Religi

Moon Cake Festival Manado Digelar di Klenteng Kwan Kong

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 08 September 2022 22:56   407 kali
MANADO (BK) : Umat Tridharma Klenteng Kwan Kong Manado (Kwan Seng Ta Tie) bakal menggelar Moon Cake & Food Festival. Perayaan yang sangat dinanti masyarakat Tiongkok ini akan berlangsung di China Town, 9-12 September 2022.
 
Ketua Panitia Acara Moon Cake Festival, Ridwan Sanyoto mengatakan, karena hari raya ini jatuh pada pertengahan musim gugur, Moon Cake Festival ini disebut juga sebagai Hari Raya Pertengahan Musim Gugur atau Tiong Chiu Chue (Tiong: tengah, Chiu: musim gugur, Chue: hari raya/perayaan).
 
"Moon Cake Festival atau Tiong Chiu Chue ini dirayakan setiap tanggal 15 bulan 8 penanggalan Imlek," ujarnya, Kamis (8/9/2022).
 
Lanjutnya, pada hari raya Tiong Chiu ini biasanya orang Tiongkok menaruh meja sembahyang di halaman terbuka dengan disediakan kue bulan (pia), delima, kurma dan kuaci di atasnya. Setelah bersembahyang kepada bulan, anggota sekeluarga duduk berkeliling di meja, makan sambil ngobrol, sambil menikmati pemandangan bulan purnama.
 
"Tapi kita menambah konsep, ada food bazzar dengan aneka makanan yakni, sate samcan, bakmie teratai, mie kua spesial, nasi campur babi, nasi hainan komplit, nasi campur babi tore, mie kwantong tore, ramen, gulai babi, sushi, rice bowl, empek-empek, batagor, cilok spesial, choipan, aneka jus, aneka kue pasar.
 
"Ada juga salad buah, aneka es potong, sharetea, siomay ba udang, siomay mentai, gyoza, onigiri, klapertart, black forest, mocca selai, aneka roti spesian dan lainnya," ucap Ridwan Sanyoto.
 
"Kami akan sediakan kue bulan dan teh gratis bagi pengunjung," tambah Ridwan.
 
Dia menjelaskan, food bazzar dengan beragam jenis makanan ini sangat cocok untuk warga yang mencari destinasi wisata kuliner dengan harga yang menarik.
 
"Nantinya dalam acara ada live musik akustik. Juga bagi pengunjung disediakan photobooth," pungkas Sanyoto.
 
Moon Cake Festival ada adat-istiadat bangsa Tionghoa dengan memakan Tiong Chiu Pia, kue bulan yang berbentuk bulat melambangkan reuni dan keutuhan keluarga.
 
Diceritakan soal legenda yang menjadi latar belakang perayaan ini, adalah Hou Yi dan Chang E. Kisah Hou Yi yang memanah sembilan matahari dan kemudian menikah dengan  Chang E (terbang ke bulan).
 
Tapi akibat ulah Peng Meng seorang pengikut Hou Yi membuat mereka harus berpisah dengan Chang E yang menjadi Dewi Bulan. Hou Yi merasa putus asa, tapi tetap sangat merindukan istrinya.
 
Dia menaruh meja di halaman belakang rumahnya, menyediakan banyak manisan, dan buah-buahan yang disukai Chang E. Dia bersembahyang ke bulan, tempat Chang E tinggal.
 
Rakyat akhirnya mengetahui Chang E menjadi Dewi di bulan. Maka beramai-ramai menyediakan meja dengan sesajen untuk bersembahyang ke Chang E. Mulai saat itu, adat-istiadat sembahyang bulan popular di Tiongkok.
 
Editor: Asrar Yusuf
Komentar ()
Berita Religi
Religi
02 Aug 2020 / dibaca 1193 kali
MANADO (BK):  Dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang partisipasi politik warga gereja khususnya pemuda. Serta memahami...
Religi
06 May 2020 / dibaca 981 kali
MANADO (BK) : Mewabahnya virus corona di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara, mengakibatkan masyarakat mengalami kesulitan dalam hal...
Religi
04 May 2020 / dibaca 1382 kali
MANADO(BK):  Stigma negatif Covid-19 terus ada dan berkembang dimasyarakat. Dalam rangka membicarakan peran pemuda gereja menghadapi...
Religi
26 Apr 2020 / dibaca 1509 kali
MANADO(BK):  Dalam rangka membicarakan tantangan dan dinamika pelayanan yang dihadapi pemuda gereja ditengah pandemi Covid-19 yang...
Religi
13 Jan 2020 / dibaca 1363 kali
MANADO (BK) : Pembukaan seluruh kegiatan Hari-Hari Raya Gereja (H2RG) Jemaat GMIM Getsemani Teling Bawah, secara resmi dibuka, Minggu...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2022 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.