Religi

Cara LMI Tolak Hoax dan Isu SARA, Minta Pemerintah Bakukan Silahturahmi Umat Beragama

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 25 October 2018 13:31   294 kali
Silahturahmi LMI dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemerintah dan Aparat Keamanan. (foto : ist)

MANADO (BK): Ketua Umum Laskar Manguni Indonesia (LMI), Pdt Hanny Pantouw meminta pemerintah untuk membakukan kegiatan-kegiatan pertemuan antar umat beragama. Hal ini dikatakannya saat melakukan silahturahmi antar umat beragama dan masyarakat Sulawesi Utara di Restoran Manado, Kawasan Bahu Mall, Rabu (24/10/2018) malam.

 

Menurutnya, silahturahmi seperti ini harus dibuat seterusnya oleh pemerintah, karena hasilnya sangat baik dan positif. Ini juga untuk menghindarkan jangan sampai tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat, dijadikan seperti pemadam kebakaran.

 

"Setiap ada persoalan selalu dipanggil, kalau tenang tidak lagi kelihatan," ujarnya.

 

Pdt Hanny mengatakan, kejadian di Bandara Sam Ratulangi ternyata punya sisi positif. Karena bisa membangunkan semua pihak seperti TNI/Polri, Pemerintah dan Masyarakat untuk menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti 'chaos'.

 

"Kalau itu sampai terjadi, bisa saja disetting di Manado terjadi keributan antar agama. Kalau sampai terjadi, akan seperti Ambon kedua. Damai saja sulit cari uang apalagi kacau," tandasnya.

 

Kalau sudah berbicara kerusuhan, lanjutnya, dampaknya pasti tidak ada rasa aman. "Mau ke sekolah tidak aman, ke gereja tidak aman, ke masjid juga tidak aman. Apakah kita mau seperti itu? Kita masyarakat Indonesia, khususnya di Sulut harus menyadari ini semua," pungkasnya.

 

Kepala Kesbangpol Sulut, Mecky Onibala yang hadir pada pertemuan itu, ikut angkat bicara. Dia mengatakan, tidak ada pelarangan bagi siapapun yang datang ke Sulut. "Tidak ada, kenapa? Karena Sulut juga bagian dari NKRI," jelasnya.

 

Lanjutnya, kalau ada berita atau kabar yang beredar di media sosial yang menyebut ada gejolak di Sulut, dikatakannya itu tidak benar alias hoaks. "Ingat motto kita, Torang Samua Basudara. Kami minta perwakilan dari Mabes Polri untuk tidak khawatir karena Sulut aman, damai dan sejahtera," tukas Onibala.

 

Sementara Ketua MUI Sulut, Kyai Abdul Wahab Abdul Gafur menyebut ada oknum-oknum yang iri dengan Sulut yang aman, damai dan sejahtera. Untuk itu ada upaya untuk memecahnya dengan menyebarkan isu dan berita-berita hoaks.

 

Menurutnya, Sulut dengan masyarakatnya yang heterogen karena terdiri dari berbagai macam Suku, Agama dan Ras, tetapi tetap bisa menjaga toleransi. Dia juga menyebut negeri ini adalah negeri milik semua masyarakat dan harus wajib menjaga kerukunan yang sudah terjalin.

 

"Tidak ada yang melarang siapapun yang datang ke Sulut, tapi sebagai tamu yang baik harus bersikap yang baik. Seperti pepatah, nila setitik merusak susu sebelanga. Semoga kita rukun dan damai," ungkapnya.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Religi
Religi
24 Jul 2018 / dibaca 404 kali
AMURANG (BK): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel), menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilaksanakan di gedung...
Religi
23 Jul 2018 / dibaca 483 kali
AIRMADIDI (BK): Umat Paroki Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara gembira  menerima obor dan Salib Yubelium 150...
Religi
09 Jul 2018 / dibaca 589 kali
MANADO (BK) : 30 Guru Agama Katolik berkumpul dalam pertemuan Kelompok Kerja Guru (KKG) Agama Katolik di Aula Kantor Kementerian Agama...
Religi
10 Jun 2018 / dibaca 867 kali
MANADO (BK): Nobu Bank yang merupakan salah satu kelompok usaha Lippo Group berkantor di Hotel Aryaduta Manado menggelar buka puasa bersama...
Religi
08 Jun 2018 / dibaca 661 kali
MANADO (BK): Lippo Group menggelar buka puasa bersama dengan 1.000 anak yatim di Kota Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, kemarin. Buka...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.