, karena hasilnya sangat baik dan positif. Ini juga untuk menghindarkan jangan sampai tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat, dijadikan seperti pemadam kebakaran.

 

"Setiap ada persoalan selalu dipanggil, kalau tenang tidak lagi kelihatan," ujarnya.

 

Pdt Hanny mengatakan, kejadian di Bandara Sam Ratulangi ternyata punya sisi positif. Karena bisa membangunkan semua pihak seperti TNI/Polri, Pemerintah dan Masyarakat untuk menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti 'chaos'.

 

"Kalau itu sampai terjadi, bisa saja disetting di Manado terjadi keributan antar agama. Kalau sampai terjadi, akan seperti Ambon kedua. Damai saja sulit cari uang apalagi kacau," tandasnya.

 

Kalau sudah berbicara kerusuhan, lanjutnya, dampaknya pasti tidak ada rasa aman. "Mau ke sekolah tidak aman, ke gereja tidak aman, ke masjid juga tidak aman. Apakah kita mau seperti itu? Kita masyarakat Indonesia, khususnya di Sulut harus menyadari ini semua," pungkasnya.

 

Kepala Kesbangpol Sulut, Mecky Onibala yang hadir pada pertemuan itu, ikut angkat bicara. Dia mengatakan, tidak ada pelarangan bagi siapapun yang datang ke Sulut. "Tidak ada, kenapa? Karena Sulut juga bagian dari NKRI," jelasnya.

 

Lanjutnya, kalau ada berita atau kabar yang beredar di media sosial yang menyebut ada gejolak di Sulut, dikatakannya itu tidak benar alias hoaks. "Ingat motto kita, Torang Samua Basudara. Kami minta perwakilan dari Mabes Polri untuk tidak khawatir karena Sulut aman, damai dan sejahtera," tukas Onibala.

 

Sementara Ketua MUI Sulut, Kyai Abdul Wahab Abdul Gafur menyebut ada oknum-oknum yang iri dengan Sulut yang aman, damai dan sejahtera. Untuk itu ada upaya untuk memecahnya dengan menyebarkan isu dan berita-berita hoaks.

 

Menurutnya, Sulut dengan masyarakatnya yang heterogen karena terdiri dari berbagai macam Suku, Agama dan Ras, tetapi tetap bisa menjaga toleransi. Dia juga menyebut negeri ini adalah negeri milik semua masyarakat dan harus wajib menjaga kerukunan yang sudah terjalin.

 

"Tidak ada yang melarang siapapun yang datang ke Sulut, tapi sebagai tamu yang baik harus bersikap yang baik. Seperti pepatah, nila setitik merusak susu sebelanga. Semoga kita rukun dan damai," ungkapnya.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Religi
Religi
22 Apr 2019 / dibaca 409 kali
MANADO (BK):  Uskup Manado Mgr Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC memimpin ibadah Jumat Agung Gereja Oikumene Abigail Rutan Klas IIA...
Religi
06 Feb 2019 / dibaca 808 kali
MANADO (BK) : Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-72, diperingati dengan cara berbeda oleh HMI Cabang Manado. Peringatan secara sederhana...
Religi
20 Jan 2019 / dibaca 571 kali
MANADO (BK) : Ada yang istimewa pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi...
Religi
19 Jan 2019 / dibaca 912 kali
MANADO (BK) : Perubahan struktur pejabat dilingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). 3...
Religi
17 Jan 2019 / dibaca 461 kali
MANADO (BK) : Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.