Religi

Pesparani, Momentum Kebangkitan Perempuan Katolik di Indonesia

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 02 November 2018 18:59   227 kali
Menteri PPPA, Yohana Yembise. (dok : Humas Kemen PPPA).
AMBON (BK) : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menutup Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I Tahun 2018 di Lapangan Merdeka, Ambon, Provinsi Maluku, Jumat (2/11/2018).
 
 
Menteri didampingi Gubernur Maluku, Said Assagaff. Dia sangat antusias ketika memberikan sambutan. “Ini kali pertamanya saya melihat langsung kompetisi paduan suara akbar yang diinisiasi oleh organisasi keagamaan dengan ribuan peserta,” ujarnya.
 
 
Mama Yo, panggilan akrab menteri mengatakan, Pesparani ini bisa dijadikan momentum kebangkitan perempuan Katolik, khususnya untuk menunjukkan kemampuan diri. Dia juga mengapresiasi Gubernur Maluku dan seluruh elemen yang terlibat, karena telah mampu mempersatukan peserta dari berbagai latarbelakang dan daerah di Kota Ambon.
 
 
“Kebhinekaan ini adalah kekayaan besar yang dimiliki oleh bangsa yang harus dipertahankan. Saya juga menitipkan perempuan dan anak ke tangan bapak, ibu, peserta sekalian untuk dapat membantu mewujudkan pemberdayaan perempuan serta perlindungan dan pemenuhan hak anak bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tegas Menteri.
 
 
Menteri menceritakan beberapa waktu lalu saat bersama Presiden Jokowi membuka Kongres Perempuan Katolik. Saat itu, Presiden sangat memuji keunggulan kaum perempuan yang lebih tinggi dibanding laki-laki.
 
 
Penutupan Pesparani Katolik Tingkat Nasional I di Ambon, Maluku. (foto : Humas Kemen PPPA)
 
 
Perempuan, kata Presiden mempunyai tingkat harapan hidup lebih tinggi dari laki-laki. Perempuan juga lebih kuat dalam menghadapi persaingan, serta multi tasking atau memiliki beban ganda yang lebih besar dibanding laki-laki.
 
 
“Oleh karena itu sebagai Menteri PPPA, saya bangga melihat banyaknya perempuan yang terlibat dalam acara paduan suara ini,” jelas Menteri Yohana.
 
 
Menurut Menteri, tidak dapat dipungkiri jika perempuan menambah harmonisasi dan keindahan dalam perpaduan suara bersama kaum laki-laki. Lewat kegiatan paduan suara, perwujudan kesetaraan gender sangat terasa.
 
 
“Jadi dalam kegiatan ini perempuan berdaya dengan keterampilan dan kemampuannya, sekaligus mendapatkan ruang bagi kesetaraan gender,” ungkapnya.
 
 
Pesparani Katolik Nasional telah berlangsung sejak tanggal 27 Oktober 2018. Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini sejalan dengan program PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) yang diinisiasi oleh Kemen PPPA, dan bekerjasama dengan Dinas PPPA Provinsi di seluruh Indonesia sejak tahun 2016.
 
 
Dalam PUSPA ini, seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi keagamaan ikut terlibat dalam meningkatkan kepedulian dan perhatian terhadap persoalan perempuan dan anak.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Religi
Religi
03 Apr 2018 / dibaca 268 kali
MANADO (BK): Kompetisi Vokal Grup (VG) Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA berlangsung sukses. Kegiatan yang digelar, Minggu (1/4) kemarin, di...
Religi
01 Apr 2018 / dibaca 290 kali
MOKUPA (BK): Dalam rangka merayakan kemenangan dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus (Paskah), Jemaat GMIM Genesaret mengadakan berbagai...
Religi
31 Mar 2018 / dibaca 161 kali
PASKAH merupakan perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen, yakni merayakan hari kebangkitan  Yesus . Paskah biasanya...
Religi
31 Mar 2018 / dibaca 277 kali
KALAWAT (BK): Ibadah perjamuan kudus di perayaan Jumat Agung berlangsung juga di Jemaat GMIM Genesaret, Watutumou Permai, Kecamatan Kalawat,...
Religi
11 Mar 2018 / dibaca 231 kali
MANADO (BK): Pengurus Gereja Abigael Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Manado periode 2018 resmi dilantik, Minggu (11/3/2018). Pelantikan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.