Religi

Pesparani, Momentum Kebangkitan Perempuan Katolik di Indonesia

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 02 November 2018 18:59   355 kali
Menteri PPPA, Yohana Yembise. (dok : Humas Kemen PPPA).
AMBON (BK) : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menutup Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I Tahun 2018 di Lapangan Merdeka, Ambon, Provinsi Maluku, Jumat (2/11/2018).
 
 
Menteri didampingi Gubernur Maluku, Said Assagaff. Dia sangat antusias ketika memberikan sambutan. “Ini kali pertamanya saya melihat langsung kompetisi paduan suara akbar yang diinisiasi oleh organisasi keagamaan dengan ribuan peserta,” ujarnya.
 
 
Mama Yo, panggilan akrab menteri mengatakan, Pesparani ini bisa dijadikan momentum kebangkitan perempuan Katolik, khususnya untuk menunjukkan kemampuan diri. Dia juga mengapresiasi Gubernur Maluku dan seluruh elemen yang terlibat, karena telah mampu mempersatukan peserta dari berbagai latarbelakang dan daerah di Kota Ambon.
 
 
“Kebhinekaan ini adalah kekayaan besar yang dimiliki oleh bangsa yang harus dipertahankan. Saya juga menitipkan perempuan dan anak ke tangan bapak, ibu, peserta sekalian untuk dapat membantu mewujudkan pemberdayaan perempuan serta perlindungan dan pemenuhan hak anak bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tegas Menteri.
 
 
Menteri menceritakan beberapa waktu lalu saat bersama Presiden Jokowi membuka Kongres Perempuan Katolik. Saat itu, Presiden sangat memuji keunggulan kaum perempuan yang lebih tinggi dibanding laki-laki.
 
 
Penutupan Pesparani Katolik Tingkat Nasional I di Ambon, Maluku. (foto : Humas Kemen PPPA)
 
 
Perempuan, kata Presiden mempunyai tingkat harapan hidup lebih tinggi dari laki-laki. Perempuan juga lebih kuat dalam menghadapi persaingan, serta multi tasking atau memiliki beban ganda yang lebih besar dibanding laki-laki.
 
 
“Oleh karena itu sebagai Menteri PPPA, saya bangga melihat banyaknya perempuan yang terlibat dalam acara paduan suara ini,” jelas Menteri Yohana.
 
 
Menurut Menteri, tidak dapat dipungkiri jika perempuan menambah harmonisasi dan keindahan dalam perpaduan suara bersama kaum laki-laki. Lewat kegiatan paduan suara, perwujudan kesetaraan gender sangat terasa.
 
 
“Jadi dalam kegiatan ini perempuan berdaya dengan keterampilan dan kemampuannya, sekaligus mendapatkan ruang bagi kesetaraan gender,” ungkapnya.
 
 
Pesparani Katolik Nasional telah berlangsung sejak tanggal 27 Oktober 2018. Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini sejalan dengan program PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) yang diinisiasi oleh Kemen PPPA, dan bekerjasama dengan Dinas PPPA Provinsi di seluruh Indonesia sejak tahun 2016.
 
 
Dalam PUSPA ini, seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi keagamaan ikut terlibat dalam meningkatkan kepedulian dan perhatian terhadap persoalan perempuan dan anak.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Religi
Religi
24 Jul 2018 / dibaca 424 kali
AMURANG (BK): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel), menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilaksanakan di gedung...
Religi
23 Jul 2018 / dibaca 524 kali
AIRMADIDI (BK): Umat Paroki Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara gembira  menerima obor dan Salib Yubelium 150...
Religi
09 Jul 2018 / dibaca 623 kali
MANADO (BK) : 30 Guru Agama Katolik berkumpul dalam pertemuan Kelompok Kerja Guru (KKG) Agama Katolik di Aula Kantor Kementerian Agama...
Religi
10 Jun 2018 / dibaca 908 kali
MANADO (BK): Nobu Bank yang merupakan salah satu kelompok usaha Lippo Group berkantor di Hotel Aryaduta Manado menggelar buka puasa bersama...
Religi
08 Jun 2018 / dibaca 680 kali
MANADO (BK): Lippo Group menggelar buka puasa bersama dengan 1.000 anak yatim di Kota Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, kemarin. Buka...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.