Religi

Pesparani, Momentum Kebangkitan Perempuan Katolik di Indonesia

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 02 November 2018 18:59   566 kali
Menteri PPPA, Yohana Yembise. (dok : Humas Kemen PPPA).
AMBON (BK) : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menutup Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I Tahun 2018 di Lapangan Merdeka, Ambon, Provinsi Maluku, Jumat (2/11/2018).
 
 
Menteri didampingi Gubernur Maluku, Said Assagaff. Dia sangat antusias ketika memberikan sambutan. “Ini kali pertamanya saya melihat langsung kompetisi paduan suara akbar yang diinisiasi oleh organisasi keagamaan dengan ribuan peserta,” ujarnya.
 
 
Mama Yo, panggilan akrab menteri mengatakan, Pesparani ini bisa dijadikan momentum kebangkitan perempuan Katolik, khususnya untuk menunjukkan kemampuan diri. Dia juga mengapresiasi Gubernur Maluku dan seluruh elemen yang terlibat, karena telah mampu mempersatukan peserta dari berbagai latarbelakang dan daerah di Kota Ambon.
 
 
“Kebhinekaan ini adalah kekayaan besar yang dimiliki oleh bangsa yang harus dipertahankan. Saya juga menitipkan perempuan dan anak ke tangan bapak, ibu, peserta sekalian untuk dapat membantu mewujudkan pemberdayaan perempuan serta perlindungan dan pemenuhan hak anak bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tegas Menteri.
 
 
Menteri menceritakan beberapa waktu lalu saat bersama Presiden Jokowi membuka Kongres Perempuan Katolik. Saat itu, Presiden sangat memuji keunggulan kaum perempuan yang lebih tinggi dibanding laki-laki.
 
 
Penutupan Pesparani Katolik Tingkat Nasional I di Ambon, Maluku. (foto : Humas Kemen PPPA)
 
 
Perempuan, kata Presiden mempunyai tingkat harapan hidup lebih tinggi dari laki-laki. Perempuan juga lebih kuat dalam menghadapi persaingan, serta multi tasking atau memiliki beban ganda yang lebih besar dibanding laki-laki.
 
 
“Oleh karena itu sebagai Menteri PPPA, saya bangga melihat banyaknya perempuan yang terlibat dalam acara paduan suara ini,” jelas Menteri Yohana.
 
 
Menurut Menteri, tidak dapat dipungkiri jika perempuan menambah harmonisasi dan keindahan dalam perpaduan suara bersama kaum laki-laki. Lewat kegiatan paduan suara, perwujudan kesetaraan gender sangat terasa.
 
 
“Jadi dalam kegiatan ini perempuan berdaya dengan keterampilan dan kemampuannya, sekaligus mendapatkan ruang bagi kesetaraan gender,” ungkapnya.
 
 
Pesparani Katolik Nasional telah berlangsung sejak tanggal 27 Oktober 2018. Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini sejalan dengan program PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) yang diinisiasi oleh Kemen PPPA, dan bekerjasama dengan Dinas PPPA Provinsi di seluruh Indonesia sejak tahun 2016.
 
 
Dalam PUSPA ini, seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi keagamaan ikut terlibat dalam meningkatkan kepedulian dan perhatian terhadap persoalan perempuan dan anak.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Religi
Religi
22 Apr 2019 / dibaca 432 kali
MANADO (BK):  Uskup Manado Mgr Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC memimpin ibadah Jumat Agung Gereja Oikumene Abigail Rutan Klas IIA...
Religi
06 Feb 2019 / dibaca 904 kali
MANADO (BK) : Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-72, diperingati dengan cara berbeda oleh HMI Cabang Manado. Peringatan secara sederhana...
Religi
20 Jan 2019 / dibaca 611 kali
MANADO (BK) : Ada yang istimewa pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi...
Religi
19 Jan 2019 / dibaca 980 kali
MANADO (BK) : Perubahan struktur pejabat dilingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). 3...
Religi
17 Jan 2019 / dibaca 487 kali
MANADO (BK) : Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.